DUNIA SEMBILAN PENDEKAR

DUNIA SEMBILAN PENDEKAR
Episode 68 - Sasha Sembuh


__ADS_3

“Hmm, kalau itu aku tidak bisa paman. Aku khawatir pamanku akan mencariku. Aku minta paman menjemputkan di daerah ini saja. “ujar Marsel membisikkan sesuatu kepada Tonggo


 


 


“Baiklah nak. Kau tinggal telepon saja supirmu supaya dia dapat menjemputmu kapanpun kau mau. Aku sudah mengirim kontaknya ke handphonemu.”ujar Tonggo


 


 


Marsel membukan handphonenya dan melihat sebuah pesan masuk.


“Baik paman. Kalau begitu kami permisi dulu.”ujar Marsel


‘Teman, aku pulang dulu ya. Aku akan main ke tempatmu minggu depan.”ujar Nathan


“Baik teman. Ajudanku akan mengantar kalian.”


“Terima kasih teman.”ujar Nathan


 


Nathan dan Marsel meninggalkan rumah Tonggo. Ajudan Tonggo mengantarkan mereka ke rumah mereka masing-masing.


“Tulang, aku masuk dulu ya.”ujar Marsel begitu dia tiba di rumahnya


“Sampaikan salamku kepada Ucok ya.”ujar Nathan


Marsel berlari memasuki kediamannya.


“Ah, untung tulang Ucok belum pulang.”batin Marsel begitu dia tiba di rumah


Marsel sangat bahagia atas pengalaman yang dia peroleh hari ini. Dia berhasil mendapat 350 poin karena menyelesaikan dua misi yakni mengajukan dana sebesar 1,5 miliar rupiah untuk membangun Alat Modifikasi Cuaca dan memberi investasi 500 juta lagi kepada  Nathan.


 


 


“Aku akan upgrade level semua divisi di Sistem ADEXFERJALIX ini.”batin Marsel


Dalam sekejab, level semua divisi naik menjadi level empat. Adapun sisa poin yang Marsel miliki sebesar 40 poin. 10 poin terpotong otomatis karena dia telah mengajukan dua pertanyaan kepada Clever. Masing-masing pertanyaan bernilai 5 poin.


 


 


Setengah jam kemudian, Ucok pulang dan menemukan Marsel sedang belajar di kamarnya.


“Kau sudah pulang bere. Kapan kau tiba?”


“Setengah jam yang lalu tulang. Tulang Nathan menyampaikan salam kepada tulang.”ujar Marsel


“Owh dia tadi datang kemari? Mengapa dia tidak menungguku pulang?”


“Kami tadi diantar supir pribadi Tuan Tonggo. Jadi dia tidak sempat singgah.”ujar Marsel


“Ha? Apakah maksudmu Tuan Tonggo yang terkenal itu? Ya sudahlah, nanti aku sms abangku supaya dia dapat menemuiku besok. Jadi apakah perjalananmu menyenangkan hari ini?” tanya Ucok


 


 

__ADS_1


“Aku sangat senang tulang. Hari ini pengalaman terbaikku selama aku hidup.”ujar Marsel


“Baguslah. Kalau begitu, kau istrahatlah. Kau sudah lelah berpetualang hari ini.”


“Baik tulang.”


“Selamat beristirahat bere.”


“Selamat beristirahat juga tulang.”ujar Marsel


****


Keesokan harinya di Universitas Mazaja


“Bagaimana perjalananmu kemarin?”tanya  Dapot begitu mereka selesai pelajaran matematika sistem.


“Perjalanan yang sangat menyenangkan.”


“Wah aku jadi ingin pergi ke tempat pamanmu itu.”ujar Dapot


“Ha.ha.ha. kapan-kapan aku ajak kau kesana.Sekarang aku pergi dulu ya. Aku memiliki urusan yang sangat penting.”ujar Marsel sembari berlari meninggalkan kampus itu.


Hari ini Marsel hendak menemui ajudan Tuan Tonggo.


Marsel meminta bertemu di sebuah bekas pabrik gula yang sudah tidak digunakan.


Lima belas menit kemudian, Marsel tiba di lokasi tersebut.


“Tuan, apakah kita sudah bisa berangkat?”tanya Rego, supir yang diberikan khusus mengantar jemput Marsel


“Silahkan berangkat Tuan Rego.”


Mereka berangkat menuju kediaman Tuan Tonggo.


“Selamat datang nak Marsel. Saya sudah menunggu kedatanganmu. Saya juga sudah menyediakan kelapa yang kau minta kemarin.”ujar Tonggo


 


“Terima kasih paman. Bolehkah saya menjumpai Sasha sekarang?”tanya Marsel


“Silahkan nak.”ujar Tonggo


Marsel berjalan menuju kamar Sasha. Dia meminta Tonggo menyediakan kelapa untuk diberikan kepada Sasha.


Begitu tiba di kamar Sasha, Marsel membangunkannya untuk berkomunikasi dengannya terlebih dahulu.


