
Sebenarnya walaupun status Ling Feng sudah level Pendekar Sakti, namun untuk melawan ratusan pendekar sakti, dia tidak akan menang. Boneka Robot juga belum boleh diketahui oleh siapapun.
“Darimana kamu mengetahui status mereka sudah level pendekar sakti ?” tanya Zongxian penasaran
“Hanya menebak aja yah.” jawab Ling Feng dengan tersenyum.
Ayahnya tidak tahu bahwa Ling Feng menggunakan Ghost Spectacles yang juga mampu melihat tingkat kekuatan seseorang.
"Ya udah. Mari kita lanjutkan lagi pestanya." kata ayahnya kepada Ling Feng
Mereka pun melanjutkan pesta kecil yang sempat tertunda tadi. Para tamu undangan sudah ketakutan karena mereka tahu tidak mungkin membantu Zongxian karena ratusan pendekar itu.
Setelah pesta usai, Ling Feng beristirahat di kamarnya.
"Golden Compass keluar."
Lalu sebuah kompas berwarna emas keluar dari gelang penyimpanan Ling Feng.
Ling Feng menggunakan Golden compassnya untuk melihat lokasi terbaik yang menjadi tempat tinggal mereka berikutnya dan tempat teraman dari musuh-musuh mereka termasuk Gui Jung.
Ling Feng menemukan sebuah rumah yang sangat mewah yang berada ratusan kilometer dari desa Lehu tepatnya di Desa Cuandixia.
“Baiklah kami akan menuju ke Desa Cuandixia untuk menetap tinggal tanpa gangguan dari siapapun.”batin Ling Feng sembari memasukkan Golden compassnya ke dalam gelangnya.
Seminggu berlalu dengan cepat. Gui Jung datang kembali namun kali ini hanya berdua saja dengan anaknya, Feng Jung.
Dalam seminggu terakhir, Ling Feng sudah menyimpan barang-barangnya ke dalam cincinnya sedangkan ayahnya memang tidak memiliki banyak barang berharga selain kuali kecil dan pedang tua miliknya.
Gui Jung mendatangi Zongxian sembari menunduk hormat.
“Zongxian, saya minta maaf atas kekacauan yang saya buat seminggu lalu. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ling Feng atas obat yang diberikannya. Ternyata obat itu sangat mujarab dan Felix sudah sembuh." kata Gui Jung
"Saya juga meminta maaf Ling karena telah berniat jahat dalam turnamen." kata Felix Jung sambil menundukkan kepalanya kepada Ling Feng
"Ya udah Felix. Saya memaafkanmu. Saya mendoakan semoga di kemudian hari kamu mencapai Kaisar Pendekar ya agar mengharumkan nama Desa Lehu ini."kata Ling Feng
__ADS_1
'Iya semoga kamu juga menjadi yang terbaik." kata Felix
Lalu Gui Jung pun memberikan dua ekor kuda hitam yang kekar kepada Zongxian sebagai rasa permintaan maafya
'"Zong, terimalah dua ekor kuda ini sebagai rasa permintaan maafku. Dan juga kuda ini dapat menjadi alat transportasi kalian menuju ke tempat yang baru. Mohon maaf Zong, peraturan tetap peraturan.
Kalian tetap harus keluar dari desa ini karena melanggar peraturan desa yakni percobaan pembunuhan walaupun anakkku akhirnya sembuh, namun aku sudah membuat keputusan yang tidak bisa aku tarik kembali Zong. Aku minta maaf sebelumnya." kata Gui Jung sembari membungkuk di hadapan Zongxian
Zongxian berjalan ke arah kuda itu tanpa berkata apapun kepada Gui Jung. Dia segera menaiki kuda itu bersama Ling Feng.
“Baiklah Gui. Kami akan pergi hari ini dari desa ini. Jangan pernah meminta bantuan kepada kami, kami tidak akan peduli sedikit pun.”
“Baik Zong. Saya akan ingat pesanmu.Sukseslah dimana pun kamu berada”
Tanpa menghiraukan perkataan Gui Jung,Zongxian pun meninggalkan Gui Jung beserta penduduk desa lainnya yang hadir untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Zongxian dan Ling Feng.
