Dunia Roh

Dunia Roh
Gingseng Emas


__ADS_3

Saat ini Kexing sedang termenung didalam bak mandinya,ia terus memikirkan tentang apa yang gurunya katakan kepadanya tadi.


Flassback on


"Penawarnya apa guru? " tanyanya.


Chuanian menarik nafasnya berat,lalu memegang jenggot putihnya yang dikepang panjang. "Obat penawar ini hanyalah untuk sementara,didunia ini tinggal tersisa dua saja yang pertama milik ratu dunia roh dan kedua milik pemimpin akademi Roh Bayangan."


"Namanya apa guru? aku pasti akan mendapatkannya! " ucapnya serius.


"Jahe Gingseng emas, yang merupakan salah satu penangkal racun paling ampuh,jika kau ingin mendapatkannya itu tidaklah mudah, akademi Roh Bayangan tidak akan pernah memberikannya padamu, walaupun dengan nyawamu, jika kau pergi keakademi Roh Bayangan mungkin hasilnya juga akan sulit, karena setahuku jahe ginseng itu akan diberikan pada anaknya yang juga menderita penyakit,"


"Penyakit? aku tidak peduli aku pasti bisa mendapatkannya,"


"Waktumu hanya dua hari Kexing,"imbuhnya lagi.


Flassback off


Kexing yang teringat dengan ucapan gurunya bahwa anak dari pemilik akademi Roh Bayangan ada yang sakit, langsung terpikirkan pada kedua kakanya. "Sebenarnya siapa yang sakit, bukankah selama ini, ka Allen dan ka Baijun baik baik saja,apakah salah satu diantara mereka ada yang sakit saat aku pergi? "


Kexing membuang jauh jauh pikirannya, karena besok ia akan pergi keakademi Roh Bayangan, semua pertanyaannya pasti akan terjawab besok.


Seorang pria bertopeng yang tak lain adalah Dingxi,sedang memaksa seorang lelaki tua untuk meminum racun yang ada dimangkonya.


"Dasar tua bangka, cepatlah minum! " paksanya.


Kedua penjaga langsung memegang erat kedua tangan lelaki tua itu, dan Dingxi membuka paksa mulutnya dan meminumkan racun itu.


"Yang mulia, sudah,apa yang harus kita lakukan selanjutnya," lapornya pada ratu dunia roh yang berdiri tak jauh darinya.


"Biarkan dia mati!" ucapnya.


"Dasar manusia biadab! " teriak perempuan yang berada didalam tahanan yang tak jauh darinya.


"Itu semua pantas untuk kalian yang tidak mau membuka mulut padaku! " teriaknya lantang.


"Aku tidak akan sudi, menjawab semua pertanyaan dari wanita busuk sepertimu! " sungutnya.


Plakk...Wanita itu ditampar oleh Dingxi dengan keras.


"Yang mulia, apa yang harus kita lakukan agar, wanita ini mau membuka mulutnya ?" tanya Dingxi.


"Aku punya sebuah siksaan yang menarik, agar dia segera mau membuka mulutnya,"

__ADS_1


"Siksaan apa yang mulia, hamba pasti akan melakukannya, "


"Misalnya mengambil sejenis daging yang diiris tipis tipis, lalu dipanggang hingga harum,ketika bertanya padanya, jika tidak mau menjawab, maka makan sepotong, jika masih tidak mau menjawab,maka makan sepotong lagi. "


"Daging apa yang mulia? "


"Kulitnya sendiri! lalu tuangkan madu keseluruh lukanya agar mengundang para semut ketubuhnya,kupastikan itu akan menjadi hiburan yang sangat sangat indah untuk dinikmati," sambil tersenyum licik.


"Dingxi,jangan kau lakukan itu! dia adalah istrimu, apa kau gila! mau menyiksa istrimu sendiri, lebih baik langsung kau bunuh saja, daripada kau menyiksanya seperti itu! " teriak lelaki yang disebelahnya.


Dingxi langsung membungkuk hormat. "Baiklah yang mulia, hamba pasti akan melakukannya, "


Ratu dunia roh langsung tersenyum senang kearah Dingxi. "Bagus Dingxi," lalu pergi dari ruangan penjara bawah tanah.


Pagi ini Kexing berpamitan pada semua rekannya dan juga pada semua para tetua akademi Roh Bulan,lalu menjenguk Xieyu sebentar,setelahnya langsung berangkat pulang kerumahnya.


Saat Sore hari, dirinya barulah sampai dihutan dekat dengan rumahnya, ia memutuskan untuk menunggu malam tiba, dan mengendap masuk kedalam akademi,lalu mencuri gigseng emas dan kabur kembali keakademi Roh Bulan.


