
“Kalau untuk saran itu saya menyetujuinya tetua. Namun izinkan saya untuk beristirahat hari ini.
Kita dapat melakukan keinginan ketua besok pagi di tempat ini juga. “ saran Ling Feng
“Ha..ha..ha.. maafkan pria tua ini nak. Kamu istrahat saja hari ini. Kamu akan saya perlihatkan jurus terendah persekutuan ini : Jurus Tinju Mabuk.” Kata Tetua Wing Man bangga
Tetua Wing Man menunjukkan suatu jurus dengan gerakan seperti orang maju untuk yang sangat cepat dan meninju samsak itu hancur dalam sekali pukul
“Wowwww… jurus yang sangat keren. Andai aku bisa menguasai jurus itu.”batin Ling Feng
Setelah Ling Feng melihat Tetau Wing Man latihan selama sejam, Leroi mengantar Ling Feng menuju ke kamar tamu. Kamar yang sangat sederhana namun memiliki nuansa etnik yang kental.
“Baiklah saya coba untuk mempelajari gerakan tadi.” batin Ling Feng setelah dia selesai mandi.
Ling Feng mencoba mempelajari gerakan demi gerakan dari yang dipertunjukkan oleh Tetua Wing Man kepada Ling Feng. Ling Feng berhasil menguasai jurus itu setelah dia berlatih selama lima jam di dalam ruangannya.
Jurus Tinju Mabuk adalah jurus untuk murid dalam Persekutuan Tinju Dewa. Ling Feng mempelajari step by step jurus yang dipertunjukkan Tetua Wing Man di ruangannya tadi.
Keesokan harinya, Ling Feng berjalan menuju kediaman Tetua Wing Man.
Tetua Wing Man berlatih seperti biasa. Kali ini Ling Feng melihat ada 20 samsak yang telah hancur.
“Gilee tua tua makin jadi kawan ini.” batin Ling Feng
“Anak muda, apa kamu sudah siap? Saya akan sedikit mengalah lah untukmu, hitung-hitung untuk pengalamanmu.” Kata Tetau Wing Man sombong
“Terima kasih tetua atas kebaikan tetua.” ujar Ling Feng membalas sarkasme Tetua Wing Man
“Kalau begitu ayo kita mulai “ucap Tetau Wing Man sembari memukuli samsak yang ada di depannya
Ling Feng juga tidak mau kalah. Ling Feng mulai mengeluarkan Jurus Pemecah Batu yang telah diajarkan Zongxian. Ling Feng mulai memukul samsak satu per satu hingga hancur selama 5 menit.
__ADS_1
“Bagus.. bagus anak muda. Saya suka dengan semangatmu. Ngomong-ngomong , bukannya itu Jurus Pemecah Batu yang terkenal itu?” tanya Tetua Wing Man
“Benar tetua. Ayahku yang mengajarkan jurus itu sewaktu aku kecil. Aku berlatih tiga tahun agar dapat menguasai jurus itu secara sempurna.” ujar Ling Feng menjelaskan kepada Tetua Wing Man
“Anak yang berbakat. Aku saja seumurannya belum berlatih jurus itu. Jurus itu mengingatkanku akan guruku di masa lalu. Dia suka sekali memakai jurus pemecah batu itu. Anak muda ini jadi mengingatkan aku kepada masa laluku. Baiklah aku akan menerimanya sebagai murid dalam. Aku akan sangat senang jika anak muda ini dapat segera bergabung dengan persekutuanku.” batin Tetua Wing Man
“Baiklah anak muda. Seperti janjiku kemarin, aku akan memberimu akses untuk masuk ke perpustakaan terlarang kami dan melihat latihan murid dalam persekutuan kami.”ucap Tetua Wing Man
“Terima kasih atas kebaikan tetua.”
Tetua Wing Man mengantarkan Ling Feng untuk ke area pelatihan murid dalam. Setiap murid yang dilewati Tetua Wing Man memberi hormat sembari berbisik-bisik pelan membicarakan Ling Feng.
Sesampainya di area latihan, beberapa guru memberi hormat kepada Tetua Wing Man.
