DUNIA SEMBILAN PENDEKAR

DUNIA SEMBILAN PENDEKAR
Episode 15 - Desa Cuandixia


__ADS_3

"Tuan, perkiraan saya kita membutuhkan 10.000 kilogram emas untuk membeli empat gedung di empat lokasi strategis di masing-masing kerajaan." kata Shaoshang sedikit ragu.


Shaoshang tahu bahwa emas sebanyak itu mustahil untuk dimiliki anak semuda ini. Jikapun ada, tak ada seorang pun yang akan mempercayakan kekayaannya kepada pria bangkrut seperti dirinya.


“Baiklah Shao. Namun izinkan saya sendiri dulu.”kata Ling Feng untuk merahasiakan gelangnya dan kekayaan yang dimilikinya dari Shaosheng


“Baik tuan. Saya akan keluar.” kata Shaosheng semberi melangkah keluar dari ruangan kerjanya.


Ling Feng mulai mengeluarkan 1.000 batang emas dan memasukkannya ke dalam kantong hitam yang dia bawa. Total emas di kantong itu sekarang adalah 10.000 kilogram emas. Ling Feng pun meletakkan emas itu di bawah meja kerja Shaoshang dan memanggil Shaoshang masuk.


“Iya tuan muda. Ada yang bisa saya bantu?”tanya Shaoshang dengan sopan


“Dana yang kamu minta ada di bawah meja kerjamu. Tolong buatkan kontraknya. Dan nama tokonya nanti adalah Toko Adam Chen.” kata Ling Fen


“Baik tuan muda.  Saya akan buat kontraknya dulu dan nama tokonya akan saya namai sesuai permintaan tuan.”


Lalu Shaosheng pun melihat 1.000 batang emas di bawah meja kerjanya. Dia heran bagaimana anak ini bisa memiliki begitu banyak emas namun di mata Shaoshang anak ini tidak membawa apapun.


Shaosheng pun memasukkan semua emas itu ke dalam sebuah cincin dan emas itu menghilang sekejap dari hadapan Ling Feng.


Ling yang terkejut pun bertanya kepada Shaosheng


"Shao, apa nama cincin yang kamu pakai itu. "tanya Ling penasaran


"Ini cincin sementa. Kita dapat menyimpan benda mati apapun ke dapalm cincin ini, jadi kita tidak perlu membawa banyak emas kemana pun kita pergi." kata Shaosheng menjelaskan tentang cincin warisan keluarganya.


"Ternyata dunia ini canggih juga."batin Ling Feng


Shaosheng tidak berani bertanya asal usul kekayaan yang dimiliki Ling Feng. Shaosheng khawatir menyinggung perasaan Ling Feng yang dapat mempengaruhi tujuannya untuk berbisnis dengan Ling Feng.


Shaosheng bahagia menerima emas yang begitu banyak. Dia pun segera membuatkan kontrak kepemilikan sepenuhnya Toko Adam Chen atas nama Ling Feng.


“Tuan ini kontraknya. Sekarang tuan adalah pemilik 100% toko ini. Tolong jaga lencana naga emas ini, yang menandakan tuan sebagai pemilik satu-satunya Toko Adam Chen ini.


Lalu ini ada 10 kembang api. Dimanapun tuan berada dalam bahaya, tuan nyalakan saja kembang apinya, bawahanku akan menolong tuan muda.”


Ling Feng menerima Giok Emas berbentuk naga dan 10 buah  kembang api emas yang diberikan Shaosheng.

__ADS_1


Ling Feng juga membaca kontrak yang diterimanya. Setelah membaca kontrak tersebut, Ling Feng menandatangani surat kepemilikan Toko Adam Chen dan menyimpan di dalam jaketnya.


“Baiklah kalau begitu saya permisi dulu.”kata Ling Feng berjalan keluar dari rumah yang baru saja dibelinya itu.


Tao yang sedari tadi menunggu bersama kedua penjaga Shaosheng pun menyambut kedatangan Ling Feng dan Shaosheng.


“Kalian berdua, antar tuan Ling Feng dan Tao ke penginapan.” Perintah Shaosheng kepada kedua penjaganya


“Baik tuan.” jawab kedua penjaga itu secara serempak


“Tao, ini ada sedikit hadiah.”kata Shaosheng memberikan sekantung emas kepada Tao. Tao pun menghitung ada 50 keping emas di dalam kantung kecil itu.


