
"Dia sadar!" teriak lelaki yang menyayat dada Xieyu pada temanya.
"Langsung bunuh saja bodoh! " ucap teman lelaki itu.Kemudian lelaki itu berjalan kearah Xieyu bersiap untuk menujah perut Xieyu.
"Hiyakkk..." Teriak lelaki itu saat pisau ditanganya sudah berada tepat diatas perut Xieyu.
Brakkk...Suara lelaki itu yang jatuh membentur meja disebelahnya karena tendangan kaki Xieyu,Xieyu menggelengkan kepalanya pelan lalu bangkit dari tidurnya,dan menutup kembali kain bajunya, untuk menutup dadanya yang terbuka.
Xieyu yang melihat banyak jasad jasad yang sudah mati dengan tubuh yang sudah tidak layak dengan darah yang berceceran dimana mana, dan ada kuali besar yang penuh dengan berbagai jenis organ tubuh manusia membuatnya murka dengan kelakuan kedua lelaki itu,Xieyu tak habis pikir dengan kedua lelaki itu, dimana letak hati nuraninya kenapa bisa melakukan hal sekeji itu pada manusia lain.
"Biadab! " teriak Xieyu pada kedua lelaki itu.
Teman lelaki itu langsung mengambil pedang yang ada dipinggangnya lalu menatap bengis kearah Xieyu."Bersiaplah kau akan mati!" teriaknya lalu berlari kearah Xieyu dengan pedang yang sudah siap menghunus tubuh Xieyu.
Xieyu langsung mengeluarkan roh pelindung didalam tubuhnya,sebelum berhasil menyerang Xieyu,ular hijau itu terlebih dulu menyerang dan menggigit tubuh lelaki itu,membuat tubuh lelaki itu langsung membiru karena terkena racun dari gigitan ular.
"Kau akan merasakan apa yang mereka rasakan! dasar manusia biadab! " teriak Xieyu kembali,tanganya mengepal, rahangnya mengeras wajahnya sudah memerah karena emosi.
Xieyu mengarahkan tanaman perak milikinya untuk merambat ketubuh lelaki itu agar tidak bisa bergerak, Xieyu berjalan cepat kearahnya dan memukul tubuh lelaki itu secara membabi buta.
"Arghhh...Lepaskan saya tuan, tolong, tolong lepaskan saya, ampuni saya!" teriak lelaki itu saat Xieyu terus menghujani pukulan pada tubuhnya.
Xieyu sama sekali tidak menghiraukan jeritan lelaki itu, tanganya terus sibuk memukul lelaki itu, padahal kondisi lelaki itu sudah sangat memprihatinkan,karena semua tumbuhnya sudah berubah menjadi warna biru keunguan dan wajahnya sudah lebam dan banyak mengeluarkan darah karena pukulan Xieyu.Fikiran dan akal Xieyu seperti sudah hilang kendali, Xieyu sama sekali tidak bisa mengontrol emosi dalam tubuhnya.
Jlepp...Darah segar yang kental langsung keluar dari balik punggung yang membasahi kain baju hitam milik Xieyu.
__ADS_1
Xieyu yang sedang fokus menghajar mangsanya sama sekali tidak menyadari bahwa salah satu teman lelaki itu sudah menghunuskan pedangnya pada tubuhnya.
Xieyu langsung menoleh kebelakang menatap bengis lelaki itu,membuat lelaki itu tersenyum devil kearah Xieyu. "Mati kau!" teriaknya kencang.
"Arghhhhh... " Teriak Xieyu,yang membuat tubuhnya langsung memancarkan cahaya lima warna dan simbol perak dikeningnya langsung keluar, ular hijau Xieyu langsung melilit tubuh lelaki itu dan menggigit serta mencabik cabik kulit lelaki itu secara membabi buta sampai lelaki itu menutup matanya dan mati.
Brukk...Tubuh Xieyu langsung jatuh ketanah karena energi dalam tubuhnya sudah terkuras habis, pandangannya buram dan kepalanya terasa berat, Xieyu menggelengkan kepalanya pelan lalu bangkit untuk berdiri dan membangunkan Shan dan yang lainnya.
Saat ini diaula istana,terlihat bangkai tulang belulang yang tergeletak didalam peti yang dibawa oleh salah satu pengawal ratu dunia roh.
