
Malam ini Guang Jun dan juga kelima muridnya memilih untuk menginap disebuah penginapan yang tak jauh dari hutan roh, setelah selesai makan malam, mereka semua langsung bergegas naik keatas kamar dan tidur bersama disatu ruangan yang hanya beralaskan tikar, masing masing mendapatkan satu bantal dan juga satu selimut.
Mereka semua tertidur dengan sangat nyenyak karena rasa lelah seharian berjalan dan berkelahi melawan setan roh ,setelah mengarungi pulau kapuk dengan sangat nyaman,mereka semua terbangun ketika ayam yang sudah berkokok, menandakan jika waktu pagi sudah tiba.
Xieyu yang terganggu dengan suara ayam yang berkokok langsung membuka kedua matanya lebar, serta meregangkan kedua tangannya,setelahnya bangun dari tidurnya dan membangunkan semua orang.
Setelah selesai mandi dan memakan sarapan pagi, mereka semua langsung bergegas pergi dari penginapan itu, dan kembali keakademi, saat hari hampir siang mereka semua baru sampai di akademi.
"Huah...Akhirnya sampai juga! " teriak Shan kegirangan ,saat melihat pintu gerbang masuk akademi.
"Hayohhh...Aku sudah tidak sabar untuk tidur diranjangku yang wangi, lihat saja aku akan tidur sampai besok pagi! " semangat Kexing, dan langsung berlari terlebih dulu meninggalkan yang lainnya.
Guang Jun dan yang lainnya hanya tersenyum simpul melihat tingkah laku Shan dan juga Kexing yang tidak ada bedanya.
Dengan cepat Kexing berlari masuk kedalam kamarnya lalu menjatuhkan tubuhnya keatas ranjangnya dengan senyuman yang terus mengembang dibibirnya. "Akhirnya! aku tidur! hidup tidur!" semangat Kexing sambil merangkul gulingnya dan menutup kedua kelopak matanya bersiap untuk mengarungi pulau kapuk.
"Ehem!" bunyi deheman seseorang.
"Heikk...Kapan aku berdehem? bukankan dari tadi aku diam ?" batin Kexing kebingungan.
"Ehemmn..." terdengar kembali bunyi deheman seseorang yang lebih keras.Membuat Kexing melepaskan pelukan pada gulingnya dan membalikkan badanya.
"Heisss... Kenapa kalian berdua ada disini? " tanya Kexing pada dua orang yang tak lain adalah kedua kakanya yang tengah duduk santai tak jauh dari ranjangnya.
"Kenapa? apa kita tidak boleh datang?" hardik Wen Allen dengan tatapan sinis kearah Kexing.
"Ya terserah kalian! tapi untuk apa kalian datang? " tanyanya penasaran sambil memandang wajah kedua kakanya secara bergantian.
Kedua kakanya saling pandang lalu mengangguk mantap, dan berjalan kearah Kexing,membuat Kexing melongo kebingungan. "Ka.. Kalian mau apa? " panik Kexing yang sudah bersiap loncat dari atas ranjangnya.
Sebelum berhasil meloncat,kedua kakanya lebih dulu menangkapnya dan dengan sigap melucuti semua pakaian yang Kexing gunakan dan menyeretnya kekamar mandi.
"Huaaaa... Kalian gila ya! lepaskan aku! dasar cabul! kalian cabulll! " teriak Kexing histeris.
__ADS_1
Karena letak kamar Kexing dan yang lainnya saling berdekatan, membuat mereka semua langsung keluar dari kamar masing masing dan berlari kearah kamar Kexing yang berada paling ujung.
"Kexing! " teriak Shan dan yang lainnya sambil mengedor gedor pintu kamar Kexing.
"Pintunya terhalang kekuatan pelindung roh!" sahut Xieyu yang terus berusaha membuka pintu secara paksa.
"Semuanya! tolong aku! tolong kesucianku! kedua kakaku memaksaku!" teriak Kexing kembali dari dalam.
Shan dan Lie Jan yang maksud dengan perkataan Kexing barusan langsung terkejut, mulutnya dan kedua matanya membulat sempurna, mereka berdua kembali mendobrak pintu kamar Kexing.
"Kexing jangan kau berikan keperawananmu pada orang lain Kexing! Ingatlah! bahwa pisang dengan pisang tidaklah benar! yang benar tetaplah pisang dengan jeruk!" teriak Shan kembali.
"Hah...?" bingung Xieyu.
Shan yang masih fokus menggedor pintu menepuk bahu Xieyu. pelan. "Sudahlah kau tidak akan mengerti! kau masih terlalu muda!" ejeknya.
