Dunia Roh

Dunia Roh
Wabah Mematikan


__ADS_3

Xieyu melirik Zhang Shi sinis. "Kenapa kau mengatakanya,kau membocorkan rahasia guru!"


"Kau yang lebih dulu menbocorkanya! jadi aku hanya melengkapi bocoranmu! " santai Zhang Shi.


Setelah melewati satu bulan bersama, Zhang Shi yang awalnya tidak banyak bicara karena belum terlalu kenal, sekarang sudah berbeda jauh dari sebelumnya,mereka berlima sudah seperti saudara kandung yang saling menjaga dan menyayangi, menikmati hari hari bersama yang selalu diiringi dengan penuh canda tawa ,yang membuat mereka bahagia dan melupakan kepahitan hidup mereka masing masing.


Setelah mereka semua menyelesaikan makan pagi bersama, mereka segera bergegas untuk masuk kedalam kelas, dan duduk dimeja masing masing menunggu Guang Jun masuk kelas.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Guang Jun datang dan para murid berdiri dan memberi salam. " Salam guru," ucap mereka serempak, setelahnya kembali duduk.


"Baiklah,hari ini guru tidak akan memberikan mata pelajaran apapun pada kalian,karena guru akan memberikan tugas yang lainnya."


"Tugas apa guru! " teriak mereka kegirangan,walaupun sebenarnya mereka sudah tau tugas apa yang akan Guang Jun berikan.


"Didesa Roh Mawar,sekarang tengah terjadi bencana besar, yang banyak sekali membunuh para warga disana,mereka semua sekarang tengah menghadapi wabah menular yang mematikan " jelas Guang Jun


"Wabah? wabah apa guru? " tanya Lie Jan.


"Untuk jenis racunnya, masih belum bisa dipastikan, karena banyak tabib yang menolak untuk datang kedesa,mereka semua takut jika sampai terjangkit wabah dan mati sia sia disana,maka guru menugaskan kalian untuk pergi kesana sebagai bukti bahwa kalian berjuang untuk orang lain dan dunia bukan hanya untuk kekuatan semata. "


"Guru bagaimana jika kita mati sia sia disana,dan belum bisa mencari solusi tentang wabah penyakit guru?" tanya Shan.


Guang Jun menatap Shan lalu menatap satu persatu dari mereka tajam. "Ingatlah yang guru katakan! setiap perbuatan baik pasti akan selalu ada balasannya,tidak ada yang sia sia dalam hidup ini, jika kita mau berkorban demi kebaikan, kalian juga harus ingat setiap wabah penyakit pasti akan selalu memiliki solusi, ingat! bahwa kalian masih punya dewa dilangit," jelasnya panjang lebar.


Kelima murid itu akhirnya mengangguk paham, setelah mendapat wejangan dari Guang Jun,mereka yang awalnya pesimis karena takut jika mati sia sia dan tidak membuahkan hasil sekarang mereka berfikir optimis untuk membantu warga desa Roh Mawar apapun hasilnya nanti.


"Kami yakin guru jika kita optimis dan berusaha, maka pasti akan selalu ada jalan. " Xieyu yakin.


"Baiklah sekarang kalian siapkan semua kebutuhan kalian,sekarang kalian akan istirahat terlebih dulu, nanti siang baru kalian akan berangkat kesana."

__ADS_1


"Baik guru! " ucap mereka serempak.


Setelah kejadian kamar ratu dunia roh yang dimasuki oleh penyusup, sekarang seluruh istananya dijaga semakin ketat, bahkan setiap anggota akademi ataupun pelayan semuanya akan diitrogasi terlebih dulu sebelum masuk kedalam istana,bahkan istana dunia roh sekarang dilindungi oleh kekuatan ratu dunia roh, yang membuat semua bawahannya tidak bisa keluar masuk keistana sembarangan.


Saat ini Yang Zi dan juga Xing Chi tengah membuat janji bertemu kembali disanggar Yunzi ,saat ini mereka tengah duduk berdua menikmati secangkir teh dan juga kue bulan yang tersaji dimeja.


"Kita harus bagaimana? sekarang penjagaanya sudah mulai ketat, bahkan harus menggunakan plat masuk,membuat kita semakin susah menjalankan rencana kita!" sebal Yang Zi.


