
Begitulah akhirnya Petrolum terjatuh ke dalam tangan sekte Iblis. Pasukan Iblis itu membangun kota bawah tanah yang ditujukan untuk menawan semua manusia di seluruh dunia Sembilan Pendekar ini. Penduduk Petrolum
yang ditahan hanya diberi makan sekali sehari selama lima tahun ini.
Kisah yang diceritakan Abiel membuat Ling Feng sangat kesal.
“Saya harus membasmi seluruh sekte Iblis di dunia ini.” Batin Ling Feng
Ling Feng pun menjelaskan maksud dan tujuannya kepada para penduduk Petrolum itu.
“Bapak, ibu terhormat. Saya berencana untuk membangun ulang daerah Petrolum ini menjadi wilayah yang megah. Jadi tujuan pertama saya adalah membangun rumah-rumah bapak dan ibu.” Kata Ling Feng
Mereka semua bahagia mendapat harapan baru akan memiliki rumah. Namun Abiel maju berbicara kepada Ling Feng
“Maaf tuan. Saya menghargai niat baik Tuan Ling. Namun untuk membangun rumah untuk kurang lebih 600 kepala keluarga membutuhkan banyak biaya. Kami tidak punya apapun lagi saat ini selain tubuh dan jiwa kami ini
saja.” Kata Abiel menjelaskan situasi saat ini kepada Ling Feng
“Saya yang menanggung semua biayanya. Tuan Abiel, saya percayakan kepada kamu untuk membangun kembali Petrolum ini. Saya hanya meminta nama wilayah ini diubah menjadi Kekaisaran Chen.” Kata Ling Feng
Mereka terkejut atas pernyataan Ling Feng. Kita tidak boleh member nama “Kekaisaran” jikalau kita tidak memiliki gelar Bangsawan Kaisar.
“Tapi tuan… setidaknya diantar kita harus ada yang memiliki gelar bangsawan Kaisar?”kata Abiel
“Apakah ini yang Tuan Abiel maksud?” kata Ling Feng sembari menunjukkan mahkota bertahtahkan berlian dan tongkat dengan ukiran naga berwarna emas.
“Tuan.. apakah Anda.. ?”tanya Abiel gugup tidak menyelesaikan pertanyaannya
“Benar tuan. Bapak ibu, sekarang menunjuk diri saya menjadi Kaisar di wilayah saya ini , di Kekaisaran Chen. Tapi tolong perlakukan saya seperti pendekar biasa saja. Kalau bapak ibu mau meminta tolong apapun, jika aku sanggup, aku akan kabulkan. “ kata Ling Feng
“Baik paduka. Hormat kepada Kaisar Ling Feng.” Kata Abiel diikuti semua yang ada di tempat itu
“Baiklah. Saya angkat Tuan Abiel menjadi penanggungjawab pembangunan Kaisar Chen dan juga rumah-rumah kita semua. Mohon kerja samanya ya bapak ibu. Saya akan memberikan upah 1 keping emas sehari kepada bapak ibu. Saya akan membayar tenaga bapak ibu. “ kata Ling Feng
Mereka semua senang mendengar perkataan Ling Feng. Mereka tidak pernah mendengar satu pemimpin di dunia ini yang membayar sebesar itu untuk upah sehari.
‘Tuan, kami tidak sanggup menerima kebaikan tuan itu. Nyawa kami sudah diselamatkan saja kami sudah
berutang kepada tuan. Hidup kami adalah milik tuan. Perlakukanlah yang baik menurut pandangan tuan kepada kami. Tapi untuk upah satu keping emas sehari tidak mampu kami terima tuan.” Kata Abiel berbicara sembari menundukkan badan
“Tuan Abiel, jangan seperti itu. Saya menyelamatkan kalian karena saya adalah tuan tanah Petroleum ini. Kalian sudah aku anggap seperti keluargaku. Kalau keluarga kita dalam masalah, bukannya sudah sewajarnya kita
saling membantu sesama keluarga?” kata Ling Feng yang membuat Abiel dan penduduk disitu terharu.