Setelah lama beristirahat, akhirnya malampun tiba, Kexing memakai baju hitam dengan cadar hitam, mengendap masuk keakademi melalui tembok belakang agar tidak ketahuan.


Dengan bantuan roh pelindungnya menudahkanya untuk terbang melewati pagar dan naik keatas genteng ruangan satu keruangan lainnya.


"Siapa disana! " teriak salah satu murid saat melihat Xieyu yang terbang.


Kexing langsung turun dari atap, dan berlari pergi untuk bersembuyi, saat para murid berlarian mengejarnya, ia segera menyelinap masuk kedalam kamarnya yang tidak jauh darinya.


"Mungkin dia lari kearah sana! " teriak salah satu murid, karena tidak menemukan apapun disitu,akhirnya semuanya berlari pergi dan melaporkannya pada guru mereka.


Kexing memegang dadanya lalu membuang nafasnya berat. "Huftt...Selamet," lalu mengintip keluar untuk melihat situasi diluar,merasa sudah sepi, ia kembali keluar dan langsung pergi menyelinap kekamar peminpin akademi yang tak lain adalah kamar ayahnya sendiri.


Saat sudah berhasil menyelinap masuk kedalam kamar ayahnya, ia segera pergi keruangan pribadi ayahnya yang khusus untuk benda benda penting, Kexing menggeledah semua isi peti diruangan itu, mencari apa yang ia inginkan.


"Bagaiman apakah sudah ketemu? "


"Belum,sebenarnya dimana sih tua bangka itu menyinpanya?" Kexing tidak menoleh sedikitpun dan masih terus sibuk membuka semua peti.


"Disana, peti paling ujung, " sahutnya lagi.


"Oh makasih, " Kexing yang berjalan kearah ujung langsung menghentikan langkahnya saat ia tersadar bahwa ia telah tertangkap basah,ia menelan salivanya susah payah, lalu berbalik badan untuk melihat orang yang dibelakangnya. "Hehe...Ayah," cengengesnya.


"Allen, Baijun, bawa dia keaula sekarang!" tegasnya lalu pergi.


Kexing yang sudah bersiap untuk kabur, langsung disergap oleh kedua kakanya, dan diseret pergi keaula. "Ka,aku mohon lepaskan aku! " pintanya.

__ADS_1


"Jangan harap, " sinis Wen Allen.


Saat sudah berada diaula, Kexing langsung dilemparkan kelantai,dan Wen Allen serta Wen Baijun pergi untuk duduk dikursinya.


"Katakan kesalahanmu! " hardik ayahnya.


Kexing langsung berdiri dan menatap ayahnya, "Mana pernah aku salah! akukan wanita yang selalu benar," jawab Kexing ngawur.


"Kexing!" bentak ayahnya yang sudah murka oleh kelakuan anaknya.


"Kebenaran pertama, aku kabur dari akademi, kebenaran kedua adalah aku menyelinap masuk akademi dan mencuri, puas!" katanya.


"Sejak kapan kabur dan mencuri adalah perbuatan benar! "


"Yakan kabur hidup hidupku sendiri ya terserahku lah, mencuri juga dirumah sendiri, bukan rumah orang lain, coba dimana letak kesalahanku? " ejek Kexing yang sama sekali tidak takut dengan amukan ayahnya.


Telunjuk ayahnya mengarah padanya. " Kauuu! " Kexing yang mendapat tatapan tajam dari ayahnya hanya memutar bola matanya malas.


" Sebenarnya apa yang ingin kau curi," tanya Wen Allen.


"Aku mau mencuri Gingseng emas, " jawab Kexing cepat.


"Untuk apa kau mencurinya?" tanya Wen Baijun penasaran.


"Untuk urusan penting, ayah bawa sini ginseng itu aku membutuhkannya," pintanya.


"Tidak akan! sampai matipun tidak akan kuberikan padamu!" bentaknya.


"Baiklah kalau ayah tidak mau memberikannya, aku akan mencarinya sendiri, " ucap Kexing lalu bersiap untuk kabur.


"Tangkap dia! " perintah ayahnya.


Kexing yang sudah terbang, langsung ditarik oleh kedua kakanya dan dijagal agar tidak kabur.


"Bawa dia kekamarnya dan kurung dia sekarang! "


"Tua bangka! lepaskan aku! " teriaknya.


Jangan lupa like and komen


Biar author tambah semangat upnya....


ingatt!!! jangan menjadi pembaca bayangan!!!!

__ADS_1


__ADS_2