DUNIA SEMBILAN PENDEKAR

DUNIA SEMBILAN PENDEKAR
Episode 6 - Tugas Sekolah


__ADS_3

“Terima kasih Jhon” ujar Martin sembari tersenyum.


“Terima kasih kembali pak.”kata Jhon seraya melanjutkan pekerjaan menawarkan selebaran kepada setiap pengunjung yang melewati toko buku itu.


“Pak bos, ada tiga buku dongeng terbaik yang kita miliki : “Rahasia Tersembunyi Kerajaan Lautan dan Kerajaan Dunia Bawah, Legenda Kerajaan Langit, dan Dunia Sembilan Pendekar.”


“Kalau begitu coba kamu bawakan ketiga buku itu untuk aku baca sebentar.”


“Baiklah kalau begitu. Tunggu sebentar saya ambilkan pak bos.”


“Terima kasih ya Roy.”


“Sama-sama pak bos” kata Roy seraya meninggalkan Martin yang sedang menikmati teh melati di depannya.


Roy pun mencarikan buku yang diminta oleh atasannya itu.


Sepuluh  menit kemudian, Roy membawa buku yang Martin minta.


“Ini buku yang Pak Bos minta.” Kata Roy seraya menyerahkan ketiga buku tersebut.


Martin pun mulai membaca satu per satu buku dongeng tersebut.


Tidak terasa dua jam pun berlalu dan Martin telah selesai membaca ketiga buku tersebut.


“Roy, cerita ketiga buku ini sangat bagus. Saya beli ketiga buku ini. Berapa harganya?”tanya Martin kepada Roy


“Ah Pak Bos. Tidak usah bayar. Apa lah artinya 600 poundsterling dibandingkan dengan kekayaanmu sekarang.”kata Roy dengan gugup


“Baiklah ini 1000 poundsterling. Sisanya untukmu. Owh ya, pegawai muda itu tolong kamu berikan hadiah. Berikan dia kontrak pegawai tetap. Saya menyukai attitude nya. “kata Martin seraya menyerahkan 1000 pounsterling secara tunai kepada Roy


“Terima kasih banyak Pak Bos.”

__ADS_1


Martin pun meninggalkan toko buku tersebut setelah membeli beberapa souvenir yang akan diberikannya kepada istrinya dan memberikan 5.000 poundsterling kepada Roy tunai.


Martin memarkirkan Sky Car di halaman  rumahnya.


Istrinya, Mayleen menyambut kepulangannya dengan senyuman manisnya.


Mayleen adalah dunianya Martin. Mayleen dan Martin bertemu di kampus Harvard.


Mereka satu fakultas namun berbeda jurusan. Mayleen sebagai IT dan Martin mengambil jurusan programmer.


Di hari terakhir kegiatan keakraban, mereka mengadakan kegiatan arung jeram. Martin dan Mayleen berada di perahu yang sama.  Namun karena kurang hati-hati, Mayleen terjatuh ke dalam arus yang deras. Tanpa pikir panjang, Martin melompat ke sungai dan berenang untuk berusaha menyelamatkan Mayleen.


Tindakan heroik itu pun diceritakan oleh teman-teman Mayleen yang mengunjunginya di rumah sakit. Sejak hari itu, Mayleen pun mulai membuka untuk Martin, si kutu buku. Martin pun menyadari dirinya yang “kuper” sehingga tidak berani mendekati Mayleen, si kembang kampus.


Mayleen menolak semua pria yang mendekatinya. Mayleen hanya menginginkan Martin.


Mayleen pun tanpa malu mendekati Martin dan mereka berdua pun selalu bersama. Kedekatan mereka membuat tumbuh bibit cinta di hati mereka berdua.


Kehadiran Adam membuat Mayleen berhenti dari pekerjaannya sebagai Manager IT Perusahaan multinasional Amerika yang membuka cabang di China. Mayleen pun fokus mendidik anak mereka dan membantu suaminya dalam membesarkan A.I. Inc. sehingga menjadi perusahaan yang dikenal di dunia sekarang ini.


“Selamat datang papi. Gimana hasil lelangnya tadi.”tanya istrinya sembari melepaskan dasi suaminya.


“Semua berjalan lancar kok mi. Owh ya mi, ini buku yang mami minta.” kata Martin seraya menyerahkan ketiga buku yang dibelinya.