“Hormat kepada Kaisar. Panjanglah umurmu kaisar dan berjayalah Kekaisaran Chen ini selamanya.” Kata mereka bersamaan sembari menunduk
“Kita sudah sepakat kalau begitu. Tuan Abiel, saya percayakan cincin ruang ini kepadamu. Tolong jangan keluarkan isinya. Itu saja permintaanku. Tuan ambillah emas di dalam cincin ini untuk membelikan bahan makanan, membayar mereka yang bekerja membangun Kekaisaran Chen kita serta membeli bahan-bahan bangunannya ya.” Kata Ling Feng sembari menyerahkan cincin ruangnya kepada Abiel
“Baik paduka.” Kata Abiel menerima cincin ruang itu dengan gemetar
“Owh sebelum saya pergi, saya mau mengajarkan kalian keahlian. Mari ikuti saya.” Kata Ling Feng diikuti semua penduduk itu
Ling Feng mengajari tehnik bertani di bawah tanah, tehnik membuat senjata, tehnik membuat obat, tehnik membangun rumah yang kokoh serta tehnik – tehnik yang dia baca di dalam buku yang diberikan ibunya.
“Tuan Abiel, di buku ini dijelaskan semua tehnik untuk membangun Kekaisaran Chen kita. Tolong kamu
pelajari dan ajari ke mereka agar visi dan misi kita tercapai.” Kata Ling Feng
“Baik paduka. Perintah akan saya laksakan.”
“Baiklah kalau begitu saya permisi dulu. Sekali-kali saya akan datang ke tempat ini. “ kata Ling Feng melangkah pergi keluar dari tempat itu
Ling Feng keluar dari kota bawah tanah itu. Ling melihat Petroleum memang kota mati seperti yang Kaisar Xing Ming katakan.
“Aku akan ubah kota mati ini menjadi Kekaisaran Cheng yang melegenda.” Batin Ling Feng
Di Sekte Iblis Pusat
‘Lapor Jendral. Ada masalah gawat “ lapor salah satu pasukan iblis dengan buru-buru
__ADS_1
“Ada apa Kreken. Laporan apa yang membuat kamu seperti ketakutan begitu.”tanya Azazael melihat anak buahnya seperti sangat ketakutan
“Sa..Saya mendapat laporan dari salah satu pasukan Iblis cabang Petrolum bahwa markas kita sudah dihancurkan.”
“Apa? Siapa yang berani melakukan itu?” tanya Azazael
“Saya kurang tahu jendral. Berdasarkan informasi, hanya seorang anak muda yang identitasnya tidak diketahui.” Jawab Kreken
“Baiklah. Kamu sudah boleh pergi. Masalah ini akan saya laporkan ke baginda raja.” Kata Azazael terbang untuk menghadap rajanya
“Lapor Baginda Raja. Saya Azazael hendak memberi laporan.” Kata Azazael memberi hormat
“Ada apa Azazael. Laporan apa yang hendak kamu sampaikan?” tanya Lucifer
“Saya mendapat laporan bahwa cabang kita di Petrolum telah dihancurkan baginda.”lapor Azazael
“Apa? Bukannya Urakibarameel ada disana? Coba saya cari dulu hawa Urakibarameel.” Kata Raja Iblis Lucifer sembari memejamkan matanya untuk mencari keberadaan anak buahnya. Namun keberadaan Urakibarameel tidak dapat ditemukan.
“Azazael, kamu dan jendral lainnya pergi ke Petrolum untuk memeriksa keadaan. Saya tidak bisa merasakan keberadaan Urakibarameel” kata Lucifer
“Baik baginda.”
Azazael pergi dan melakukan apa yang diperintahkan rajanya.
****
Ling Feng berjalan selama enam jam dan tiba di rumah yang telah dibeli dari Shaosheng.
“Selamat datang tuan muda.” Sapa penjaga rumah itu menyambut kedatangan Ling Feng
“Ruddy, kamu tahu keberadaan Shaoheng saat ini?” tanya Ling Feng
“Tuan Shaosheng ada di Wangtan tuan.” Jawab Ruddy
‘Terima kasih ya. Apakah ada berita terbaru di kerajaan ini?”
