DUNIA SEMBILAN PENDEKAR

DUNIA SEMBILAN PENDEKAR
Episode 27 - Persekutuan Api Phoenix


__ADS_3

“Ini kan seperti boneka robotku.” batin Ling Feng


“Terima kasih tetua karena telah mengizinkan saya mengetahui informasi rahasia ini. “ujar Ling Feng sembari memberi hormat


“Tidak masalah. Saya melakukan ini dengan harapan agar kamu dapat bergabung dengan persekutuan ini.” Kata Tetua Kang Yang


“Saya akan mempertimbangkannya dahulu tetua.”


“Baiklah kalau begitu ayo kita kembali ke gedung utama.” ujar Tetua Kang Yang kepada Rex


Keesokan harinya, Ling Feng pamit kepada Tetua Kang Yang untuk melanjutkan pelatihannya ke Persekutuan Api Phoenix.


Ling Feng berkuda menuju Persekutuan Api Phoenix selama tiga hari perjalanan.


Sesampainya di tujuan, Ling Feng mengetuk pintu gerbang Persekutuan Api Phoenix.


“Siapa kamu dan ada keperluan apa kemari?” tanya wanita muda yang menjadi penjaga kepada Ling Feng curiga


“Mohon maaf nona. Saya Ling Feng. Saya ingin berlatih di persekutuan ini”


“Ha..ha..ha.. sepertinya Anda mau mencari mati ya. Persekutuan ini tidak menerima pria. Persekutuan ini hanya khusus untuk wanita saja.”


“Mohon maaf nona. Saya sudah tahu itu. Tapi memang benar adanya, saya diundang untuk berlatih di persekutuan ini.”


“Ha..ha..ha.. Lien,  sepertinya pria ini mau membodohi kita.” ujar  Limei kepada rekan penjaganya


“Kalau begitu bisa kamu buktikan bahwa kamu diundang untuk berlatih di persekutuan kami.


Kalau kamu berbohong, saya akan membakarmu hingga  menjadi abu.” Kata Lien mengancam Ling Feng


“Baik nona. Yang saya ketahui dari ayah saya, nama yang mengundang saya untuk berlatih di persekutuan ini adalah Liangyi” kata Ling Feng menjelaskan dengan santai


Mereka berdua terkejut mendengar nama tetua mereka disebut Ling Feng. Ling Feng memang tidak mengetahui kedudukan orang-orang yang mengundangnya untuk datang ke persekutuan mereka. Ling Feng hanya diminta berlatih dan dia pun menyanggupi undangan tersebut.


“Siapa namamu anak muda?” tanya Limei


‘Ling Feng”

__ADS_1


“Lien, kamu ke dalam, ada seorang pemuda bernama Ling Feng datang mencari. Jika kamu dimaki berarti kita bakar aja anak ini karena telah membohongi kita.” kata Limei berbisik kepada Lien


“Baiklah kamu tunggu sebentar disini.” Kata Limei sembari menunjuk sebuah ruangan tamu di dekat pos penjagaan


Lien masuk ke dalam meninggalkan Limei dan Ling Feng berdua.


Ling Feng menatap wajah Limei dengan terkagum-kagum.


Kecantikan Limei mengingatkan Ling Feng akan kecantikan ibunya.


“Apa lihat-lihat. Kamu belum pernah melihat wanita marah ya” kata Limei emosi karena dia tidak senang Ling Feng menatapi dirinya


“He…he.. he.. sudah sangat sering nona. Nona, Liangyi itu siapa.” Tanya Ling Feng penasaran


“Kamu gak perlu tahu. Kamu tunggu aja dan gak usah banyak bertanya.” Jawab Limei judes


“Ih cantik cantik kok judes” kata Ling Feng pelan


“Apa kamu bilang? Kamu mau saya bakar.” Kata Limei mengeluarkan jurus api di tangannya dan hendak menyerang Ling Feng


“Limei, apa yang kamu lakukan?” teriak seorang wanita paruh baya yang berjalan bersama Lien


“Memang apa yang pria ini lakukan kepadamu? Apa dia melakukan pelecehan?” tanya wanita itu kepada Limei


“Tidak tetua. Tapi… tapi saya tidak suka diperhatikan oleh pria ini.” Kata Limei sembari menunjuk ke Ling Feng


“Owh ternyata itu permasalahannya. Limei wajar kalau seorang pria memperhatikan wanita apalagi wanita secantik kamu. Sudah saatnya kamu melupakan yang sudah berlalu. Tidak semua pria berkelakuan seperti si Weiquo itu.” kata wanita itu berusaha menenangkan Limei


Limei memang pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan dengan seorang pria bernama Weiquo. Seorang bangsawan dan anak tunggal pedagang terkenal dari Kekairan Wang.