"Ouh,"
Setelah lama mengenggebrak gebrak pintu, tiba tiba pintu terbuka, dan muncullah Web Allen dibalik pintu. "Mana Kexing ?" sungut Shan.
"Di dalam," jawabnya.
"Seharusnya sebagai lelaki,kau melindungi kesucian laki laki lain! bukan malah membuatnya terjerumus kejalan yang salah!" hardik Shan,yang terus memojokkan Wen Allen tampa henti.
Sedangkan Xieyu dan Lie Jan serta Zhang Shi lebih memilih langsung menerobos masuk kedalam, meninggalkan Shan yang sedang mengoceh dengan Wen Allen.
Mereka menggeledah seluruh kamar Kexing namun tak kunjung menemukanya. "Arghhh...!" teriak Kexing,membuat mereka langsung bergegas menuju sumber suara Kexing yang ternyata berada dikamar mandi bersama seorang pria lain.
"Kexing!" teriak mereka bertiga bersamaan,saat melihat seorang pria yang tengah menahan tubuh Kexing untuk tetap berada didalam air, mereka berlari kearah bak mandi Kexing,namun belum sempat mereka mendekat,Wen Baijun lebih dulu menghalanginya dengan kekuatan roh pelindung.
"Jangan kemari! dia telanjang! apa kalian mau melihatnya! kurasa tidak kan? aku yakin punya kalian lebih besar dan bertenaga! tidak seperti punya bocah dungu ini! kecil dan loyo! " ejek Wen Baijun yang membuat Kexing memalingkan wajahnya karena malu setengah mati.
"Apa yang kau maksud dengan besar dan yang kecil? " bingung Xieyu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
Zhang Shi menghembuskan batasnya berat. "Terlalu polos!"
"Kexing! tetaplah jaga keperawananmu! ingatlah jeruk lebih menggoda daripada pisang! " panik Lie Jan.
"Bhahahah..." Mendengar ucapan Lie Jan, Baijun langsung tertawa karena tidak tahan dengan istilah yang Lie Jan katakan, sedangkan Xieyu bertambah pusing dengan istilah yang Lie Jan gunakan.
Berbeda lagi dengan Kexing,ia seakan ingin sekali memakan daging Lie Jan mentah mentah. "Dasar bodoh! aku ini seorang laki laki, bukan perempuan! mana ada lelaki perawan bodoh! mana mungkin aku melakukannya dengan kakaku sendiri! " sungut Kexing.
"Kaka?" ucap mereka bertiga serempak.
Sedangkan saat ini Yang Zi sedang dirundung kebingungan, ia berjalan mondar mandir didalam kamarnya yang berada disanggar,saat ia sedang memikirkan solusinya tiba tiba terdengar suara jendela didobrak,dan muncullah sosok perempuan yang paling tidak diharapkan kehadiranya.
Wanita yang tak lain adalah Xing Chi,ia menerobos masuk melalui jendela kamar Yang Zi, saat melihat Yang Zi panik melihat kehadiranya,Xing Chi langsung tersenyum kearah Yang Zi dan turun dari jendela berjalan mendekat kearah Yang Zi.
"Apa kabar Yang Zi? " sapanya,kemudian duduk dikursi dengan kaki menyilang.
"Untuk apa kau datang kemari? " .
Xing Chi tersenyum dan melirik Yang Zi yang berdiri tak jauh darinya. "Seharusnya kau tau bukan? tanpa harus ku beritahu?"
"Aku tidak takut dengan ancamanmu!" sulut Yang Zi.
Xing Chi mengenghembuskan nafasnya perlahan. "Baiklah jika itu keputusanmu! maka aku juga akan melakukan sesuatu sesuai keputusanku! " ancam Xing Chi, lalu bangkit dari duduknya dan berjalan pergi.
"Tunggu!" ucap Yang Zi. Membuat Xing Chi menghentikan langkah kakinya dan berbalik badan.
"Aku setuju! "
"Bagus! keputusan yang sangat tepat! untuk selanjutnya aku akan datang kembali besok,dan memberitahukan rencana kita selanjutnya , aku pergi dulu. " Setelah mengatakan semuanya Xing Chi naik kejendela dan terbang pergi entah kemana.
Sedangkan Yang Zi menatap nanar keluar jendela. "Semoga keputusan yang ku ambil adalah keputusan yang benar! tunggu aku pemimpin!" gumamnya.
Jangan lupa like and komen
__ADS_1
Biar author tambah semangat upnya...
ingat jangan menjadi pembaca bayangan!!!