
Diaula akademi Roh Bintang tengah berkumpul para pria berjubah hitam dan bertopeng hitam, mereka sedang berdiskusi untuk membahas beberapa hal tentang perintah yang mulia ratu dunia roh.
"Kita semua harus segera menyelesaikan misi kita! " kata pria yang duduk dikursi paling depan yang merupakan pemimpin pasukan bertopeng itu.
"Kau harus ingat Dingxi, jika kita gegabah, maka para setan roh itu bisa memberontak secara bersamaan dan bisa membunuh kita semua yang ada disini," sahut salah satu pria bertopeng lain.
"Maka dari itu, kau harus segera mempercepat pembuatan ramuan obat itu,jangan membuat ratu menunggu terlalu lama, atau nyawa kita yang akan menjadi taruhanya, " imbuh Dingxi pemimpin pasukan bertopeng.
"Kita sedang membutuhkan orang untuk menguji coba ramuan itu,jadi bersabarlah, sampai kita menemukan orang yang tepat."
Brakk... Brakk...Tiba tiba terdengar suara perkelahian yang berasal dari luar,membuat semua orang yang ada didalam aula itu saling menoleh.
"Cepat kita keluar, untuk melihat keributan apa itu," kata Dingxi, lalu semua orang yang ada didalam berlari mengahambur keluar.
Saat mereka semua keluar, mereka terkejut karena melihat seorang pemuda tampan dan terlihat berwibawa sedang berkelahi dengan para pasukan bertopeng yang lain dihalaman depan aula.
Prok..Prokk...Prokk... Terdengar suara tepuk tangan yang berasal dari pemimpin pasukan bertopeng yang membuat pria yang tak lain adalah Kexing ,langsung menghentikan serangannya.
"Siapakah gerangan anak muda yang pemberani ini? " tanyanya pada Kexing.
"Kau tidak perlu tau siapa namaku, yang terpenting sekarang kau dan para bawahanmu harus mati ditanganku!" teriak Kexing pada Dingxi.
"Baik,akanku terima tantanganmu! " ucapnya menyetujui.
Kexing langsung mengeluarkan kedua cincin rohnya dan sayap kupu kupu yang ada dipunggungnya. "Bersiaplah... Hiyakkk..." Teriak Kexing saat dirinya sudah terbang dan siap menyerang Dingxi.
Dingxi langsung mengeluarkan empat cincin rohya dan juga asap hitam yang tebal ditubuhnya,sebelum Kexing berhasil menyerang Dingxi,tubuhnya sudah terlebih dulu terpental karena serangan dari Dingxi yang kekuatannya jauh lebih kuat dari Kexing.
Huekk...Kexing langsung menyemburka darah kental dari mulutnya, saat tubuhnya menghantam keras kepohon yang ada dihalaman itu.
Brakk...Untuk kedua kalinya tubuh Kexing dilempar kearah tiang, membuatnya kembali memuntahkan darah dan langsung tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Cepat bawa dia! kita akan menggunakannya sebagai kelinci percobaan kita," ucap Dingxi.
"Tunggu!" teriak seseorang yang tiba tiba muncul dari kegelapan malam.
Dingxi menarik nafasnya berat lalu memandang remeh kearah lelaki itu. "Kenapa malam ini banyak sekali tikus berkeliaran disini. " sambil membenarkan topeng yang ada diwajahnya.
"Lepaskan dia! bawalah saja aku! aku rela menggantikannya sebagai kelinci percobaanmu, " ucapnya menatap serius kearah Dingxi.
"Tidak semudah itu, mana mungkin aku melepaskan dua mangsa yang dengan suka rela masuk kemarkasku dengan mudah," katanya sambil tersenyum.
"Hiyakkk... " Teriak Dingxi mengarahkan kekuatannya kearah pria yang ada didepanya secara tiba tiba, membuat pria itu langsung terpental jauh keatap bangunan, dan terjatuh ketanah, pria itu langsung memegang dadanya yang terasa sesak.
"Bawa mereka semua! " perintah Dingxi, lalu beberapa pasukan bertopeng lainnya membawa mereka berdua kedalam salah satu ruangan yang ada disana.
Disisi lain, saat ini Shan dan Lie Jan sedang cemas dengan keadaan Kexing dan Xieyu, Lie Jan terus berjalan mondar mandir sambil menatap kearah pintu masuk, menunggu kedatangan mereka berdua.
