DUNIA SEMBILAN PENDEKAR

DUNIA SEMBILAN PENDEKAR
Episode 28 - Persekutuan Pedang Surgawi


__ADS_3

“Ling, ayo kita mulai latihannya. Kamu lihat dan serap setiap jurus yang saya praktekkan selama seminggu ini ya.” Kata Tetua Liangyi. Tetua Liangyi mempraktekkan empat jurus  Persekutuan Api Phoenix berikut


1. Jurus Ratusan Api Naga


Jurus api berbentuk ratusan naga-naga kecil yang membuat lawan sulit menghindari jurus ini karena ada ratusan api mengarah dari berbagai arah mata angin


2. Jurus Manipulasi Api


Jurus yang dapat memperbesar atau memperkecil serangan api, dan juga dapat membentuk api menjadi sesuatu yang diinginkan penggunanya.


3. Jurus Ribuan Bom Api


Jurus berbentuk ribuan bola api yang datang dari berbagai arah mata angin. Bola api ini akan meledak jikalau terkena terhadap suatu benda.


4. Jurus terkuat Jurus Api Monster Phoenix


Jurus terlarang Persekutuan Api Phoenix yang tidak boleh diarahkan kepada manusia. Hanya boleh kepada  monster binatang dan Iblis saja.


Jurus ini berbentuk burung Phoenix raksasa. Panas apinya juga membuat atmosfir di sekitar menjadi berubah.


Jurus ini juga dapat berubah-ubah arah. Setiap lawan yang ditargetkan dengan jurus ini akan terus dikejar hingga lawan yang ditargetkan itu HARUS terkena jurus ini.


Di hari terakhir, Ling Feng memilih buku Tehnik Kebal Terhadap Api.


Di dalam buku ini dijelaskan bahwa, ada sebuah buah di Dunia Peri bernama Buah Peri Cherry, sebuah buah yang dapat melapisi tubuh orang yang memakannya menjadi kebal terhadap segala jenis api sepanas apapun api itu.


Setelah berpamitan kepada Tetua Liangyi, Ling Feng berkuda menuju Persekutuan Pedang Surgawi yang hanya berjarak dua kilometer dari Persekutuan Api Phoenix.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam , Ling Feng mengetuk pintu gerbang persekutuan itu.


Tok..tok..tok


“Permisi tuan nona. Permisi.” Teriak Ling Feng


Sebuah pedang meluncur ke arah Ling Feng. Ling Feng menghindar segera dari serangan pedang  itu.


“Kamu siapa?” kata seorang kakek dari yang sedang berdiri di pohon besar yang berada di samping pintu gerbang


“Maaf kek. Nama saya Ling Feng.” ujar Ling Feng memperkenalkan diri sembari memberi hormat


“Ada keperluan apa kamu ke tempat ini?”ujar kakek itu curiga kepada Ling Feng

__ADS_1


“Saya ingin berlatih kek.”ujar Ling Feng


“Kita tidak  sedang menerima murid. Dan kemampuanmu tidak dibutuhkan persekutuan ini.”ujar kakek itu meremehkan Ling Feng


“Maaf kek. Saya sadar kemampuan saya tidak memuaskan kakek. Tapi saya datang untuk menghormati undangan perwakilan persekutuan ini.”ujar Ling Feng tetap sopan


“Jadi siapa yang mengundangmu ke tempatku ini ? " tanya kakek itu


“Hwayong.” Kata Ling Feng


“Ha.. tidak mungkin.. tidak mungkin istriku mengundang orang tanpa sepengetahuanku.” Katak kakek itu


“Sebuah pedang berapi terbang cepat ke kakek itu. Dia menghindari pedang berapi itu dengan gesit.


“Long , kenapa kamu tidak sopan kepada calon suami Peiyu.” Kata seorang wanita tua terbang ke arah kakek itu.


“Ha? Kau serius istriku. Pemuda ini tidak cocok untuk cucu kita.”


“Memang kamu siapa berhak menentukan pasangan untuk Peiyu?” ujar wanita tua itu memarahi kakek itu


“Lah, aku kan kakeknya.” ujar kakek itu menghindari cubitan istrinya


“Kakek yang gila latihan aja. Kemana saja kamu sudah sebulan tidak pulang.” kata wanita tua itu sembari mencubit kakek itu


“Apa yang kamu cari disana hingga sebulan tidak ada kabar?” ujar si nenek marah


“Gini loh sayang. Aku mendengar di Gunung Alam Baka ada Naga surgawi. Saya juga gak tahu apakah kabar itu benar atau bohong, tapi aku kesana untuk memastikan aja.”


