
...~Happy Reading~...
“Tapi kenapa Papa menyimpan foto kamu di sana?” tanya Eleena pada kahirnya membuka suara.
Yusuf tersenyum, ia kembali menaikkan tubuh nya gara sejajar dengan Eleena. Sungguh, saat hanya berdua seperti ini, Yusuf sangat berbeda dengan Yusuf yang biasa nya di kenal oleh orang luar.
Bahkan, Eleena yakin bahwa kedua orang tua Yusuf pun juga tidak tahu jika anak nya bisa memiliki sifat seperti itu.
“Aku tidak tahu,” jawab Yusuf menggelengkan kepala nya, “Papa dapat darimana pun aku juga tidak tahu.”
“Dulu, Papa memang pernah menitipkan kunci, tapi sampai sekarang aku belum sempat membuka nya. Mungkin, papa sengaja memberikan kunci itu, agar aku yang membuka nya dan mungkin papa ingin aku menjelaskan foto itu sama kamu.” Kata Yusuf mencoba berfikir positif.
Tentu saja, hanya itu yang masuk akal menurut nya. Sangat tidak mungkin, jika pak Brata ingin menghancurkan rumah tangga nya kan? Batin Yusuf dalam hati.
“Tapi, sebelum aku membuka, malah kamu yang menemukan nya lebih dulu. Bahkan, aku sudah lupa jika pernah di titipkan kunci sama Papa. Maaf,” ujar Yusuf benar benar menyesal.
"Aku juga manusia biasa, Sayang. Bisa lupa dan bisa melakukan kesalahan. Maafkan aku," imbuh Yusuf lalu kembali mengecup kening istrinya.
“Jadi, kamu sama ikan teri gak ada hubungan apapun?” tanya Eleena masih sedikit ketus jika harus menyebut nama kakak tiri nya.
“Astagfirullah, Sayang gak boleh begitu. Dia kakak kamu,”
__ADS_1
“Tuh kan, kamu belain dia lagi! Berarti kamu emang—“
“Iya iya iya, gapapa kamu manggil begitu. Tapi jika di depan orang nya jangan seperti itu. Oke,” ucap Yusuf langsung memotong perkataan Eleena saat wanita itu hendak kembali mereog.
"Aku sama dia tidak ada hubungan apapun. Aku hanya pernah bertemu satu kali, itupun hanya mengantarkan nya ke rumah sakit."
"Aku tidak sendirian, Sayang. Bahkan dia juga sepertinya tidak mengingatku, karena memang pertemuan itu sangat singkat."
Yusuf menjelaskan panjang lebar dengan selembut dan sejelas mungkin. Berharap setelah ini, Eleena tidak akan salah paham lagi.
Bukan hanya Eleena, melainkan para readers yang sudah mengutuknya sejak kemarin. Yusuf berharap semua sudah terjawab dan dirinya tak lagi di keroyok!
“Lalu, bagaimana dengan Bagus?” tanya Eleena lagi.
Eleena juga masih ingat, bahwa saat ia tiba di rumah ibu Rasti, ia menemukan Bagus dan Catherine di sana. Bukankah itu berarti mereka ada sesuatu?
“Apa kamu tidak bisa merasakan sesuatu saat melihat nya tadi?” kata Yusuf yang justru malah balik bertanya.
“Maksud nya?” Eleena kembali mengerutkan dahi nya.
“Beberapa minggu yang lalu, teman Papa mendatangi kantor ku di Bandung. Dia mengatakan bahwa Bagus adalah anak kandung Papa, yang mana itu berarti Bagus adalah adik kandung kamu, Sayang.”
__ADS_1
“What!” pekik Eleena tidak habis pikir, dirinya memiliki adik?
Jika adik nya itu dari mama Rasti, oke masih bisa di terima karena memang mama Rasti sudah menikah dengan ayah nya ikan teri. Tapi ini papa nya yang memberikan nya adik.
Lelucon macam apa ini? pekik Eleena dalam hati nya.
Bagaimana bisa, dan bagaimana mungkin papa nya memiliki anak lain selain dirinya. Karena Eleena yakin ia tidak pernah memiliki ibu tiri.
“Tapi tunggu!” Eleena merubah psisi nya menjadi miring ke samping agar bisa menatap suami nya, “Dia tinggal sama Mama? Apakah Mama rujuk lagi sama Papa?”
“Eh tapi Bagus udah masuk remaja. Gak mungkin Papa selingkuh sama mantan istri nya sampai menghasilkan Bagus?”
“Atau mungkin Mama sempat hamil setelah bercerai dari Papa. Tapi—“
Eleena benar benar kalut dalam pemikiran nya. Ia mencoba menggabungkan beberapa kepingan puzzle yang ia temukan. Berharap menemukan jawaban, namun justru malah membuat perut nya kembali merasakan kontraksi.
“Sshttttt sakitttt!” pekik nya pelan dan langsung mencengkram perut.
“Astagfirullah, Sayang. Ingat pesan dokter jangan terlalu berat berfikir. Jangan ter buru buru dalam menyimpulkan. Kamu akan dapat jawaban nya nanti, jadi tolong jangan bebankan semuanya kepada diri kamu sendiri.” Ucap Yusuf panjang lebar sambil terus mengusap perut istrinya.
“Rileks, dan tenang lah. Perlahan, jangan di paksa,” imbuh Yusuf yang langsung di balas anggukkan kepala oleh Eleena.
__ADS_1
...~To be continue ......
...Hayooo ... kalian mau sampai mana kisah Yusuf dan Eleena ini? Sampai konflik selesai atau sampai brojol baby nya Yusuf? Komen wkwkwkkw...