
“Maaf nyonya. Tapi saya datang kesini atas undangan Tetua Kang Yang.” ujar Ling Feng
Mendengar nama Tetua Kang Yang, sikap wanita tua itu mendadak berubah baik.
“Owh kamu tamu tetua. Silahkan masuk tuan muda. Maafkan saya tidak tahu Anda adalah tamu tetua kami. Mari saya antarkan tuan muda ke kediaman tetua.” kata wanita tua itu sembari menutup pintu gerbang dan mengantar Ling Feng ke dalam menuju kediaman Tetua Kang Yang.
Tok…tok..tok
“Pagi tetua. Saya An. Maaf mengganggu tetua. Ada yang hendak bertemu dengan tetua.”ucap wanita tua itu
“Nyonya An. Saya sedang sarapan. Lagipula saya tidak ada janji hari ini dengan siapapun “kata Tetua Kang Yang dari dalam ruangannya
‘Anak muda, tetua sedang sarapan. Dia paling tidak suka jika dia diganggu saat menikmati hidangannya.” Kata An menjelaskan kepada Ling Feng
“Baiklah nyonya. Saya menunggu disini saja hingga tetua selesai sarapan.”ucap Ling Feng sopan
“Maaf ya tuan muda. Silahkan duduk saja di kursi ini. Saya permisi bekerja kembali.”
‘Silahkan nyonya.”
Nyonya An kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaan memasak yang sempat dia tinggalkan.
Lima menit kemudian, An membawa nampan berisi teko, sebuah gelas dan juga cemilan untuk Ling Feng.
‘Silahkan dinikmati tuan muda.” ucap nyonya An sembari meletakkan nampan berisi teko tecil dan cemilan
“Terima kasih nyonya An.”
Ling Feng pun menikmati minuman dan hidangan yang disajikan sembari menunggu Tetua Kang Yang selesai dari aktivitasnya.
Sejam kemudian, Tetua Kang Yang keluar dari ruangannya dan melihat seorang anak muda sedang duduk di depan pintu kamarnya.
“Siapa kamu anak muda?”tanya Tetua Kang Yang
“Salam hormat tetua. Saya Ling Feng “
__ADS_1
“Owh anak muda hebat itu ya. Gimana pengalamanmu di persekutuan lain?”
“Menyenangkan tetua”
“Saya harap pengalamanmu di tempat saya juga menyenangkan ya. Maaf ya, saya tadi sedang sarapan dengan istri dan anak-anak saya. Ya udah mari saya antar kamu melihat-lihat tempat saya ini.” ucap Tetua Kang Yang berjalan mendahului Ling Feng
Tetua Kang Yang mengantar Ling Feng mengelilingi Persekutuan Angin Kahyangan. Setiap murid dan guru yang melihat Ling Feng bertanya-tanya siapa pemuda yang membuat seorang tetua persekutuan besar menjadi guide-nya. Ling Feng pun merasakan kecemburuan orang-orang yang dilewatinya.
“Gimana penilaianmu mengenai persekutuanku ini?”tanya Tetua Kang Yang setelah mengantar Ling Feng mengelilingi semua lokasi
“Sangat keren tetua. Pasti butuh dana besar untuk membangun tempat seperti ini.” Kata Ling Feng polos
Tetua Kang Yang tertawa melihat sifat polos Ling Feng.
“Ya udah kamu istirahat dulu. Nyonya An akan menunjukkan kamarmu. Kamu pegang kertas ini agar kamu tidak tersesat di tempat saya ini. Besok pukul 07.00 pagi kamu berkumpul di arena latihan agar kamu bisa melihat-lihat latihan murid dalam kami.” ucap Tetua Kang Yang sembari beranjak pergi meninggalkan Ling Feng
“Terima kasih tetua.”
Lima menit kemudian, Nyonya An datang dan menunjukkan lokasi kamar yang akan ditempati Ling Feng.
Keesokan harinya, Ling Feng menuju arena latihan yang tertulis di dalam peta.
Masing-masing kelompok menggunakan jurus-jurus yang berbeda yang membuat Ling Feng kagum.
Selain karena kekuatan jurus itu luar biasa, Ling Feng kagum dengan kekompakan murid-murid itu dalam mempraktekkan jurus tersebut.
