
Petrolum Lima Tahun Lalu
“Pagi tuan Abiel.” Sapa seorang wanita kepada pria muda yang baru saja dilantik menjadi pemimpin desa yang baru di Petrolum.
“Pagi Alexia. Gimana hasil panen kita tahun ini.”
“Tidak sebanyak tahun lalu tuan. Tapi ini lebih baik daripada gagal panen.”
“Baguslah. Kalau ada yang kalian petani butuhkan untuk meningkatkan hasil pertanian desa kita, jangan sungkan untuk beritahu saya ya. Saya akan lakukan yang terbaik agar desa kita bisa memenangkan kompetisi tahunan Panen Raya kerajaan kita.” Kata Abiel
“Baik tuan”
‘Ya udah. Saya duluan ya. Saya mau memantau yang lain lagi.”
“Hati-hati di jalan tuan.”
Begitulah pekerjaan Abiel setiap hari di Desa Petrolum. Dia memantau hasil panen petani dan juga mendirikan Perkumpulan Petani Petrolum untuk mengajarkan mereka bertani yang efektf dan menghasilkan panen melimpah setiap tahunnya.
Pagi hari yang cerah itu, Abiel berkeliling memantau pekerjaan para petani. Tiba-tiba dia melihat kebakaran besar terjadi.
“Bukannya itu gedung Perkumpulan Petani milikku? Apa yang telah terjadi. Batin Abiel berlari ke arah kebakaran.
“Tolong.. tolong.. siapapun tolong kami..” teriak penduduk desa berlari ketakutan karena terjadi serangan mendadak kepada mereka.
“Kalian, tangkap para penduduk desa itu. Jangan biarkan ada yang kabur. Kalau saya tahu ada yang kabur, nyawa kalian sebagai penggantinya. “ perintah Azazael kepada bawahannya
“Baik Jendral.”
__ADS_1
Ribuan pasukan Iblis pun memasuki desa itu dan menangkap satu per satu penduduk desa itu lalu memasukkan mereka ke dalam penjara yang ditarik enam ekor kuda setan.
“Siapa kalian? Apa yang kalian mau lakukan kepada pendudukku?” tanya Abiel marah kepada salah satu pasukan Iblis itu
“Owh jadi kau pemimpin disini? Menyerahlah sebelum nyawamu hilang.”
“Kalau begitu jangan salahkan aku menghabisimu.” Teriak Abiel lalu maju menyerang pasukan Iblis itu. Status Abiel saat ini sudah mencapai Pendekar Agung level 45 dan bukan tandingan pasukan Iblis yang hanya berstatus Pendekar Sakti saja.
Dalam satu tinjuan, pasukan Iblis itu sudah dikalahkan. Ratusan pasukan iblis lain melihat rekan mereka terkapar, mereka bersama-sama menyerang Abiel. Walaupun Abiel sudah mencapai Pendekar Agung level 45, namun serangan ratusan pendekar sakti membuat Abiel kewalahan. Abiel pun terkapar karena dia tidak mampu melawan ratusan pasukan iblis itu.
“Ikat dia dan kurung di penjara. Tangkap penduduk yang lain. Ingat jangan ada yang terlepas, kalau gak nyawa kita jadi taruhannya.” kata salah satu pasukan iblis itu kepada rekannya
Begitulah akhirnya Petrolum terjatuh ke dalam tangan sekte Iblis. Pasukan Iblis itu membangun kota bawah tanah yang ditujukan untuk menawan semua manusia di seluruh dunia Sembilan Pendekar ini. Penduduk Petrolum yang ditahan hanya diberi makan sekali sehari selama lima tahun ini.
Kisah yang diceritakan Abiel membuat Ling Feng sangat kesal.
Ling Feng pun menjelaskan maksud dan tujuannya kepada para penduduk Petrolum itu.