"Setelah lama hamba mencari, hamba hanya menemukan tulang belulang itu didalam gua yang tidak jauh dari lembah tempat jendral Yu Xiyi jatuh baginda ratu," lapor Baiyi.
Ratu dunia roh langsung berjalan kearah peti itu, dan melihat tulang belulang itu secara intens. "Apa kau yakin dengan apa yang kau informasikan kepadaku? "
"Hamba yakin yang mulia ratu,karena hamba sudah mencari informasi keseluruh desa, mereka semua sama sekali tidak pernah menemukan jasad apapun dibawah jurang yang mulai ratu, " jawab Baiyi dengan penuh rasa takut.
Baiyi langsung bersujud kearah ratunya dengan tubuhnya yang bergemetar hebat karena rasa takut. "Hamba tau yang mulia ratu, hamba jamin, bahwa kerangka tulang itu adalah milik jendral Yu Xiyi,"
"Semuanya tinggalkan tempat ini! " teriak ratu dunia roh, mereka semua yang ada disana langsung pergi sebelum ratu dunia roh murka.
"Arghhhhhh... " teriaknya histeris,lalu menatap tengkorak didalam peti itu dengan tatapan yang sangat sulit diartikan,perlahan air bening mulai menetes membasahi pipinya, tanganya meremas kayu peti itu kuat.
"Apa kau ingat waktu kita kecil? apa kau ingat saat kau menyuapiku dengan tanganmu? saat kau menyelimuti tubuhku saat aku tidur, saat kau menjagaku dari para anak anak nakal itu, aku yang selalu bersamamu sejak kecil hingga kita tumbuh menjadi dewasa, tapi kenapa! kenapa kau memilih wanita ****** itu! " teriaknya histeris.
"Kenapa kau rela mati hanya demi wanita ****** itu! dasar bodoh! " teriaknya kembali lalu tubuhnya ambruk disamping peti itu.
__ADS_1
"Hahahahaha... Dasar lelaki bodoh! kau bahkan lebih memilih mati dari pada bersamaku, " tawa pilunya sambil menangis.
Bisa bersama dengan orang yang kita cintai memanglah suatu hal yang sangat membahagiakan dalam hidup kita, namun jika orang yang kita cintai tidak memiliki rasa yang sama, maka itu adalah sebuah penderitaan untuknya, karena cinta yang sesungguhnya adalah ketika kita melihat orang yang kita cintai bahagia walaupun bukan bersama dengan kita.
Saat Xieyu berhasil membangunkan Shan dan yang lainnya, mereka langsung bergegas untuk pergi meninggalkan ruangan yang pengap itu, yang ternyata letaknya berada disebuah hutan yang terpencil, sesegera mungkin mereka pergi meninggalkan hutan itu, sebelum para komplotan penjahat itu muncul dan menangkap mereka kenbali.
Sampai akhirnya mereka sampai disebuah pedesaan kecil dan langsung mencari sebuah kedai untuk mengisi perut mereka,
"Memangnya kita masih memiliki uang untuk makan? semua barang barang kitakan tertinggal dipenginapan itu, " tanya Shan pada mereka bertiga yang tengah duduk dimeja kedai pinggir jalan.
Lie Jan mengambil sekantong uang dari celah bajunya. "Tenang kita masih bisa makan, " ucapnya lalu memanggil pemilik kedai dan memesan empat porsi makanan dan dua teko arak.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi dirumah tua itu? " tanya Shan pada Xieyu yang duduk disebelahnya.
Xieyu langsung menggelengkan kepalanya pelan. "Aku juga tidak tau, saat aku sadar mereka sudah mati dibunuh master roh lain, " bohong Xieyu.
"Lalu kemana master roh itu? " imbuh Lie Jan penasaran,yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Xieyu.
"Ini semua gara gara kau! karena membawa kita kepenginapan wanita bordil itu! " hardik Kexing pada Shan.
"Kau! " tunjuk Shan dengan telunjuk tangannya pada Kexing.
"Sudahlah, jadikan ini semua sebagai pelajaran untuk kita, yang penting kita semua selamat dari para penjahat itu, " ucap Lie Jan menengahi pertengkaran mereka.
Jangan lupa like and komen
__ADS_1
Biar author tambah semangat upnya
Ingat!!! jangan jadi pembaca bayangan!!!