
Hati Kexing benar benar hancur, saat melihat Xieyu yang selalu ia benci, hina, dan ia suruh suruh, malah nenyelamatkan nyawanya, saat ini hatinya sungguh terpukul,melihat keadaan Xieyu yang sudah seperti mayat hidup dengan wajah pucat, seluruh badan membiru, bahkan sudah tidak memiliki panca indra, andai saja ia tidak gegabah saat menyerang roh air mungkin Xieyu saat ini akan baik baik saja.
"Xieyu,maaf...Aku sungguh menyesal, seharusnya aku yang ada diposisimu sekarang, hiks,hiks..." tangisnya menyesali semua perbuatannya selama ini pada Xieyu.
Lie Jan yang baru saja masuk kedalam kamar Kexing,langsung menghampiri Kexing yang terduduk dilantai sambil menangis. "Sudahlah,jangan terus menerus menyalahkan dirimu sendiri,yakinlah bahwa kita bisa menyelamatkan Xieyu," ucapnya menenangkan, sambil mengusap pundak Kexing.
Kexing langsung menatap wajah Lie Jan. "Seharusnya akulah yang merasakannya! bukan Xieyu!"
"Yakinlah bahwa Xieyu akan baik baik saja, karena saat ini para tetua akademi, sedang mencari penawar untuk obat Xieyu."
Diaula akademi Roh Bulan,sekarang sedang berkumpul para tetua akademi, untuk menangani masalah Xieyu yang sedang keracunan racun Gu.
"Baiklah para tetua akademi, aku akan langsung berbicara inti dari pertemuan mendesak kali ini, sebenarnya salah satu murid baru akademi Roh Bulan yang bernama Xieyu,kini nyawanya tengah dalam bahaya karena racun Gu ditubuhnya,saat menjalankan misi dari akademi, diperjalanan ia terkena racun mematikan itu,jadi para tetua lain tolong membantu untuk menemukan penawar racun itu."
Semua orang yang ada disana, langsung terkejut saat mendengar kata racun Gu yang sangat memakitakan,bahkan sangat langka orang yang bisa membuat racun itu.
Li Chin yang merupakan adik kedua dari Li Chuan langsung angkat bicara. "Kaka pertama,bagaimana bisa ia terkena racun yang sangat langka itu, siapa yang telah berhasil membuat racun itu? " tanyanya penasaran.
Sang penasehat akademi yang bernama Chuainan juga ikut angkat bicara. " Racun Gu adalah racun yang dibuat dari tanaman emas langit, bunga bulan madu, Es racun pegunungan canfai serta duri tanaman chanai, semuanya merupakan tanaman beracun, yang jika meminumnya ,dua hari kemudian akan langsung mati. "
"Aku juga kurang tau, kapan dia terkena racun itu, sebaiknya kita semua kesana untuk memastikanya." akhirnya semua tetua yang ada disana pergi kekamar Xieyu.
Sedangkan Xieyu yang berada dikamarnya sekarang hanya berdua dengan Shan yang tengah menyuapinya sup hangat, dengan sangat telaten Shan mengurus semua keperluan Xieyu tak jarang Lie Jan dan juga Kexing bergantian mengurus dan menjaga Xieyu.
__ADS_1
Saat Shan kembali menyendokan sup keXieyu,Xieyu menutup rapat rapat mulutnya dan menggeleng pelan.
"Yadewa,ingin rasanya aku menangis melihatnya tersiksa seperti ini, walaupun sifatnya dingin, tapi aku tau bahwa hatinya sangatlah lembut, aku tau bahwa sebenarnya hatinya sangatlah sensitif, kenapa kau buat orang sebaik dia seperti mayat hidup yang penuh penderitaan." tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya.
Karena Shan yang diam saja tanpa bergerak menyentuh tubuh Xieyu, membuat Xieyu berfikir bahwa Shan sudah pergi meninggalkan kamarnya, Xieyu termenung lalu memanggil bundanya lirih. "Bunda! Bunda dimana ? " ucapnya pelan.
