
“Permisi Tuan Shaosheng. Maaf mengganggu waktu Anda. Ada yang hendak berbicara dengan Anda.” kata penjaga itu sembari membawa Tao dan Ling Feng
“Owh baiklah. Terima kasih Jack.Kamu bisa kembali ke posmu. Silahkan duduk tuan-tuan. Bibi, tolong siapkan minuman kepada tamu kita.” teriak Shaosheng dari ruang tamunya
Tao dan Ling Feng pun duduk di ruang tamu itu. Sepuluh menit kemudian, seorang gadis muda membawakan teh melati dan makanan ke ruang tamu.
“Baiklah. Ada keperluan apa Anda berdua ke rumah saya?”tanya Shaosheng tanpa berbasa-basi
“Begini Tuan Shao. Tuan muda ini hendak mencari rumah dan dia berminat dengan rumah Anda ini.”kata Tao menjelaskan tujuan mereka.
“Ha..ha…ha.. sungguh menarik. Pembeli adalah raja. Maaf kami kurang menyambut Anda dengan baik.”kata Shaosheng dengan sopan
“Tidak masalah tuan. Saya juga mohon maaf karena datang bertamu selarut.”kata Ling Feng sembari menunduk
"Owh tidak masalah.. tidak masalah. Saya selalu terbuka kapan pun bagi yang hendak membeli rumah saya ini. Namun sebelumnya ayo saya bawa Anda melihat-lihat rumah saya ini.”
Shaosheng mengajak Tao dan Ling Feng berkeliling di rumahnya. Berbagai lukisan, guci dan barang mewah lainnya menghiasi beberapa sudut rumah sehingga menjadikan rumah ini terlihat mewah.
Ukuran rumah seluas +/- 5000 meter persegi menjadikan rumah ini bagaikan istana. Ling Feng pun teringat akan rumah kedua orang tuanya yang kurang lebih luasnya hampir seluas rumah Shaosheng ini.
Mereka pun mengeliling setiap sudut rumah itu selama hampir satu jam. Mereka kembali duduk di ruang tamu sembari menikmati minuman yang telah disediakan.
"Bagaimana tuan-tuan. Apa Anda tertarik dengan rumah saya?"tanya Shaosheng
"Saya sangat menyukai setiap arsitektur dan penataan rumah ini.. Kalau begitu, berapa harga rumah ini Anda jual Tuan Shao?" tanya Ling Feng tanpa basa-basi
“1000 permata” jawab Shaosheng
Tao pun terkejut mengetahui harga rumah ini sangat mahal. Satu Permata itu setara 1000 keping emas.
Satu keping emas setara 100 perak. Satu keping perak setara 100 tembaga. Disini satu keping emas itu seberat satu gram.
Upah minimun pekerja di desa ini per jamnya saja 10 keping tembaga.
__ADS_1
Ling Feng menyadari bahwa rumah ini sangat mahal. Namun Ling Feng akan tetap berusaha mendapatkan rumah ini berapa pun harganya.
‘Tuan, bolehkah kita bicara berdua saja.” kata Ling Feng
“Owh kenapa tidak. Tao, silahkan keluar dulu.. Nanti saya akan memanggil kamu kembali.” kata Shaosheng memberi instruksi kepada Tao untuk meniinggalkan mereka berdua di ruang tamu itu.
“Ba..baik tuan.” kata Tao sembari meninggalkan Ling Feng dan Shaosheng berdua.
“Kita sudah berdua saja. Jadi bagaimana tuan. Apa jadi membeli rumah ini atau tidak?” tanya Shaosheng
“Hmmm.. bolehkah Anda membuat surat jual beli dan pengalihan nama terlebih dahulu sebelum saya membayarnya?”tanya Ling Feng
“Owh tidak masalah. Tunggu sebentar. Saya akan persiapkan.”
Shaosheng melangkah pergi ke kamarnya untuk mempersiapkan apa yang Ling Feng minta.
Ling Feng mulai mengeluarkan 100 batang emas dengan berat per batangnya masing-masing 10 kilogram dan memasukkan 1.000 kilogram emas itu ke dalam kantung hitam yang telah Ling Feng persiapkan dan memasukkan kantong hitam itu ke dalam jaketnya.
