
Waktu yang diberikan untuk Kexing sekarang hanya tinggal satu hari lagi, membuat semua orang yang ada diakademi Roh Bulan sangatlah khawatir, karena jika dalam satu hari ini Xieyu tidak juga meminum obat penawarnya,maka kemungkinan besar nyawanya tidak akan tertolong.
"Aku harus bisa menemuinya! aku tidak mungkin membiarkan Xieyu mati begitu saja, aku harus kesana!" ucap Guang Jun lalu beranjak dari duduknya mengambil barang dilacinya dan pergi meninggalkan kamarnya.
Saat Guang Jun keluar, ia berpapasan dengan Li Chuan yang tengah lewat dihalaman. "Guang Jun, kau mau kemana?" panggil Li Chuan.
Guang Jun yang mendengar suara gurunya, langsung menoleh dan memberi hormat. " Aku akan pergi sebentar guru, aku ada urusan mendesak."
"Baiklah, hati hati dijalan! " ucapnya dan berlalu pergi, begitupun dengan Guang Jun yang langsung pergi.
Sudah satu malam Kexing dikurung dalam kamarnya,yang sudah dilingkari kekuatan roh yang membuatnya tidak bisa keluar,saat ini Kexing tengah berjalan mondar mandir diruangan kamarnya,memikirkan bagaimana caranya ia kabur dan mencuri ginseng emas itu.
"Konsentrasi, berfikirlahhh..." ucapnya.
Sampai pada saat malam tiba, Kexing tak kunjung juga bisa keluar dari kamarnya, membuatnya sudah kehilangan akal, pikirannya terus dihantui oleh Xieyu, jika ia tidak berhasil menyelamatkan Xieyu,mungkin seumur hidupnya ia akan hidup dengan rasa bersalahnya.
Saat Kexing duduk termenung, tiba tiba muncullah ide cemerlang dikepalanya, ia langsung membuka pintu kamarnya dan berteriak kencang.
"Siapa saja yang diluar! jika kalian tidak mau membuka pelindung sialan ini, maka aku akan bunuh diri!" teriaknya kencang.
Membuat semua murid berlari dan berkrubun dihalaman depan kamar Kexing,dan ada beberapa murid yang berlari melaporkan ancaman Kexing kepada gurunya.
"Lapor guru, tuan muda Kexing mengancam akan bunuh diri jika ia tak segera dikeluarkan dari kamarnya," lapor salah satu murid pada Wen Xiowen yang tengah melakukan rapat diaula akademi.
"Biarkan saja! " ucapnya.
Tiba tiba datanglah murid lain sambil berlari,dengan wajah paniknya." lapor guru, tuan muda Kexing menyayat tanganya sendiri, ia bahkan mengancam akan bunuh diri jika guru tidak mau melepaskanya."
"Apa! " kagetnya,Wen Xiowen langsung bergegas menuju kamar Kexing dengan diikuti kedua kaka Kexing dibelangkangnya.
Sedangkan para murid didepan kamar Kexing,semuanya panik karena tangan Kexing yang sudah mengeluarkan banyak darah, mereka ingin membantu tapi tak ada satupun yang bisa masuk kedalam.
"Cepat beritahu tua bangka itu! jika dia tidak mengeluarkanku dari sini, maka aku akan menghunuskan pisau ini keperutku! " ancam Kexing lagi.
"Anak gila! " maki Xiowen lalu menghilangkan pelindung itu dan segera masuk kedalam kamar Kexing.
"Aku tidak peduli! kau harus melepaskanku dan memberikan Gingseng emas itu padaku, atau aku akan bunuh diri! " ancamnya.
__ADS_1
"Allen tutup pintunya! " perintahnya,kemudian Allen menutup pintu kamar itu.
"Silahkan kalau kau mau bunuh diri, aku tidak peduli!" lalu mengalihkan pandangannya dan berjalan untuk duduk.
"Kau! ayah gila! "
Melihat Kexing yang sedikit teralihkan, Xiowen langsung memberi isyarat pada kedua anaknya untuk menyergap Kexing.
Bughh... Dengan cepat Baijun menendang pisau yang ada ditangan Kexing,dan Allen langsung berlari menjagal Kexing ,begitupun juga dengan Baijun yang langsung berlari ikut memegang Kexing agar tidak semakin memberontak.
"Lepaskan!" teriak Kexing.
"Tidak akan pernah!" ucap ayahnya sambil tersenyum.
"Kaa, ak aku mohon lepaskan aku, aku mohon! " ucapnya sambil menangis.
