Dunia Roh

Dunia Roh
Perubahan Tubuh Xieyu part 1


__ADS_3

Sampai pada waktu subuh tiba, racun yang ada ditubuh Xieyu baru bisa ternetralisir oleh pil penawar, walaupun tubuhnya sudah tidak kejang kejang dan mengeluarkan darah lagi, namu tubuh Xieyu terasa lemas karena kehilangan banyak darah, Xieyu yang merasa pusing menyandarkan tubuhnya pada kursi yang tak jauh darinya.


Kexing yang masih dalam keadaan kedua tangan dan kakinya terikat, perlahan Kexing mengerjapkan matanya karena terlalu lama pingsan,saat pertama membuka matanya padanganya tertuju pada Kexing yang bersandar pada kursi yang ada didekatnya.


"Heh kau, cepat lepaskanlah ikatan ditanganku! " perintahnya pada Xieyu.


Xieyu perlahan menoleh kearah Kexing, lalu menggangguk dan berusaha sekuat tenaga untuk berdiri membantu membuka ikatan tali dikedua tangan dan kaki Kexing.


"Kenapa telinga dan hidungmu mengeluarkan darah? " tanya Kexing penasaran.


"Berkelahi, " jawab Xieyu pelan.


Kexing melirik Xieyu sekilas. "Dasar lemah! cuma melawan segerombolan orang saja kau tak mampu,pecundang!" ucapnya menghina ,lalu melenggang pergi setelah Xieyu menbuka semua ikatanya.


Dari malan hingga waktu hampir pagi, Lie Jan dan Shan sama sekali tidak bisa tidur ataupun beristirahat dengan tenang, karena khawatir dengan keadaan Xieyu dah Kexing yang tak kunjung kembali.


"Aku sudah tidak bisa lagi menunggu, ayo kita cari mereka berdua! " ucapnya pada Shan.


"Baiklah," kata Shan setuju.


Saat mereka berdua berjalan kearah pintu, tiba tiba pintu terbuka dan muncullah Kexing dan juga Shan dibelakangnya dengan berjalan pelan dan tetap memasang wajah dinginnya.


"Akhirnya kalian kembali," kata Lie Jan sambil tersenyum kearah mereka berdua.


"Terimakasih dewa, atas perlindunganmu," doa Shan sambil mengarahkan pandanganmya keatas.


"Apa kalian baik baik saja? " tanya Lie Jan pada Xieyu, yang langsung diangguki kepala oleh Xieyu.


"Sebaiknya kita segera pergi meninggalkan tempat ini, sebelum mereka semua kembali, " ucap Kexing yang diangguki oleh semuanya.


Kemudian mereka berempat langsung bergegas pergi meninggalkan akademi Roh Bintang untuk melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda, saat ini mereka sudah sampai di kota Chang'an,mereka memutuskan untuk bermalam disalah satu penginapan disana, karena hari sudah larut malam.


Mereka berempat saat ini sedang menunggu hidangan makanan ,yang terbilang cukup mewah dipenginapan itu.

__ADS_1


"Coba ceritakan apa yang sebenarnya terjadi malam itu? " tanya Shan pada Xieyu yang duduk disebelahnya.


"Malam itu, aku menghajar semua pria bertopeng yang ada disana sampai mereka kuwalahan,kemudian aku kalah karena mereka menggunakan cara licik, menaburkan racun padaku, sehingga membuatku pingsan dan kalah, " sahut Kexing cepat, yang duduk tepat didepan Shan, dengan memasang wajah sombongnya.


"Apa kau juga berkelahi dengan mereka Xieyu? kenapa wajahmu pucat sekali? " tanya Shan sambil menatap wajah Xieyu.


"Dia memang berkelahi dengan mereka, mangkanya langsung sakit seperti ini, memang dasar lemah! " hina Kexing lagi,


Xieyu sama sekali tidak menanggapi ucapan Kexing, walaupun ia tau bahwa yang Kexing katakan semuanya adalah bohong, jelas jelas Kexing kalah telak dengan pemimpin pria bertopeng hanya dengan dua kali serangan,namun ia tetap memilih untuk diam, karena malas berdebat yang hanya akan membuang energinya..


"Kenapa mulutmu itu tajam sekali? kalau bukan karena kau yang gegabah malam itu, mana mungkin Xieyu akan sakit seperti ini, " sulut Shan yang emosi dengan perkataan pedas dari Kexing.


Seorang pelayan datang dan menaruh semua hidangan yang ia bawa diatas meja. "Sudahlah, ayo kita makan, " sahut Lie jan menengahi pertengkaran mereka.