“Ha..ha..ha.. hari ini aku untung besar. Pemuda ini bagaikan jimat keberuntunganku.”batin Tao sembari membawa Ling Feng kembali ke penginapannya dengan kuda miliknya diikuti kedua penjaga Shaosheng di belakangnya.


Setengah jam kemudian, Ling Feng dan Tao pun tiba di penginapan Terang Bulan tanpa halangan apapun.


“Selamat pagi tuan. Tuan Shaoshang menunggu Anda di ruang VIP” kata Tao yang berdiri di depan pintu kamar Ling Feng.


“Katakan kepadanya agar menungguku di rumah saja.”jawab Ling


‘Baik tuan.”


‘Baik tuan. Rahasia tuan aman.”


Tao pun pergi meninggalkan Ling Feng dengan wajah yang bahagia.


“Pagi ayah. Ayo kita sarapan.”kata Ling Feng setelah melihat ayahnya bangun


“Ah kau Ling. Baiklah. Nanti temani ayah untuk berkeliling desa Cuandixia; siapa tahu ada yang bisa kita beli di desa ini. Sekalian kita mencari rumah untuk tempat tinggal kita.”


“Baik yah.”


Ling Feng tersenyum membayangkan keterkejutan ayahnya bahwa mereka akan memiliki rumah mewah di desa Cuandixia ini.


Di saat sarapan Zongxian pun mengutarakan rahasia yang sudah dipendamnya selama beberapa hari ini.


“Ling , ada yang hendak ayah sampaikan kepadamu/”

__ADS_1


“Iya apa itu yah?”


“Begini nak. Ayah sudah berjanji kepada delapan persekutuan untuk memberangkatkanmu berlatih di setiap persekutuan selama seminggu.


Jadi kamu akan berlatih selama 2 bulan. Apa kamu gak masalah nak? Kalau kamu setuju sebulan lagi kamu akan berangkat” kata Zongxian menjelaskan maksudnya kepada anaknya


“Baiklah yah. Ling Feng akan mengikuti perkataan ayah. Semua kan ayah lakukan untuk kebaikan Ling.”


‘Terima kasih ya nak. Semoga status mu meningkat selama kamu berlatih di persekutuan.”


“Amin yah. Ling pun akan berusaha yang terbaik.”


Mereka berdua melanjutkan sarapannya kembali. Setelah menyelesaikan sarapannya, Zongxian dan anaknya menjalani desa Cuandixia ini.


Tao pun memberitahukan kepada mereka bahwa ada pasar besar di utara desa ini dan disana dijual berbagai macam produk-produk menarik.


Zongxian dan Ling Feng berjalan menuju ke Pasar Letua, Pasar Letua ini adalah pasar terbesar di Desa Cuandixia. Sesampainya disana, banyak produk-produk dijual di pasar ini. Ada yang menjual batu, ada yang menjual senjata,


dan banyak barang bagus lainnya. Zongxian berhenti di salah satu penjual dan dia sungguh tertarik dengan benda yang ada dihadapannya.


“Apakah ini benar buah naga danau Amora?”tanya Zongxian kepada penjual barang tersebut


“Benar tuan. Sebulan lalu ada seorang pendekar yang menjual buah ini karena terdesak kebutuhan ekonomi. Apa tuan tertarik dengan barang ini?” tanya penjual itu


“Iya saya sangat menginginkan buah ini. Berapa harga buah ini?”


“Harganya 20 keping emas saja tuan.”jawab penjual itu


“Mahal sekali. Hanya satu buah saja kenapa bisa semahal ini.”


“Memang buah ini langka tuan. Jika tidak punya uang, pergi saja sana.”kata penjual itu mengusir Zongxian


“Jangan kasar pak kepada ayah saya.  Ayo ayah kita cari produk yang lain saja.”kata Ling Feng kepada ayahnya.


“Ya sudahlah. Ayo kita pergi” kata Zongxian dengan sedikit kecewa


Mereka  pergi meninggalkan penjual kasar itu. Ling Feng berjanji dia akan membantu ayahnya untuk meningkatkan level kemampuannya. Namun dia harus menemukan cara yang tepat agar ayahnya tidak mencurigainya atas pil-pil yang akan diberikan itu.

__ADS_1


Ling Feng terpikir akan sebuah ide  yang brilian.


__ADS_2