“Biao, anak muda ini hendak melihat latihan kita selama enam hari ini. Tolong kalian berlatih dengan maksimal agar anak muda ini dapat kagum dengan persekutuan kita ini.” Kata Ling Feng memerintahkan salah satu guru
‘Baik tetua.”jawab guru murid dalam sembari memberi hormat kepada Tetua Wing Man
“Terima kasih atas kebaikan hati tetua. Semoga tetua selalu diberi kesehatan.”
Tetua Wing Man pergi meninggalkan area latihan itu.
“Ayo anak-anak kita lanjutkan latihan kita. Jangan bermalas-malasan !!! ” teriak Guru Biao kepada puluhan murid dalam di area latihan itu.
"Kau juga Ling. Silahkan ambil tempat terbaik dimana pun kau suka. Semoga kau dapat pelajaran terbaik selama seminggu ini." ucap guru Bao
"Terima kasih guru Bao"
Ling Feng mencari tempat yang sempurna di sebelah selatan arena latihan sehingga dia dapat menyerap dengan sempurna semua jurus yang dilihatnya.
Latihan Persekutuan Tinju Dewa memang mengandalkan tinjuan dalam setiap latihan mereka. Latihan memukul batu bata, memukul genteng, memukul besi dan benda keras lainnya adalah menu latihan bagi setiap murid dalam.
__ADS_1
Selama seminggu, Ling Feng telah menyerap semua ilmu rahasia Persekutuan Tinju Dewa seperti
1.Jurus Tinju Mabuk
2.Jurus Angin : Jurus Tinjuan yang memanfaatkan angin untuk menyerang lawan. Angin itu akan membentuk suatu bentuk tinjuan, dan jika terkena jurus ini, lawan akan mengalami luka dalam yang serius
3.Jurus Tinjuan bayangan : sebuah jurus ilusi berupa ratusan tinjuan yang mengarah ke arah lawan
4.Jurus terkuat jurus ribuan tinju dewa : ratusan tangan dari berbagai arah mata angin yang mengarah ke arah lawan. Satu tinjuan dewa saja dapat memecahkan batu seberat 500 kilogram apalagi ribuan tinju dewa.
Untuk itu jurus ini jarang digunakan, namun Tetua Ling Feng mempertunjukkan cara menggunakan jurus ini kepada Ling Feng di hari terakhirnya di persekutuan.
Ling Feng juga mendapat satu informasi rahasia yang dia peroleh dari perpustakaan terlarang berupa informasi gunung harta karun berupa gunung emas di salah satu tempat di daerah Kerajaan Tremor.
“Wah nanti aku coba cari tempat ini melalui Golden Compass ku.” batin Ling Feng setelah menyerap informasi di buku terlarang itu.
Keesokan harinya, pagi hari setelah Ling Feng pamit kepada Tetua Wing Man, Ling Feng berkuda menuju ke Persekutuan Angin Kahyangan.
Perjalanan dari Persekutuan Tinju dewa menuju Persekutuan Angin Kahyangan memakan waktu satu jam. Dengan berkuda.
Sesampainya di Persekutuan Angin Kahyangan, Ling Feng merasakan kedamaian di tempat ini. Angin sepoi-sepoi membuat dia merasa mengantuk. Tapi dia ingat tujuannya adalah untuk berlatih.
“Aku tidak boleh bermalas-malasan. Dunia ini membutuhkanku. Aku harus menjadi yang terkuat di dunia ini.”batin Ling Feng
Ling Feng mengetuk pintu gerbang Persekutuan Angin Kahyangan.
Dia disambut oleh seorang wanita tua dan wanita itu memandangnya dengan tatapan mencurigakan
“Maaf tidak menerima pengemis ataupun gelandangan.” Kata wanita tua itu
“Maaf nyonya. Saya tidak sedang mengemis ataupun meminta makanan. Saya mau datang untuk berlatih di persekutuan ini.” Kata Ling Feng tersenyum
__ADS_1
“Hei anak muda. Datanglah enam bulan lagi baru kami menerima murid baru.” Ujarnya dengan tatapan tajam kepada Ling Feng.