Limei dan Weiquo adalah sepasang kekasih yang hendak melangsungkan pernikahan. Namun sehari sebelum hari pernikahan, Limei melihat Weiquo sedang melakukan “itu” dengan sahabat sekaligus murid dalam Persekutuan Api Phoenix, “si putri matahari” Lian.


Limei yang tersulut emosi langsung menyerang Weiquo dengan jurus api neraka namun Lian menahan jurus Limei dengan mengeluarkan jurus yang sama.


“Limei, aku mencintai Weiquo.” Kata Lian menjelaskan keadaan


“Lian, aku tidak menyangka kamu menusuk aku dari belakang. Kamu kan tahu besok adalah hari pernikahan kami. Kenapa kamu melakukan ini kepadaku.” Kata Limei menangis

__ADS_1


“Weiquo, kalau kamu tidak mau pernikahan ini dilangsungkan, ya katakana saja terus terang. Jangan “bermain api” seperti ini dibelakangku.” Kata Limei kepada Weiquo sambil menahan amarahnya


“Aku hanya menuruti permintaan papaku untuk menerima pertunangan kita. Tapi aku tidak mencintaimu Mei, aku hanya mencintai Lian seorang.” Kata Weiquo memberi penjelasan untuk menenangkan Limei


Limei dan Weiquo memutuskan bersama untuk tidak menikah. Sejak hari itu, Limei sangat membenci pria. Setiap pria yang mendekatinya akan langsung dikasari oleh Limei.


“Ling, maafkan sikap Limei ya. Dia anak baik, hanya saja ada masa lalu yang kurang enak.”


“Saya mengerti tetua. Saya semakin suka wanita yang judes.” Kata Ling Feng tersenyum


“Apa kau bilang? Jangan harap aku jatuh hati kepadamu.” Kata Limei berusaha tidak marah di depan tetua.


“Ya udah ayo masuk Ling. Mei nanti tolong antar Ling Feng ke ruangannya ya.” Kata Tetua Liangyi


“Tapi tetua..baik Limei mengerti” jawab Limei pasrah


Limei tahu tetua tidak suka perintahnya ditentang. Limei mengantarkan Ling Feng ke ruangan Tetua Liangyi yang terletak 500 meter di utara gerbang masuk


Sepuluh menit berjalan, Ling Feng dijamu Tetua Liangyi di dalam ruangannya.


“Ling, maaf ya kamu mendapat kesan pertama yang kurang baik mengenai persekutuanku ini. Memang disini kami hanya menerima wanita saja sebagai murid. Kamu sebenarnya tidak ada niat saya rekrut sebagai murid, tetapi demi balas jasa saya kepada ayahmu , saya mau menerimamu untuk berlatih di persekutuan saya ini.


Tapi saya yang akan melatihmu secara pribadi di tempat yang saya akan beritahu dan di hari terakhir, saya akan  memberikan tiga buku rahasia kami yang dapat kamu pilih. Kamu hanya diperbolehkan memilih satu saja untuk dibaca. Mengerti kan Ling? “ tanya Tetua Liangyi


“Saya mengerti tetua.”jawab Ling Feng


“Ya udah kamu kembali ke pos jaga tadi agar Limei mengantarmu ke ruangan yang telah saya sediakan untukmu.”


“Terima kasih tetua. Saya permisi tetua.”


Ling Feng meninggalkan ruang pribadi Tetua Liangyi dan berjalan menuju posko jaga.


Limei mengantarkan Ling Feng dengan berat hati dan menahan emosinya agar tidak terjadi keributan yang menyebabkan tetua marah.


“Ini tadi ada kertas yang dititip ketua untuk diberikan kepadamu.  Disini jaga sopan santunmu. Jangan mengintip kalau kamu masih sayang dengan nyawamu.” Ancam Limei


Ling Feng beristirahat agar keesokan harinya dia bisa fit untuk berlatih.

__ADS_1


Keesokan harinya Ling Feng berjalan ke sebuah tempat yang ditandai Tetua Liangyi untuk latihan.


__ADS_2