
“Begini Nina. Semua uang hasil lelang kali ini tolong kamu tukarkan dengan emas murni.
Berapa pun dan dimanapun, kamu harus dapatkan emas murni tersebut, tidak peduli mau berbentuk batang , cincin maupun kalung, yang penting emas murni." perintah Martin kepada sekretarisnya itu.
"Uang hasil lelang yang telah kita terima hari ini, kamu sisakan 30% uang lelang tersebut untuk operasional perusahaan. 70% sisanya saya akan transfer ke kamu sekarang untuk kamu belikan seperti yang saya minta. Nanti kamu masukkan semua ke dalam gelang penyimpananku ini. Kirim saja gelangku itu melalui kotak dimensi di ruang rahasiaku. Paswordnya adalah tanggal pernikahanku” kata Martin seraya memberikan gelang penyimpanan miliknya.
Nina pun terkejut Martin menunjukkan gelang penyimpanan miliknya. Gelang tersebut dapat transparan saat dipakai pemiliknya sehingga siapapun tidak akan menyadari bahwa Martin sedari tadi memakai gelang penyimpanan di tangannya.
Ghost Bangle(Gelang Hantu) adalah nama gelang penyimpanana milik Martin. Produk keluaran paling terbaru A.I. Inc. yang hanya ada 1 saja di dunia. Kualitas dan daya simpannya 2 kali lebih baik dari gelang penyimpanan yang dilelalang hari ini.
“Baik bos. Tapi bos yakin ingin menukar 126 miliar poundsterling untuk ditukar dengan emas?” tanya Nina untuk memastikan bosnya tidak sedang bercanda dengan dirinya.
“Saya yakin sepenuhnya.” Ujar Martin dengan tatapan serius.
“Mohon maaf Pak Bos. Alangkah baiknya jika kita beli satu atau dua perusahaan yang sedang kolaps dan kita besarkan untuk kita jual lagi sehingga bos bisa dapat untung 2 kali lipat.
Lagian kenapa 126 miliar itu harus ditukar dengan emas semuanya hari ini bos?”tanya Nina untuk penasaran atas keputusan bosnya.
“Kamu lakukan aja seperti yang saya minta Nina. Ada hal yang tidak bisa saya jelaskan kepadamu. Pastikan kamu mengerjakannya tanpa diketahui Jendral Haocun Li ataupun presiden. Jika ada yang bertanya, katakan saja kita hendak membuat produk terbaru berbahan emas murni. Kamu mengerti kan Nina?” kata Martin memberi penjelasan agar Nina tidak bertanya lebih jauh lagi.
“Baiklah bos. Saya akan lakukan seperti yang bos perintahkan. Saya permisi dulu bos.”kata Nina sambil melangkah keluar dari ruangan bosnya.
Handphone Nina bergetar pertanda ada pesan masuk. Nina pun membuka pesan tersebut. Pesan yang berisikan informasi bahwa telah di transfer uang sebesar 126 Miliar Poundsterling ke rekening pribadi Nina.
“Baiklah. Uangnya sudah saya terima. Misi ini harus segera saya laksanakan.”batin Nina
Nina pun segera mengirim pesan di grupnya kepada para bawahannya. “Berkumpul sekarang di ruangan saya. Ada misi penting.”
__ADS_1
Lima menit kemudian, dua puluh wanita sudah berkumpul di depan Nina. Mereka adalah staf khusus yang Nina pilihakan untuk melakukan setiap misi khusus yang diberikan oleh bosnya.
“Jadi begini. Bos memberikan misi khusus kepada kita yang harus diselesaikan sore ini juga.
Kita memiliki waktu 6 jam. Kita harus menukarkan 126 miliar poundsterling dengan emas murni. Jadi masing-masing dari kalian akan menerima dana sebesar 6 miliar. Saya berikan kalian waktu dalam lima jam. Kalian harus kembali ke ruangan ini dan menyerahkan hasil pekerjaan kalian. Mengerti! ” tanya Nina tegas kepada para bawahannya.