"Air mata buaya!" sindir ayahnya
"Hiks... Hiks... Aku mohon ayah, ka,aku janji akan menjadi anak dan adik yang berbakti pada kalian, tapi tolong lepaskan aku! " pintanya sambil menangis.
"Jangan kau pikir! kau bisa nembodohi kami lagi Kexing!" kata Allen yang masih tetap memegang lengan Kexing.
"Tidak! " sahut ayahnya cepat.
"Ayah...Apa kau tega melihat anakmu selamanya hidup dengan rasa bersalah!, apa kau tega melihatku menderita karena tidak bisa menolong orang yang telah berkorban untukku, aku tidak mau hidup dengan rasa bersalah ini ayah! aku tidak mau! " tangisnya kembali pecah, saat dirinya kembali membayangkan Xieyu yang tidak berdaya.
"Aku lebih memilih kau hidup dengan rasa bersalahmu! daripada harus kehilangan dirimu! " teriak ayahnya lantang.
"Maksud ayah?" tanyanyan sambil menatap wajah ayahnya yang mulai berbeda.
"Gingseng emas itu adalah obat untuk penyakitmu,jika kau memberikannya pada orang lain maka kau akan mati! " bentak Kakanya Allen.
Kexing langsung menatap wajah kaka keduanya penasaran. "penyakit? maksudnya aku, aku sakit? "
Ketigannya langsung terbungkam,tatkala rahasia yang selama ini mereka tutupi rapat rapat akhirnya terkuak, seperti halnya pribahasa, sebaik baiknya bangkai yang kau tutupi, baunya tetap tercium juga,berapapun lamanya mereka menutupinya dari Kexing, semuanya pasti akan akan segera diketahui oleh Kexing cepat atau lambat.
Disalah satu sanggar Yunzi atau sanggar khusus wanita wanita penari, dan pemain musik, saat ini mereka tengah berkumpul disebuah ruangan khusus untuk berdiskusi.
__ADS_1
"Semoga rencana kita berhasil, untuk sementara sebagian dari kita menyamar menjadi wanita pemusik dan penari disanggar ini, agar kita dapat segera mengumpulkan anggota baru kita, dan segera melepaskan pemimpin kita dari hipnotis ratu biadab itu! " ucapnya pada semua anggota disana.
"Kita harus lebih berhati hati, karena seluruh keluarga pemimpin sekarang sudah ditangkap dan dipenjarakan oleh ratu biadab itu! " sahut salah satu wanita lain.
"Kita harus tetap bersandiwara menjadi pengikut wanita biadab itu, ingat! jika diantara kita sampai ada yang tertangkap, segera makan racun yang ada didalam gigi palsu kalian, mengerti! "
"Mengerti! " teriak mereka secara bersamaan.
Sedangkan saat ini Guang Jun sudah sampai didalam gua yang tempatnya sangatlah terpencil, bahkan sangat tidak mungkin dijangkau oleh manusia, karena letaknya berada di sebuah gunung bersalju bernama gunung Hilayan,gunung Hilayan adalah gunung yang dilarang untuk didaki, karena bisa membuat orang mati kedinginan jika mendakinya.
Guang Jun dengan kekuatan roh pelindung yang berupa serigala gurun es membuatnya mudah untuk masuk kedalam gunung es itu.
Perlahan ia masuk kedalam,dan mencari keberadaan orang yang ia ingin temui,setelah berjalan lama menyusuri terowongan itu,sampailah ia didepan pintu masuk dengan dua penjaga didepanya.
"Kau siapa?" tanya penjaga itu bersamaan.
Guang Jun langsung menunjukkan plat ditanganya."Katakan pada nyonyamu,Anjun ingin bertemu dengannya," ucapnya.
"Baiklah, tunggu disini! " ucap penjaga berkumis, lalu berlari masuk untuk melapor.
"Hormat saya nyonya," hormatnya sambil membungkuk.
"Ada apa?" tanya wanita itu, yang sedang menikmati makanannya.
"Ada seorang lelaki bernama Anjun,ingin bertemu nyonya,"
"Suruh dia masuk, " perintahnya.
Pengawal itu berlari pergi keluar dan kembali lagi masuk bersama dengan Guang Jun,saat melihat wanita didepanya Guang Jun menatapnya dengan seribu pertanyaan dikepalanya.
"Lama tidak bertemu Anjun," sapa wanita itu sambil tersenyum hangat kearah Guang Jun.
Guang Jun menggangguk pelan,sambil membalas senyuman wanita itu. " Lama tidak bertemu Ka? " ucapnya.
Jangan lupa like and komen
Biar author tambah semangat.
__ADS_1
ingat!! jangan menjadi pembaca bayangan!!