“Hmmmm, buku yang sangat bagus. Dari judulnya, mami rasa Buku Dunia Sembilan Pendekar ini lebih menarik. Buku ini saja ya pi yang disalin untuk tugas anak kita?" tanya Mayleen meminta pendapat suaminya


"Terserah kamu lah. Kamu tahu yang terbaik untuk Adam." jawab Martin


"Baik deh papi sayang. Mami sudah siapkan air hangat di bak mandi. Papi kan sudah lelah, mandi dan istrahat dulu saja biar mami saja yang bantu anak kita untuk mengerjakan tugasnya.” kata Mayleen membantu suaminya membawa tas kerjanya.


Martin pun berjalan ke kamar mandi dan Mayleen berjalan ke ruang tamu. Mayleen berjalan ke ruang belajar anaknya. Lalu dia pun memberikan buku Dunia Sembilan Pendekar kepada anaknya. Adam sangat senang menerima buku itu dan mulai merangkum cerita itu di buku catatannya.

__ADS_1


Adam pun menyalin buku Dunia Semblian Pendekar itu selama sejam  dan tugas sekolah Adam pun akhirnya selesai.


Martin pun meminta istrinya dan anaknya  datang ke ruangan kerjanya untuk membicarakan hal yang sangat penting.


“Ada yang mau aku beritahu kepadamu.”ujar Martin kepada istrinya dengan serius.


“Apa itu papi? Mengapa papi serius sekali?”tanya Mayleen penasaran.


Mayleen duduk disamping suaminya. Martin menceritakan mengenai pesan yang diterimanya hari ini dan menunjukkannya kepada istrinya. Di dalam pesan itu dikatakan bahwa keluarga mereka akan dibunuh oleh seorang jendral atas perintah presiden.


“Mengapa kita dibunuh? Apa salah kita? Memang salah kita apa? Ayo kita lapor polisi pi. Biar tahu rasa si bandot tua itu.”geram Mayleen menahan marah”ujar Mayleen menangis di bahu suaminya.


“Tidak ada gunanya melapor ke polisi. Mami kan tahu sendiri. Kepolisian di negara ini dikuasai keluarga Li.  Mereka juga dilindungi presiden negara ini,Jingmi Ho. Jadi kita tidak bisa mengelak lagi dari nasib kita. Tapi anak kita jangan bernasib sama dengan kita berdua.


Penemuan kita sudah membuat presiden ketakutan. Dia ingin merampas penemuan kita. Jadi aku sudah lakukan yang terbaik supaya semua milik kita jatuh ke tangan Adam. Kamu juga bersikap biasa dihadapan anak kita ya? Aku mau mandi dulu untuk mempersiapkan diri.”


“Baiklah papi. Kita akan hadapi bersama.”


Menurut mami bagaimana kalau Adam kita kirim menggunakan kapsul waktu itu ke dunia yang tidak ada seorang pun yang mengenal keluarga Chen sehingga keamanannya akan terjaga?” tanya Martin kepada istrinya dengan penuh yakin


“Tapi pi, papi yakin dengan keputusan ini?”tanya Mayleen kepada suaminya dengan ragu


“Papi yakin sepenuhnya. Nasib kita berdua tidak bisa diubah lagi tapi nasib anak kita bisa kita ubah menjadi lebih baik.” kata Martin menyakinkan istrinya


“Baiklah. Mami ikut keputusan papi. Kalau begitu ayo kita rekam kenang-kenangan terakhir kita  untuk Adam”


Martin dan Mayleen pun merekam beberapa kegiatan mereka bersama dengan anaknya. Mereka bermain mainan bersama dengan Adam; bermain PlayStation bersama dengan anaknya dan bermain game Ludo bertiga.


Suara Handphone Martin berbunyi pertanda ada pesan masuk. Setelah membaca pesan tersebut, Martin pun mengajak istri dan anaknya untuk mengambil menuju ke sebuah ruang rahasia di balik rak buku di ruang kerja Martin.


"Ma, ayo sudah saatnya kita memberitahu "warisan keluarga" kepada anak kita." kata Martin sembari menekan tombol di bawah meja kerjanya dan rak buku itu pun berputar hingga terbukalah sebuah ruangan baru yang berisikan "warisan keluarga" Chen.

__ADS_1


__ADS_2