“Lalu gimana hasilnya? Kamu menemukan yang kamu cari?”


“Gak sih he.he..he..” ujar si kakek tersenyum terpaksa


“Dasar pria, maunya sesuka hatinya saja.”


Wanita tua itu terbang ke arah Ling Feng dan meminta maaf atas perbuatan suaminya.


“Dia memang seperti itu kepada semua tamu. Kamu mohon maklum ya Ling. Perkenalkan saya Hwayong, pendiri Persekutuan Pedang Surgawi ini.”


“Salam Tetua Hwayong. Ling Feng memberi hormat kepada tetua.”ujar Ling Feng memberi hormat sembari membungkukkan badan


“Ayo masuk nak. Tinggalkan saja pria tua itu.”ujar si nenek sembari berjalan masuk ke dalam gedung

__ADS_1


Ling Feng berjalan bersama Tetua Hwayong menuju ke gedung utama Persekutuan Pedang Surgawi.


“Peiyu, kenalkan ini Ling Feng. Dia akan berlatih selama seminggu di persekutuan kita.” Kata Tetua Hwayong memperkenalkan Ling Feng kepada cucu semata wayangnya.


“Hallo. Saya Ling Feng.” Katanya sembari mengulurkan tangannya untuk berkenalan


Peiyu mengacuhkan Ling Feng dan berjalan ke luar gedung.


“Saya mau menjumpai kakek dulu ya nek.” Kata Peiyu meninggalkan mereka berdua di ruangan itu


“Maafkan cucuku ya. Dia memang dimanjakan suamiku. Tetapi sifatnya baik kok.” Kata Tetua Hwayong mencoba menormalkan situasi yang canggung.


“Gak apa apa kok tetua.”ujar Ling Feng sopan


“Istrahatlah dulu. Nanti saya mintakan murid lain untuk mengantarmu ke kamarmu.”


‘Terima kasih tetua.”


Tetua Hwayong melangkah pergi ke luar ruang tamu itu.


Lima menit kemudian, seorang pria muda mendatangi Ling Feng.


“Tuan, silahkan ikuti saya.” Kata pria itu sembari berjalan mendahului Ling Feng


Pemuda itu mengantar Ling Feng ke suatu tempat yang agak jauh dari ruang tamu itu. Tempat yang agak terpencil namun sangat asri.


Kicauan burung menjadi daya tarik tambahan dari kamar yang ditempati Ling Feng.


“Tetua memberi kertas ini untuk diberikan kepada tuan. Jikalau tuan ada yang mau ditanya atau ada kebutuhan lainnya, silahkan cari saya. Nama saya Manchu. “ kata pria itu memperkenalkan dirinya


“Saat ini belum ada. Terima kasih Manchu.”


Pemuda itu pun meninggalkan Ling Feng


“Ah peta ini sama seperti yang diberikan Tetua Jo Kei. Ternyata begini cara dunia ini untuk menunjukkan lokasi persekutuannya. “ batin Ling Feng


Ling Feng mendengar perkataan kakek dan tetua  mengenai Naga Surgawi. Ling Feng mulai mendapat petunjuk untuk mencari Naga Surgawi ini.


Dia hanya perlu untuk memperkuat dirinya karena kabarnya Naga Surgawi ini terkenal ganas dan mematikan.


Naga Surgawi dapat dijadikan tunggangan di udara, namun tidak mudah untuk menaklukkan naga surgawi. Seorang pendekar harus memiliki kekuatan yang lebih besar dari naga surgawi dan pendekar itu harus mengikat perjanjian darah dengan naga surgawi menggunakan Mutiara Naga.

__ADS_1


“Ah gimana caranya aku mencari Mutiara Naga ini ya. Ya udah lah, nanti aja itu kupikirkan. Sekarang aku hanya perlu untuk memperkuat diriku dengan jurus-jurus yang telah “kucuri” dari berbagai persekutuan itu” Batin Ling Feng


Keesokan harinya Ling Feng menuju titik yang telah ditandai Tetua Hwayong untuk dia datangi beserta catatan apa yang harus dilakukan dirinya selama berada di persekutuan ini.


__ADS_2