Ling pun akhirnya mengetahui bahwa satu kelompok dibagi berdasarkan jurus yang mereka kuasa. Ada empat Jurus Persekutuan Angin Kahyangan :
1. Jurus Angin Hipnotis : Jurus yang dapat menghipnotis lawan dan juga membuatnya pingsan
2. Jurus Angin Pertahanan : Jurus Bertahan menggunakan angin untuk melindungi diri dari serangan lawan
3. Jurus Angin Penyerap Sukma : Jurus yang dapat menyerap kekuatan lawan. Syaratnya level lawan harus diatas level kita atau setara. Jika level lawan di bawah kita\, kekuatan lawan tidak dapat diserap. Jurus ini hanya berlaku kepada manusia\, tidak berlaku kepada hewan monster dan Iblis.
4. Jurus Tertinggi : Jurus Angin Tornado Listrik : Jurus yang dapat mengeluarkan angin tornado yang mengandung listrik
__ADS_1
Di hari terakhir di persekutuan itu, Ling Feng dibawa ke perpustakaan untuk memilih satu buku yang akan dibaca.
Tetua Kang Yang menunggu di dekat pintu masuk sembari membaca buku.
Ling Feng mengitari perpustakaan itu dan melangkah ke lantai 2 untuk mencari buku yang sesuai hatinya.
Saat sedang mengitari rak demi rak, tiba-tiba ada sesuatu cahaya yang menarik perhatian Ling Feng.
Cahaya itu berasal dari satu buku. Ling Feng pun mengambil buku itu dan membacanya.
Buku itu bercerita tentang Dunia Peri Angin dan cara membangun hubungan dengan peri angin.
Buku itu menjelaskan lokasi kediaman peri angin ada di dunia dimensi angin; sebuah dunia yang tidak seorang pun ketahui dan hanya menjadi legenda.
Cara membangun hubungan dengan Cherry Bell, Ratu Peri sekaligus Peri Angin terkuat dengan cara orang itu harus menguasai salah satu jurus angin legenda yakni Angin Penyatu Jiwa.
Ling Feng meletakkan kembali buku itu setelah membacanya habis selama dua jam.
Sesampainya di dekat pintu masuk , Ling Feng mencoba bertanya kepada Tetua Kang Yang mengenai Jurus Angin Penyatu Jiwa.
Tetua Kang Yang terkejut dan membawa Ling Feng menuju ke lokasi yang sepi di perpustakaan itu.
“Darimana kamu mengetahui jurus itu?” tanya Tetua Kang Yang dengan tatapan serius
‘’Saya membaca dari sebuah buku di perpustakaan di lantai 2 tetua.” jawab Ling Feng kaget melihat reaksi tetua Kang Yang yang tiba-tiba serius
“Coba tunjukkan ke saya.” pinta Tetua Kang Yang kepada Ling Feng
Ling Feng berjalan ke lokasi dia menemukan buku yang dibacanya tadi. Tetapi buku itu tidak ditemukan lagi.
“Tetua, saya tadi meletakkan buku itu disini. Memang saya tidak membaca judulnya, karena buku itu bercahaya dan menarik hati saya untuk membacanya.” ucap Ling Feng memberi penjelasan
‘Tidak mungkin buku Cahaya Ilahi Peri Angin muncul tiba-tiba. Pasti Peri Angin memilih anak muda ini untuk bersatu dengannya. Sungguh anak yang beruntung. Pokoknya Ling Feng harus bergabung dengan persekutuan Angin Kahyangan ini untuk menjadi penerusku.” batin Tetua Kang Yang.
“Ya udahlah saya percaya kepadamu. Ayo ikuti saya.” ujar Tetua Kang Yang membawa Ling Feng menuju ruangan rahasia di lantai 2 perpustakaan.
__ADS_1
“Ini adalah ruangan buku terlarang. Kamu baca buku ini agar kamu mendapat pengetahuan mengenai Jurus Angin Penyatu Jiwa.” ujar Tetua Kang Yang memberikan salah satu perkamen kepada Ling Feng
Jurus Angin Penyatu Jiwa adalah jurus untuk menyatukan sebuah roh suci atau roh peri ke dalam sebuah benda mati. Benda mati itu akan hidup dan menuruti perintah dari pemilik benda mati itu.