"Makanan disini sangatlah lezat,membuat amarahku sedikit mereda karenanya." Shan tersenyum sambil terus mengunyah makanannya.


Lie jan menyumpit sayuran dan memberikannya pada mangkuk milik Xieyu. "Makanlah sayur itu, agar tubuhmu cepat pulih,rasanya yang pedas manis membuat lidahmu tak bisa berhenti," ucapnya sambil tersenyum.


Xieyu langsung mengangguk dan mengambil sumpitnya untuk makan. "Hambar," ucap Xieyu saat mengunyah sayuran dimulutnya.


Shan langsung mengambil sayuran yang dimakan oleh Xieyu dan memasukkanya kedalam mulutnya. "Ini sangatlah lezat, bagaimana bisa kau mengatakan sayuran ini hambar? " katanya pada Xieyu.


"Mungkin lidahku yang bermasalah," imbuhnya.


Kini Guang Jun dan Li Chuan tengah duduk bersama disebuah paviliun yang ada dihalaman akademi Roh Bulan, sambil bermain catur dan menikmati secangkir teh dan kue teratai yang ada dimeja.


"Ayo cepat majulah!" kata Li Chuan yang sudah tidak sabar melihat Guang Jun yang tidak segera bermain.


"Sabarlah guru, aku sedang berfikir ," Sambil terus memandang tajam papan catur didepanya.


"Cepatlah sedikit! " desaknya lagi.


"Sudahlah aku mengaku kalah, " pasrah Guang Jun, karena selama sepuluh tahun menjadi murid Li Chuan, ia sama sekali tidak pernah menang melawan gurunya dalam bermain catur.

__ADS_1


"Hem,dasar murid bodoh! " makinya sambil mengambil secangkir teh diatas meja.


Guang Jun menatap kolam yang dipenuhi dengan tanaman teratai yang letaknya tak jauh darinya, tiba tiba pikirannya teringat pada keempat muridnya yang sedang menjalankan misi.


"Guru,bagaimana keadaan keempat murid kita sekarang? " tanyanya pada gurunya.


Li Chuan memegang jenggot putihnya yang panjang dan mengarahkan pandangannya pada muridnya yang berada didepanya. "Pedang semakin lama diasah maka akan semakin tajam, sedangkan pedang yang sudah lama dibiarkan terbengkalai semakin lama akan semakin berkarat, begitupun dengan manusia,semakin lama manusia melewati banyak rintangan dan cobaan dalam hidupnya maka pikirannya akan semakin terbuka, begitupun sebaliknya jika semakin lama manusia dibiarkan terbengkalai tanpa pernah merasakan yang namanya cobaan,maka hidupnya semakin lama akan semakin memburuk, karena cara berpikirnya yang tidak pernah berubah, "


Guang Jun yang maksud dengan ucapan gurunya langsung mengangguk paham, karena semua yang dilakukan guru pada muridnya semata mata adalah untuk kebaikan murid itu sendiri.


Setelah menyelesaikan ritual makannya, mereka berempat langsung bergegas menuju kamar untuk tidur, saat Kexing, Shan, dan juga Lie Jan sudah tertidur pulas, Xieyu yang tidak bisa tidur, memilih bangkit dari tidurnya dan berjalan keluar kamar, menuju dapur.


Saat sampai didapur, Xieyu langsung menghampiri salah satu pelayan yang sedang sibuk memasak dibelakang, dan menepuk pundak pelayan itu pelan.


"Tuan apa kau punya sesuatu yang rasanya sangat tajam dilidahi? " tanya Xieyu pada pelayan itu.


"Iya ada tuan,apa tuan membutuhkannya?" tanya pelayan itu.


"Iya tuan, tolong ambilkan," pinta Xieyu.


Pelayan itu langsung berjalan masuk kedalam ruangan dan kembali lagi dengan membawa sesuatu ditangannya lalu memberikannya pada Xieyu. " Ini tuan, "


"Cabai? " tanya Xieyu.


"Iya tuan, karena rasa pedas dalam cabai adalah yang tertajam dilidah tuan, "


"Terimakasih," ucapnya lalu berjalan pergi meninggalkan dapur itu dan kembali lagi kekamarnya.


Xieyu yang sudah duduk diatas kursi, menatap cabai ditanganya,lalu memakan cabai itu secara perlahan,agar lidahnya bisa merasakan rasa pedas yang ada pada cabai itu.


"Kenapa lidahku tidak bisa merasakan pedasnya cabai, " gumamnya panik, "Apa dugaanku benar, "


Jangan lupa like and komen

__ADS_1


Biar author tambah semangat upnya...


ingat!!! jangan menjadi pembaca bayangan!!!!


__ADS_2