Zongxian dan anak angkatnya pun berangkat menuju desa Cuandixia. Perjalanan ke desa Cuandixia di tempuh selama Tiga hari tiga malam .
Perjalanan ke desa Cuandixia di tempuh tanpa halangan apapun. Sesampainya di desa Cuandixia, Zongxian mencari penginapan sederhana dan menemukan sebuah penginapan sederhana di tengah desa.
“Totalnya dua keping emas sudah termasuk sarapan.”
“Ini uangnya.’kata Zongxian seraya menyerahkan dua koin emas
“Ini kunci kamarnya.”
“Terima kasih”
Zongxian dan Ling Feng pun diantar seorang pria paruh baya menuju kamar yang berada di lantai tiga. Zongxian langsung tertidur lelap tidak lama setelah memasuki kamarnya sedangkan Ling Feng masih belum dapat tidur.
"Ayah sudah tidur nyenyak. Aku jalan-jalan dulu sebentar untuk membuang rasa bosan ini." batin Ling Feng sembari melangkah turun ke lantai dasar. Ling menemukan pria paruh baya yang menunjukkan kamar mereka.
“Pak, mohon maaf, apa bapak tahu sebuah rumah mewah yang hendak dijual di desa ini.”
Pria itu memandang Ling dengan tatapan mencurigakan
__ADS_1
'Memang siapa yang mau membeli nak."tanya pria itu penasaran
"Saya pak."jawab Ling santai
Pria itu sebenarnya meragukan Ling Feng karena tampilan LIng Feng tidak menunjukkan dia adalah kaum bangsawan atau setidaknya anak bangsawan. Tapi pria itu tetap mencoba untuk membantu Ling
“Ada 1 bangunan mewah di desa ini nak. Tapi tempat itu sangat mahal, mustahil untuk dibeli. kata pria itu
"Tidak masalah pak. Tolong antarkan saya ke tempat itu pak. Semoga ini cukup sebagai rasa terima kasih saya." kata Ling Feng mengambil kantung coklat dari jubahnya dan menyerahkan ke pria itu.
Pria itu pun melihat isi kantung coklat itu dan terkejut dia menerima 50 keping emas murni dari seorang anak muda yang awalnya disepelekannya.
"Ini cukup. Sangat cukup anak muda. Silahkan ikut bapak. Bapak antar ke rumah itu. " kata pria itu sembari mengarahkan Ling untuk mengikutinya
Pria itu pun membawa Ling Feng ke sebuah lokasi yang berada satu kilometer dari penginapan.
Sebuah rumah yang sangat mewah dengan pintu gerbang yang sangat besar membuat Ling Feng tersenyum bahagia.
Ling Feng memang menargetkan rumah ini untuk menjadi miliknya. Sejak di Desa Lehu, Ling Feng telah melihat rumah mewah ini menggunakan Golden Compass miliknya.
"Saya harus memiliki rumah ini bagaimana caranya."batin Ling Feng
Saat mereka berada di depan gerbang besar rumah itu, mereka dihadang dua penjaga rumah itu.
“Ada keperluan apa kamu kemari Tao?”tanya salah satu penjaga itu kepada pria yang bersama Ling yang bermana Tao.
“Saya ingin bertemu tuan Shaosheng. Pemuda ini ingin membeli rumah ini.” kata Tao
"Kamu bercanda Tao. Anak muda ini memang mampu untuk membeli rumah tuan muda?" kata salah satu penjaga itu menyepelekan Ling Feng
"Mohon maaf tuan. Mohon izinkan saya bertemu pemilik rumah ini. Semoga ini cukup sebagai rasa terima kasih saya atas bantuan tuan penjaga." kata Ling Feng kembali mengambil dua kantung coklat dari jubahnya dan menyerahkan ke dua pria penjaga itu.
Kedua penjaga itu melihat isi kantung coklat yang mereka terima dan terkejut setelah mengetahui mereka menerima 50 keping emas murni.
"Maaf sebelumnya tuan. Maafkan saya yang kurang sopan ini. Silahkan ikuti saya tuan. Saya akan membawa Anda menemui Tuan Shaoshang." kata salah satu penjaga itu mengantar Ling Feng dan Tao masuk menemui pemilik rumah itu.
__ADS_1