“Sasha !!! Ayo bangun !!! “ujar Marsel


Sasha membuka matanya.


“Kamu siapa?”


“Nama saya Marsel. Saya berusaha untuk mengobati penyakitmu.”ujar Marsel


“Owh.. aku minta tolong supaya kau menyembuhkanku. Aku akan melakukan apapun yang kamu minta jika kau dapat menyembuhkanku.”ujar Sasha pelan


“Baiklah nona. Aku akan melakukan yang terbaik. Terlebih dahulu  silahkan minum kelapa ini nona.”ujar Marsel kepada Sasha


Sasha melakukan apa yang Marsel perintahkan. Dia meminum kelapa itu. Setelah itu Sasha meminum paracetamol  yang Marsel berikan.


“Kamu beristirahat dulu. Kamu lakukan minum air kelapa dan obat ini salama sebulan. Aku akan kembali ke tempat ini sebulan lagi. “ujar Marsel


“Terima kasih Marsel.”

__ADS_1


“Sama-sama nona.”ujar Marsel meninggalkan Sasha beristirahat


 


“Kau yakin puteriku dapat sembuh setelah dia minum air kelapa dan obat itu  selama sebulan?” tanya Tonggo serius


“Benar paman. Paman tidak usah khawatir. Aku menjamin kesembuhannya. Tetapi ingat apa yang aku katakan kemarin.”ujar Marsel


‘Aku sudah melakukan seperti apa yang engkau perintahkan.”ujar Tonggo


‘Baiklah paman. Kalau begitu, aku permisi dulu. “ujar Marsel meninggalkan kediaman Tonggo menuju rumah Nathan. Rego mengantar Marsel menuju kediaman Nathan.


****


“Siang tulang. Apa tulang sedang sibuk?”tanya Marsel begitu dia tiba di kediaman tulangnya


“Gak bere. Apakah misimu di rumah Tonggo sudah selesai?”tanya Nathan


“Sudah tulang. Saya sudah memberikan resep kepadanya supaya dilakukan selama sebulan.  Sekarang aku mau menanyakan mengenai rencana mendirikan koperasi itu.”


 


 


“Saya sudah membeli rumah yang strategis. Tapi tulang memiliki satu masalah. Tulang tidak mengerti membuat aturan-aturan untuk koperasi nanti.”ujar Nathan polos.


CLING !


Divisi Menolong Sesama: misi khusus : Membuat aturan-aturan untuk koperasi dan mendaftarkan koperasi menjadi sebuah koperasi yang resmi. Hadiah : 250 poin. Marsel melihat notifikasi yang muncul dihadapannya.


“Wah aku mendapat misi yang baru. Baiklah sambil menyelam minum air.”batin Marsel senang


 


“Baik tulang. Aku akan membantumu. Dua hari lagi aku akan datang memberikan dokumen yang tulang minta. “ujar Marsel


 


“Ha? Kau mau menolong tulangmu ini? Terima kasih ya bere. Kau memang calon menantu yang dapat diandalkan.”ujar Nathan


Istri Nathan dan Niur mendengar perkataan Nathan kepada Marsel.


“Suamiku, mengapa kau mengatakan hal yang kurang pantas itu? Tidak enak didengar tetangga.” ujar Restu


“Benar ayah. Mengapa ayah memutuskan sepihak siapa yang menjadi calon suamiku kelak?”protes Niur kepada ayahnya


Nathan menjawab santai protes dari istri dan puterinya.


“Kalian berdua dengarkan baik-baik !!! Marsel adalah pria yang terbaik yang pernah ayah temui. Dia memberikan modal 1,5 miliar kepada ayah. Selain itu dia juga telah mengobati penyakit Sasha. Jadi apa ayah tidak boleh memilih pria terbaik seperti dirinya?”ujar Nathan kepada mereka berdua


“Maksud ayah, Sasha, puteri Tuan Tonggo?”tanya Niur memastikan


“Benar nak. Bahkan si Tonggo itu sudah berencana menjodohkan Sasha dengan Marsel. Namun ayah mencegahnya. Ayah bilang kalau Marsel adalah calon menantu ayah. Jadi dia tidak berani mengganggu Marsel.”ujar Nathan


Restu dan Niur tidak dapat berkata apapun. Terlebih Niur tidak menyangka Marsel memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.


Penyakit Sasha sudah diketahui se-Toba Samosir. Bahkan dokter terbaik dari Jakarta sudah didatangkan untuk mengobati penyakit Sasha. Namun semua dokter yang menangani Sasha angkat tangan. Harapan Sasha hidup hanya beberapa bulan saja.


Namun Marsel mampu menyembuhkan Sasha. Jika hal ini diketahui publik, Marsel dapat menjadi orang yang sangat terkenal.


“Ha..ha..ha.. tulang berbicara yang berlebihan. Aku hanya membantu paman Tonggo karena dia telah berjasa bagi daerah kita.”ujar Marsel merendah


“Berarti kau benar telah menyembuhkan penyakit Sasha?”tanya Niur penasaran.

__ADS_1


__ADS_2