
Mereka berdua pun tersenyum bahagia walau kematian sebentar lagi akan menjemput mereka.
“Nyonya Chen, bagaimana keputusanmu? Jika kamu bersedia, mohon tunjukkan dimana kalian menyembunyikan harta itu.” tanya Presiden Jingmi Ho kepada Mayleen.
“Mohon maaf kakek Jingmi. Kami sudah tidak memiliki harta apapun lagi. Kalau kamu mau -membunuh kami sekarang juga tidak apa-apa. Kami berdua sudah siap. Namun jangan berharap kami akan memberitahumu letak harta kami berada. Aku hanya mengulur waktu saja " teriak Mayleen tertawa mengejek kepada Jingmi Ho
“Kalau begitu kamu tanda tangani saja surat pernyataan pengalihan saham dan saya akan tetap menepati janji saya untuk menjadikan suamimu sebagai presiden negara kita.”kata Jingmi Ho kepada Mayleen sembari menyodorkan sebuah surat pernyataan untuk ditandatangani Mayleen
“May, jangan percaya akal busuknya. Dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapat apa yang dia mau”bisik Martin kepada istrinya
“Saya tahu kok sayang. Tenang saja. Saya akan mengelabui bandot tua itu.”kata Mayleen menyakinkan suaminya
“Baiklah. Saya akan menandatangani surat itu. Tapi apa jaminan kalau Anda akan menepati janji.” tanya Mayleen sekadar hanya mengulur waktu saja.
“Saya akan membuat surat pernyataan bermaterai sehingga pernyataan saya akan sah di hadapan hukum. Gimana?’tanya Presiden Jingmi Ho berusaha menyakinkan Mayleen
“Dasar bandot tua. Hukum kan milikmu. Tidak ada gunanya menghukummu. Toh kamu akan dibebaskan dari semua perkara yang ditujukan kepadamu.”batin Mayleen
“Sebenarnya saya mau menandatangani surat itu pak tua. Tapi gimana ya, kami sudah miskin sekarang. Anak kami lah sekarang yang menjadi pemilik sah perusahaan kami. Anda kan presiden negara ini, pasti tahu bahwa sia-sia kalau kami menandatangani surat yang Anda minta.” kata Mayleen dengan senyum kemenangannya
Mendengar pernyataan Mayleen, muka Jingmi Ho pun terlihat sangat marah. Dia merasa membuang-buang waktu untuk membujuk mereka mengikuti kemauannya.
"Baik.. Baiklah kalau itu keputusanmu. Haocun, ikat mereka berdua di ruang tamu, dan ledakkan saja rumah ini. Jangan biarkan ada seorang pun yang hidup."perintah Jingmi Ho kepada bawahannya
"Bawa pria yang kamu culik itu ke dalam, dan kamu atur semua media untuk memberitakan bahwa teroris telah melakukan bom bunuh diri dan membunuh ilmuan terbaik kita. Martin, salam kepada ayahmu ya. Katakan sahabatnya rindu kepadanya” kata Jingmi Ho sembari melangkah keluar dari rumah itu.
__ADS_1
“Semoga kamu mendapat balasan setimpal atas perbuatan yang kalian lakukan ke keluarga kami.”teriak Martin sebelum mulutnya dan istrinya diisolasi agar tidak berbicara lagi.
Martin dan Mayleen pun diikat dan diletakkan di ruang tamu bersama seorang pria paruh baya yang dicuri Jendral Haocun Li . Dalam hitungan beberapa menit kemudian, Jendral Haocun Li pun menekan tombol di tangannya dan ledakan besar merobohkan rumah mewah Martin dan menewaskan Martin dan istrinya beserta seorang pria paruh baya.
Tanpa mereka sadari, bersamaan dengan ledakan tersebut, sebuah cahaya super kilat meninggalkan mereka menuju sebuah dunia yang tidak diketahui sama sekali.
Adam pun menangis sedih dan pingsan mengetahui bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dan dia sedang berada di suatu mesin yang membawanya ke dunia antah berantah.