"Semoga mereka berdua baik baik saja," ucap Lie Jan cemas.
"Sebaiknya kita pergi mencari mereka berdua," kata Lie Jan.
"Jangan! jika kita semua tertangkap, maka kita semua akan mati, lebih baik kita tunggu mereka berdua sampai pagi," sahut Shan.
"Baiklah, jika waktu fajar tiba, mereka tidak kunjung datang, maka kita harus segera pergi membantu mereka berdua," kata Lie Jan kekeh.
Didalam ruangan yang terdapat banyak kuali kuali dan tungku untuk memasak, serta tanaman tanaman herbal dan beberapa tanaman racun memenuhi ruangan itu.
Kexing yang tidak sadarkan diri, sekarang kedua tangan dan kakinya terikat dikursi, sedangkan pria yang tak lain adalah Xieyu, kini tengah duduk didekat kursi Kexing namun kedua tangan dan kakinya tidak rerikat.
"Bagaimana? apakah ramuan racun Gu sudah selesai kau buat? " tanya Dingxi pada salah satu tabib yang sedang menaruh beberapa tanaman beracun kedalam kuali yang mendidih.
"Ini sudah siap tuan," ucapnya, lalu meberikan mangkuk yang berisi ramuan itu pada Dingxi.
__ADS_1
Dingxi langsung menerima racun Gu dan memberikannya pada Xieyu yang duduk didepanya. "Minumlah secara sukarela, aku tak akan memaksanya, jika racun yang ku buat berhasil maka dengan sukarela aku akan melepaskanmu dan juga temannu, " ucapnya santai.
Xieyu menerima mangkuk racun Gu,racun itu berwarna biru pekat dan baunya sangatlah menyengat, tanpa pikir panjang Xieyu langsung meminum racun itu sampai habis dan membuang mangkungnya kesembarang arah.
"Bagus, " kata Dingxi.
Setelah meminumnya wajahnya langsung berubah pucat, dan tubuh Xieyu langsung merasakan hawa panas yang menjalar keseluruh tubuhnya, Xieyu meremas dadanya yang terasa sesak, deru nafasnya mulai memburu, dari celah hidungnya dan telinganya mengeluarkan darah segar, Brukk...Tiba tiba tubuh Xieyu terjatuh kelantai dan tubuhnya mengalami kejang kejang.
"Hahaha...Akhirnya racun Gu yang kita buat selama bertahun tahun telah berhasil," tawa Dingxi penuh bahagia saat melihat tubuh Xieyu yang mengalami kejang kejang dan keringat yang terus bercucuran.
Huekk...Xieyu menyemburkan darah dari mulutnya sampai tiga kali berturut turut, membuatnya banyak kehilangan darah, kesadarannya perlahan mulai memudar.
"Berikan dia pil penawarannya!" perintah Dingxi pada tabib.
"Untuk apa kau membantunya?" tanya salah satu bawahannya.
"Pil itu hanya bisa menangkal racun Gu selama satu bulan, walaupun memakan pil penawar itu, tubuhnya setiap hari akan mengalami perubahan yang membuatnya semakin hari semakin menderita, pil itu hanya akan membuatnya menderita karena tak kunjung mati,pantas untuk dia rasakan karena sudah lancang masuk kedalam markas kita, " kata Dingxi.
"Terserah padamu! " katanya.
"Baiklah sekarang kita harus segara melapor pada ratu, dan memberikan racun Gu ini padanya," lalu berjalan pergi meninggalkan Xieyu dan Kexing.
Selama tiga jam lebih, Xieyu masih tersadar dengan rasa sakit yang luar biasa,ingin rasanya ia menangis dan menjerit karena tak tahan dengan yang ia alami, Xieyu lebih memilih menggigit bibir bawahnya sendiri agar tidak bersuara,ia takut Kexing akan terbangun dan melihat kondisinya yang sangat memprihatinkan.
Didalam hati Xieyu,ia terus memanggil bundanya,ia takut jika ia tidak bisa bertahan maka ia tidak akan bisa bertemu dengan bundanya untuk terakhir kalinya, Xieyu terus terjaga agar matanya tidak tertutup, ia sangatlah takut mati karena ia belum berhasil menjadi kuat seperti yang bundanya inginkan.
jangan lupa like and komen...
Biar author semangat upnya.
ingat!! jangan menjadi pembaca bayangan!!!!
__ADS_1