“Bapak, ibu terhormat. Saya berencana untuk membangun ulang daerah Petrolum ini menjadi wilayah yang megah. Jadi tujuan pertama saya adalah membangun rumah-rumah bapak dan ibu.” Kata Ling Feng
Mereka semua bahagia mendapat harapan baru akan memiliki rumah. Namun Abiel maju berbicara kepada Ling Feng
“Maaf tuan. Saya menghargai niat baik Tuan Ling. Namun untuk membangun rumah untuk kurang lebih 600 kepala keluarga membutuhkan banyak biaya. Kami tidak punya apapun lagi saat ini selain tubuh dan jiwa kami ini saja.” Kata Abiel menjelaskan situasi saat ini kepada Ling Feng
“Saya yang menanggung semua biayanya. Tuan Abiel, saya percayakan kepada kamu untuk membangun kembali Petrolum ini. Saya hanya meminta nama wilayah ini diubah menjadi Kekaisaran Chen.” Kata Ling Feng
Mereka terkejut atas pernyataan Ling Feng. Kita tidak boleh member nama “Kekaisaran” jikalau kita tidak memiliki gelar Bangsawan Kaisar.
__ADS_1
“Tapi tuan… setidaknya diantar kita harus ada yang memiliki gelar bangsawan Kaisar?”kata Abiel
“Apakah ini yang Tuan Abiel maksud?” kata Ling Feng sembari menunjukkan mahkota bertahtahkan berlian dan tongkat dengan ukiran naga berwarna emas.
“Tuan.. apakah Anda.. ?”tanya Abiel gugup tidak menyelesaikan pertanyaannya
“Benar tuan. Bapak ibu, sekarang menunjuk diri saya menjadi Kaisar di wilayah saya ini , di Kekaisaran Chen. Tapi tolong perlakukan saya seperti pendekar biasa saja. Kalau bapak ibu mau meminta tolong apapun, jika aku sanggup, aku akan kabulkan. “ kata Ling Feng
“Baik paduka. Hormat kepada Kaisar Ling Feng.” Kata Abiel diikuti semua yang ada di tempat itu
“Baiklah. Saya angkat Tuan Abiel menjadi penanggungjawab pembangunan Kaisar Chen dan juga rumah-rumah kita semua. Mohon kerja samanya ya bapak ibu. Saya akan memberikan upah 1 keping emas sehari kepada bapak ibu. Saya akan membayar tenaga bapak ibu. “ kata Ling Feng
Mereka semua senang mendengar perkataan Ling Feng. Mereka tidak pernah mendengar satu pemimpin di dunia ini yang membayar sebesar itu untuk upah sehari.
‘Tuan, kami tidak sanggup menerima kebaikan tuan itu. Nyawa kami sudah diselamatkan saja kami sudah berutang kepada tuan. Hidup kami adalah milik tuan. Perlakukanlah yang baik menurut pandangan tuan kepada kami. Tapi untuk upah satu keping emas sehari tidak mampu kami terima tuan.” Kata Abiel berbicara sembari menundukkan badan
“Tuan Abiel, jangan seperti itu. Saya menyelamatkan kalian karena saya adalah tuan tanah Petroleum ini. Kalian sudah aku anggap seperti keluargaku. Kalau keluarga kita dalam masalah, bukannya sudah sewajarnya kita saling membantu sesama keluarga?” kata Ling Feng yang membuat Abiel dan penduduk disitu terharu.
“Hormat kepada Kaisar. Panjanglah umurmu kaisar dan berjayalah Kekaisaran Chen ini selamanya.” Kata mereka bersamaan sembari menunduk
“Kita sudah sepakat kalau begitu. Tuan Abiel, saya percayakan cincin ruang ini kepadamu. Tolong jangan keluarkan isinya. Itu saja permintaanku. Tuan ambillah emas di dalam cincin ini untuk membelikan bahan makanan, membayar mereka yang bekerja membangun Kekaisaran Chen kita serta membeli bahan-bahan bangunannya ya.” Kata Ling Feng sembari menyerahkan cincin ruangnya kepada Abiel
“Baik paduka.” Kata Abiel menerima cincin ruang itu dengan gemetar
“Owh sebelum saya pergi, saya mau mengajarkan kalian keahlian. Mari ikuti saya.” Kata Ling Feng diikuti semua penduduk itu
Ling Feng mengajari tehnik bertani di bawah tanah, tehnik membuat senjata, tehnik membuat obat, tehnik membangun rumah yang kokoh serta tehnik – tehnik yang dia baca di dalam buku yang diberikan ibunya.
__ADS_1
“Tuan Abiel, di buku ini dijelaskan semua tehnik untuk membangun Kekaisaran Chen kita. Tolong kamu pelajari dan ajari ke mereka agar visi dan misi kita tercapai.” Kata Ling Feng.