Xing Chi mencium harus teh dicangkirnya dengan penuh penghayatan, menikmati setiap sensasi aroma yang masuk kedalam ronggang hidungnya, lalu menyesapnya perlahan. "Sungguh nikmat rasa teh ini jika kita menghirupnya secara perlahan, lalu menyesapnya sedikit demi sedikit,menikmati setiap sensasi yang berbeda yang membasahi lidah. "


"Kenapa kau malah memikirkan rasa teh itu! bukanya memikirkan langkah kita selanjutnya agar bisa keluar masuk istana dengan mudah! " sungut Yang Zi kesal.karena bukanya mencari solusi malah Xing Chi sibuk menikmati tehnya.


"Semuanya itu seperti halnya teh ini, kita hanya butuh mencium semua tindakannya secara perlahan, baru bisa kita menyusun rencana yang matang, setelahnya baru menikmati sensasi kemenangan."


"Omong kosong! kalau hanya bicara tanpa melakukan tindakan tidak akan pernah berhasil! "


"Baiklah sekarang bagaimana rencana kita selanjutnya?" tanya Yang Zi.


"Kita akan berulah besok malam,"


"Membuat onar? "


"Hmmm. "


Setelah menikmati istirahat yang panjang,mereka berlima sekarang sudah siap dengan perlengkapan yang lengkap dan langsung bergegas pergi ke desa Roh Mawar,yang letaknya tidak jauh dari akademi Roh Bulan.Hanya butuh waktu tiga jam perjalanan mereka sudah sampai dihutan tak jauh dari desa.


Mereka berlima memutuskan untuk beristirahat dihutan, sebelum menaruhnkan nyawa mereka masuk kedalaman desa Roh Mawar.


"Ingatlah bahwa kita harus tetap bersama, agar kita bisa menanganinya bersamaan." ucap Kexing disela sela mereka yang tengah beristirahat dibawah pohon.

__ADS_1


"Kita juga harus ingat! apapun keadaannya harus selalu memakai cadar diwajah kita," imbuh Lie Jan.


"Yang terpenting adalah jangan sampai kita berlima berselisih disalam keadaan yang seperti ini." kata Shan.


"Hmm benar! " ucap Zhang Shi.


"Pakailah cadar kalian sekarang! lebih baik kita berangkat sekarang juga! sebelum semakin banyak korban yang berjatuhan," Sahut Xieyu.Yang langsung diangguki oleh mereka semua.


Setelah beberapa menit mereka berjalan, akhirnya sekarang mereka sudah sampai ditugu masuk kedesa Roh Mawar.Saat mereka mulai masuk kedalaman, terlihat kabut yang memenuhi seluruh isi desa, banyak warga yang pingsan dan mati didepan rumah, bahkan dijalan jalan,dan ada warga yang berlarian kesana kemari membantu warga lain untuk diobati.


"Kita harus segera mencari posko para tabib,agar dapat segera membantu." ucap Xieyu.


Dan mereka berlima mempercepat langkah mereka mencari dimana letak posko berada,sampai akhirnya mereka melihat segerombolan tabib yang sedang menggotong para warga yang mati untuk dievakuasi.


Setelah mereka mendekat, Lie Jan menepuk punggung salah satu tabib,membuatnya langsung menoleh kearah Lie Jan. "Maaf tabib, apa yang sebenarnya terjadi? "


"Sebaiknya kalian masuk kedalam, disana ada para tabib penting dan walikota yang tengah mengidentifikasi wabah mematikan ini,kalian bisa tanya mereka!"


"Oh,terima kasih tabib." ucapnya, lalu pergi masuk kedalam kamp khusus tabib.


Saat masuk kedalam Kamp tersebut terlihat pemandangan yang sangat miris, banyak anak anak yang menangis kesakitan karena rasa sakit ditubuhnya, bahkan banyak juga yang sudah mati, yang tergeletak dan berserakan dilantai.


Ketika mereka berempat masuk kedalam mencari kepala tabib, Xieyu berhenti ketika melihat jenazah seorang wanita yang tergeletak diatas meja dengan keadaan yang mengenaskan.


Xieyu meneliti setiap wajah dan tubuh wanita itu, Xieyu membolak balikkan wajah wanita itu, saat dirasanya tidak ada yang aneh,ia memegang tangan wanita itu yang warnanya pucat pasih,karena tidak ada yang mengganjal membuat Xieyu semakin penasaran dan ingin membuka dada wanita itu.


jangan lupa like and komen...


Biar author tambah semangat upnya...

__ADS_1


__ADS_2