Headline News :
"Telah meninggal sepasang ilmuan terbaik China dini hari tadi. Pelakunya adalah seorang ******* yang melakukan bom bunuh diri. Kami melaporkan dari Istana kepresidenan. Presiden akan melakuakn press conference." kata reporter televisi swasta terbesar di China
"Saudara-saudariku sebangsa setanah air. Kita kehilangan putra putri terbaik negara : Martin dan istrinya, Mayleen. Saya turut merasakan kesedihan atas kepergian mereka dan menyatakan belasungkawa yang mendalam atas kepergian sepasang ilmuan terbaik negara ini yang telah dibunuh oleh ******* di kediamannya tadi malam. Saya akan menganugerahi gelar pahlawan kepada mereka berdua atas jasa-jasanya selama ini. Sekian pernyataan dari saya." kata Presiden Jingmi Ho menunduk hormat dan pergi ke meninggalkan ruangan press conference itu.
Duar… bummm…
Setelah benda asing itu mendarat dan meledak, pria itu pun mendekati benda asing itu.
Dia pun heran melihat hal yang asing baginya. Di saat mau beranjak pergi, pria itu mendengar suara tangisan seorang anak kecil.
“Ah gak mungkin ada suara anak kecil di Hutan Terlarang ini. Jangan-jangan hantu penghuni hutan ini.” batin pria itu mendadak ketakutan.
Namun suara tangisan itu pun menjadi semakin kencang yang membuat pria itu yakin bahwa itu adalah suara tangisan anak kecil. Pria itu pun mencari asal suara itu, dan mendapati bahwa suara itu berasal dari benda asing yang meledak tadi.
Pria itu pun mendekati kembali benda asing itu, dan menyingkirkan beberapa timbunan barang yang telah hancur. Pria itu pun mendapati seorang bayi imut yang terbaring di benda asing itu.
__ADS_1
“Sepertinya anak ini sungguh beruntung. Bisa selamat dari ledakan besar. Baiklah aku akan merawat anak ini.”batin pria itu sembari memungut anak kecil itu dan membawanya ke tempat tinggalnya.
Sepuluh Tahun pun berlalu
“Ling Feng, apakah kamu sudah siap untuk ayah ajarkan ilmu beladiri?”tanya Zongxian kepada anak angkatnya.
‘Baik ayah. Ling Feng sudah siap” jawab Ling Feng dengan tegas
Sepuluh tahun yang lalu Adam berhasil mendarat di sebuah desa kecil bernama Desa Lehu di Kerajaan Minion. Adam pun diberi nama Ling Feng oleh ayah angkatnya, Zongxian seorang Pendekar Agung level 42.
Ayah angkatnya adalah pensiunan tentara kerajaan dan sehari-hari berburu binatang siluman di Hutan Terlarang.
Zongxian mengajarkan ilmu beladiri dasar kepada Ling Feng saat berusia 5 tahun berupa tinjuan, pukulan, tendangan, tangkisan dan juga tehnik beladiri dasar lainnya. Ling Feng pun dengan cepat menguasai ilmu beladiri tersebut.
“Wowww anak ini sungguh berbakat. Baru 5 tahun sudah bisa memiliki kekuatan sebesar ini.
Anak ini punya kemampuan untuk mencapai level Pendekar Suci.”batin Zongxian melihat perkembangan pesat Ling Feng.
Saat berusia 8 tahun, Zongxian mengajarkan ratusan jurus kepada anak angkatnya, Ling Feng.
Selama 2 tahun terakhir,Ling Feng pun berhasil menguasai ratusan jurus dasar hingga jurus tingkat Pendekar Sakti.
Zongxian tidak menyadari bahwa semenjak berumur 3 tahun, tanpa sepengetahuan ayahnya, Ling Feng mulai mengkonsumsi pil bunga teratai salju untuk menaikkan status kemampuannya.
Ling Feng menyadari bahwa dia mendarat di Dunia Sembilan Pendekar; dunia dimana yang kuatlah yang berkuasa.
__ADS_1
Ling Feng ingin menjadi kuat secepatnya. Setelah mengkonsumsi pil bunga teratai salju sebanyak 2000 butir selama 2 tahun ini, status Ling Feng naik menjadi Pendekar di umur 5 tahun.