Ling Feng membaca kertas itu dengan seksama dan setelah itu menandatangani surat jual beli dan surat pengalihan nama untuk rumah itu. Setelah itu, Ling Feng mengeluarkan kantung hitam dan menyerahkannya kepada Shaosheng.
Shaosheng sungguh terkejut setelah membuka kantung hitam yang diberikan Ling Feng.
Dia mengambil timbangan kecil yang berada di dekat ruang tamunya. Setelah menimbang emas itu selama satu jam, Shaosheng pun memasukkan kembali setiap emas batangan yang telah dia timbang ke dalam kantung hitam itu.
Shaosheng pun duduk kembali sembari menandatangani kedua surat itu dan menyerahkannya kepada Ling Feng. Ling Feng mamasukkan kedua surat itu ke dalam jaketnya.
“Anak ini bukan anak sembarangan. Memang jangan pernah menilai seseorang dari penampilannya.
Aku sungguh bodoh telah menyepelekan anak muda itu. Apa aku ungkapkan aja isi hatiku ya, tapi kalau dia tidak mau gimana? Ah masa bodohlah, aku ungkapkan aja dulu isi hatiku, biarlah apapun keputusannya,saya akan terima dengan lapang dada" batin Shaosheng memantapkan dirinya untuk mengungkapkan keinginannya kepada Ling Feng.
“Tuan muda, terima kasih telah membeli rumah saya ini.Tapi mohon maaf sebelumnya, apa tuan muda ada waktu sebentar? Ada yang hendak saya sampaikan.Jikalau tuan berkenan, mari kita bicara di ruangan saya" kata Shaosheng
"Baiklah." jawab Ling Feng
__ADS_1
Shaosheng pun membawa Ling Feng ke ruangan kerjanya untuk mengutarakan maksudnya kepada Ling Feng
"Mohon maaf sebelumnya tuan. Izinkan saya menceritakan sebuah kisah." kata Shaoshang setelah mereka berada berdua di ruangan kerjanya.
"Dulu saya adalah seorang bangsawan terkenal di Kerajaan Minion ini sekaligus pebisnis muda yang sukses. Saya menjual pedang maupun berbagai pil untuk dipasok ke Kerajaan Minion. Namun karena keserakahanku, aku menginvestasikan semua emasku kepada sahabatku yang akan membuka toko di Kekaisaran Wang.. Ternyata dia kabur dan hingga hari ini saya tidak tahu dia ada dimana." kata Shaoshang
"Jadi rumah ini lah satu-satunya kekayaanku yang tersisa. Tapi kalau tuan berkenan, saya ingin mengajak tuan untuk berbisnis dengan saya."
“Baiklah. Coba kamu jelaskan rencana bisnis tuan.”kata Ling Feng
Shaosheng pun menjelaskan kepada Ling Feng tentang rencananya untuk memperbesar tokonya sebelumnya dan melanjutkan kerja sama dengan Kerajaan Minion.
"Saya kurang setuju dengan rencana bisnis Tuan Shao" kata Ling Feng
"Bagaimana dengan tawaran saya ini."
Ling Feng pun menceritakan ide bisnisnya untuk membuat suatu toko yang menjual berbagai pil untuk meningkatkan status pendekar di berbagai kerajaan dengan cepat.
Toko ini juga akan menjual alat-alat sains sehingga toko ini akan menjadi satu-satunya toko serba ada di seluruh kerajaan. Toko ini harus berdiri di lokasi strategis di tiga kerajaan dan di Kekaisaran Wang.
Shaosheng terkejut mendengar ide bisnis yang dijelaskan Ling Feng.
"Tuan, itu ide yang sangat cemerlang. Namun pastinya untuk membeli gedung di lokasi strategis pasti membutuhkan dana yang sangat besar" kata Shaosheng
“Berapa perkiraan dana yang Tuan Shaosheng butuhkan?”tanya Ling Feng
“Ah tuan muda. Jangan panggil saya tuan. Panggil saja saya Shao. Saya yang harusnya memanggil Anda Tuan.” kata Shaosheng dengan sopan
“Baiklah Shao. Berapa perkiraan dana yang kamu butuhkan untuk empat gedung di lokasi strategis.”tanya Ling Feng dengan serius
“Sebentar saya hitung dulu. ” kata Shaosheng
Shaoshang pun mengeluarkan sempoa miliknya untuk menghitung pengeluaran membeli empat gedung di lokasi strategis.
__ADS_1