“Mengerti Nona.”jawab mereka serempak.
"Ya sudah laksanakan misi rahasia ini dengan sebaik mungkin. Silahkan bubar."
Semua wanita itu pun keluar dari ruangan Nina dan mulai menjalankan misi yang diminta Nina.
Sepuluh menit setelah mereka keluar dari ruangan Nina, masing-masing orang mendapati pesan masuk di handphone mereka bahwa mereka menerima uang sebesar 6 miliar poundsterling di rekening mereka.
“Semoga saja misi hari ini berhasil agar para penjahat itu tidak dapat menguasai kekayaanku”batin Martin membayangkan kengerian yang akan menimpa keluarganya.
Martin pun keluar ruangan dan berencana pulang secepat mungkin untuk memberitahu istrinya apa yang dia ketahui. Saat Martin berjalan ke Sky Car miliknya, ponselnya pun bergetar dan tertulis “Istriku Tercinta” di layar ponselnya.
“Iya Hallo. Ada apa ma” tanya Martin setelah menerima panggilan masuk dari istrinya, Mayleen.
“Pa, anak kita ada tugas dari sekolahnya untuk menyalin kisah dongeng. Bisa papi belikan buku dongeng ke toko buku langganan papi?”
“Loh kan bisa nyuruh Jenny atau Lely untuk membeli bukunya mi”
__ADS_1
“Yah papi. Biar sekalian Papi punya quality time dengan anak kita. Selama ini kan jarang sekali papi berkumpul bersama. Tolong ya pi”
“Ya udah. Hari ini papi belikan buku yang mami minta.”
“Makasi papi sayang. I love you so much”
“I love you too.” kata Martin sembari masuk ke Sky Car.dan pergi menuju toko buku langganannya.
“Selamat datang di Toko Buku Adam Chen, toko buku serba ada yang memberikan Anda pengalaman yang belum pernah Anda alami sebelumnya.” kata seorang pria muda sembari memberikan selebaran kepada setiap pengunjung yang melewati toko buku itu..
“Siapa namamu dek? Sepertinya kamu orang baru. Saya belum pernah melihatmu sebelumnya.” tanya Martin kepada pria muda itu sembari memasuki toko buku tersebut.
“Selamat datang pak. Nama saya Jhon pak. Saya pegawai baru toko buku ini. Hari ini hari pertama saya bekerja di toko buku ini.”
“Owh pantasan saja saya belum pernah melihatmu sebelumnya. Owh iya, tolong panggilkan managermu. Bilang saja Pak Martin datang mencari Anda” kata Martin tersenyum membayangkan wajah panik Roy nantinya.
“Baik pak. Saya akan sampaikan ke manager saya. Silahkan bapak menunggu di ruang tamu itu” kata pria muda itu menunjukkan ruang tamu pengunjung dan beranjak pergi menemui managernya. Martin menunggu di ruang tamu itu sembari melihat-lihat souvenir yang dipajang di toko buku itu.
Beberapa menit kemudian, pria muda berusia 30 tahunan berlari secepat yang dia bisa untuk menemui Martin. Sesampainya di tempat Martin melihat-lihat produk toko buku itu, manager itu pun menundukkan badan nya
“Mohon maaf sebelumnya Pak Bos. Saya tidak ada persiapan untuk menyambut Anda.”kata Roy dengan panik
“Ha..ha..ha.. Jangan panik Roy. Saya hanya sebentar saja. Tolong kamu carikan 3 buku dongeng terbaik yang kamu jual di toko buku ini.”kata Martin sembari melihat-lihat produk di toko itu.
__ADS_1
“Sebentar pak bos. Saya akan carikan di komputer. Jhon tolong bawakan makanan dan minuman kepada bos kita.” kata Roy Cong kepada pegawainya sembari mengotak atik komputer yang ada di dekat meja kasir untuk mencarikan apa yang Martin minta.
Beberapa saat kemudian Jhon pun menyuguhkan teh melati hangat dan beberapa makanan ringan kepada Martin.