Eleena Sora

Eleena Sora
Pecahan gelas


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Sayang, kamu mau kemana?” tanya Yusuf saat baru keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya yang kembali mengenakan kerudung nya.


Ya, walaupun hanya di rumah, kini Eleena tetap mengenakan kerudung. Karena yang tinggal di rumah itu bukan hanya Eleena dan Yusuf.


Terlebih, di setiap ruangan selalu ada CCTV. Maka dari itu, Eleena memutuskan untuk selalu mengenakan nya setiap keluar kamar.


“Mau ambil minum, Mas.” Jawab Eleena sedikit ragu, karena sebenarnya dirinya juga bingung mau apa keluar.


Namun, sejak tadi dirinya tidak bisa tidur. Hatinya begitu resah dan gelisah, maka dari itu setelah ia melakukan kewajiban nya bersama suami nya, ia memutuskan turun ke bawah untuk membuat minuman.


“Mas mau minum kopi? Teh atau mungkin susu?” imbuh Eleena menawarkan, namun Yusuf menggelengkan kepala nya. Karena memang dirinya kurang menyukai minuman kecuali air putih.


Eleena menganggukkan kepala nya, lalu segera keluar dari kamar. Menuruni tangga dengan sangat hati hati, masih dengan memikirkan suatu hal yang ia sendiri masih sedikit bingung.


Sesampainya di dapur, Eleena segera mengambil cangkir lalu menyeduh sebuah teh tanpa gula dan segera membereskan nya kembali. Jika hanya membuat minuman, insyaallah Eleena sudah pandai membuat nya, apalagi jika minuman itu instan.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, Eleena sudah selesai dan hendak kembali ke dalam kamar. Namun, saat ia hendak mengangkat gelas teh nya tiba tiba ...


Pyarrrr!


“Astagfirullah!” Eleena langsung memekik, saat dengan tiba tiba gelas berisi teh di tangan nya justru terlepas dan jatuh pecah berhamburan di lantai.


“P—papa ... “ gumam nya begitu lirih hampir tak terdengar.


Entah mengapa, jantung nya berdetak dengan begitu kencang. Tubuh nya bergetar dengan bayangan demi bayangan tentang kebersamaan nya dengan sang ayah.


“Non gapapa?” tanya mbok Tiyem yang kebetulan belum tidur dan segera berlari saat mendengar suara pecahan gelas yang cukup nyaring.


“Auuuwhhh!” pekik nya saat tanpa sengaja lagi lagi dirinya teledor.


“Astagfirullah, Non udah gak usah. Biar mbak aja nanti yang beresin, Non duduk aja dulu,” ujar mbok Tiyem segera memanggil teman nya yang lain agar membersihkan pecahan gelas itu.


Tak berapa lama, mbok Tiyem datang dengan membawa kotak obat dan segera mengobati luka Eleena.

__ADS_1


Namun, saat mbok Tiyem hendak membersihkan darah di luka Eleena tiba tiba keduanya di kejutkan dengan suara Yusuf yang terlihat begitu tergesa menuruni anak tangga.


“Sayang!”


“Mas, ada apa?” tanya Eleena mengerutkan dahi nya.


“Kamu kenapa?” Dengan cepat, Yusuf segera menyuruh mbok Tiyem agar menyingkir dan ia gantikan untuk mengobati luka istrinya, “Astagfirullah, kenapa bisa begini? Kamu—“


“Aaauuwhhh perih Mas, sakitt!” rintih Eleena semakin meringis saat Yusuf memberikan obat merah kepada luka nya.


“Kenapa bisa begini?” tanya Yusuf lagi sambil sesekali melirik ke arah wajah Eleena yang terlihat sudah mulai meneteskan air mata lantaran menahan perih.


“Tadi gak sengaja memecahkan gelas hiks hiks.” Jawab Eleena sambil terisak.


Bukankah istrinya itu jagoan? Pembalap yang sangat handal, juga jangan lupakan bahwa Eleena juga sangat tangguh sampai bisa memanjat dinding dengan begitu cepat, walau pada akhirnya harus tertangkap oleh dirinya.


Tapi, kenapa tiba tiba istrinya berubah menjadi begitu cengeng, hanya karena luka sedikit terkena pecahan gelas, wanita itu sudah menangis.

__ADS_1


“Sudah, lain kali hati hati,” ucap Yusuf setelah selesai mengobati tangan istrinya, laki laki itu menghapus air mata Eleena, lalu di akhiri dengan sebuah kecupan yang mendarat cantik di kening Eleena.


...~To be continue .......


__ADS_2