“Ada tuan. Kaisar Xing Ming dan Kaisar lainnya akan ke Gunung Raksasa Tangan Dewa di Kerajaan Shuui”
“Ha? Mereka mau melawan Kura-kura raksasa itu? Ah.. biarkan saja lah.” batin Ling Feng
‘Saya duluan ya. Saya mau menemui Shaosheng ke Wangtan.”
“Hati-hati di jalan tuan.”
Ling Feng meminta seekor kuda untuk dipakainya menuju Wangtan. Sepuluh menit kemudian, Ruddy membawa seekor kuda tangkas untuk dipakai Ling Feng.
__ADS_1
“Selamat datang tuan. Selamat berbelanja.” Sapa seorang wanita cantik kepada Ling Feng
“Maaf nona. Shaosheng ada dimana?”tanya Ling Feng melihat “Laura” di nametag wanita muda itu
“Tuan Shaosheng sedang dipanggil Kaisar Xing Ming.”jawab Laura
“Ha? Apa keperluan apa si Shaosheng itu kesana.” Batin Ling Feng
“Owh ya Laura, bisa kamu panggilkan penanggungjawab di tempat ini.”
“Baik tuan. Tuan bisa menunggu di ruang tunggu kita. Saya akan panggilkan Tuan Gading”
Laura melangkah ke dalam toko untuk melakukan apa yang diminta Ling Feng.
Sepuluh menit kemudian, seorang pria muda datang bersama dengna Laura.
“Selamat siang tuan. Ada yang bisa saya bantu.” Kata Gading. Gading tidak mengenal Ling Feng karena dia bersama Laura baru direkrut Shaosheng sebulan lalu untuk bekerja di Toko Adam Chen Wangtan ini.
“Saya mau ke lantai empat. “ kata Ling Feng kepada mereka berdua
“Maaf tuan. Lantai empat tidak diperuntukkan untuk umum. Lantai empat milik Tuan Besar kami tuan.” Jawab Gading
“Ah.. aku mau istrahat. Tapi ya sudahlah, aku mau keliling dulu melihat situasi tokoku ini.”batin Ling Feng
“Ya udahlah. Terima kasih ya. Saya mau keliling toko ini dulu.” Kata Ling Feng sembari pergi meninggalkan mereka berdua untuk berkeliling dari lantai satu hingga lantai tiga.
“Ha? Apa ini? Seingatku ini bukan produkku. Kenapa barang ini ada disini?”batin Ling Feng
“Tuan Gading, bisa kemari sebentar” minta Ling Feng
“Iya ada yang bisa saya bantu tuan?”
“Mohon maaf saya mau tanya mengenai barang ini.” Kata Ling Feng sembari menunjuk ke lokasi barang itu
“Owh itu. Itu namanya senapan suci buatan Persekutuan SaintMort.” Jelas Gading
“Owh.. apakah…” kata Ling Feng yang perkataannya dipotong oleh teriakan sesseorang yang dia kenal
“Tuan Ling Feng? Kapan Anda tiba? Kenapa tidak memberitahu saya agar saya bisa menjemput tuan.” Tanya Shaosheng berlari mendapatkan Ling Feng
“Saya baru tiba hari ini. Shaosheng, bisa kamu jelaskan mengenai hal ini.” Kata Ling Feng menatap tajam ke Shaosheng
“Itu… begini tuan.. situasinya agak sulit untuk saya jelaskan.Sebaiknya mari kita bicara berdua saja di ruang VIP tuan.” Kata Shaosheng.
“Gading, Laura, kalian bawakan minuman dan hidangan terbaik untuk tuan kita.” Perintah Shaosheng
Gading dan Laura sedari tadi hanya terdiam mematung. Mereka tidak mempercayai bahwa anak muda yang di depan mereka adalah pemilik toko tempat mereka bekerja. Apalagi Gading yang ketakutan membayangkan dia akan dipecat hari ini karena berlaku tidak sopan kepada tuan mudanya.
__ADS_1
Mereka berdua berlalu dengan berbagai-bagai masalah yang berkecamuk di dalam pikiran mereka.