"Hiks..Hiks... Kau tau bunda,sekarang anak bunda buta dan tuli, tidak bisa mencium bau apapun, bahkan Xieyu sekarang tidak bisa merasakan rasa makanan apapun,Xieyu rindu bunda! " teriaknya keras.
Xieyu meremas selimutnya kuat. "Kenapa kau egois! kenapa kau meninggalkanku, kenapa kau tak pernah memikirkan perasaanku, kau tau aku sangat menderita selama kau pergi, aku hidup seperti orang lain ,senyuman dan keceriaan dalam hidupku menghilang, berganti dengan kesedihan setelah kepergianmu!"
Shan yang awalnya hanya diam, karena ingin mendengar curahan hati Xieyu,akhirnya ikut terbawa suasana dan menangis,ia langsung mendekap tubuh Xieyu dalam pelukanya.
"Hiks...Menangislah! menangislah Xieyu aku tau bahwa hatimu itu rapuh, kau hanya terlihat kuat diluar, aku tau! " Shan mengucapkan semuanya walaupun ia tau Xieyu tidak mungkin bisa mendengarnya.
Lie chuan dan para tetua lainnya yang baru saja masuk kamar Xieyu,langsung panik saat melihat Xieyu yang terus memukuli dirinya sendiri, dengan cepat Lie Chuan berlari kearahnya.
"Tolong bantu pegang dia! Kau bantu buka mulutnya Shan." Lie Chuan mengeluarkan pil dari bajunya yang memasukinya kemulut Xieyu.
Setelah meminumnya Xieyu berhenti memberontak dan dan ambruk kepelukan Guang Jun yang juga duduk disebelahnya.
"Pil itu bisa mengembalikan panca indra miliknya dalam waktu limabelas menit, cukup untuk menjawab semua pertanyaan kita, " ucap Li Chuan yang berdiri didepan Xieyu bersama dengan tetua lainya.
Xieyu menatap wajah semua orang yang ada disana saat matanya kembali bisa melihat. "Guru ak aku bisa melihat?" tanyanya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kau bisa melihat untuk sementara,sekarang jawablah semua pertanyaan dari para guru,agar bisa mencari penawar racunmu," jawab Guang Jun, lalu diangguki oleh Xieyu.
"Jadi bagian bisa kau terkena racun Gu?" tanya Chuanian.
"Waktu itu, aku berusaha menyelamatkan Kexing yang ditangkap oleh bawahan ratu dunia roh yang tengah berada diakademi Roh Bintang,awalnya mereka ingin menjadikan Kexing sebagai kelinci percobaan mereka, namun aku datang dan menggantikan Kening meminum racun itu, setelah aku meminumnya tubuhku membiru ,deru nafasku tidak beraturan, bahkan semua panca indraku juga mengeluarkan darah, salah satu pemimpin yang bernama Dingxi memberiku pin penawar yang bisa membuatku bertahan untuk satu bulan lamanya," jelas Xieyu.
"Lalu sejak kapan kau kehilangan panca indramu? "tanyanya lagi.
"Satu hari setelahnya, aku tidak bisa merasakan rasa makanan yang ku makan, keesokanya aku tidak bisa menghirup bau apapun,setiap malam tubuhku akan membiru dan keringatku akan bercucuran karena suhu tubuhku yang panas, setiap kali racun ini kambuh, rasanya seperti ditusuk ribuan pedang dari semua arah," ucapan Xieyu berhenti saat matanya kembali gelap, dan telinganya kembali sunyi.
"Teruskan ucapanmu?" ucap Guang Jun.
"Guru,kenapa mataku kembali gelap, kenapa semuanya terasa sunyi?" tanyanya panik.
"Kita harus segera bergegas untuk mencari penawarnya, " imbuh Li Chin.
"Ada satu penawar yang harus segera kita dapatkan untuk memperpanjang waktu hidupnya,sebelum kita menemukan penawar sesungguhnya," kata Chuanian
"Apa itu guru? " sahut Kexing yang tiba tiba masuk kedalam.
jangan lupa like and komentar
Biar aurora semsngat upnya ....
__ADS_1
ingat!!!! jangan jadi pembaca bayangan!!!