Eleena Sora

Eleena Sora
Ruang kerja


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Mas ... “


Yusuf yang sedang fokus bergelut dengan layar laptop nya, seketika langsung menghentikan aktifitas jari jemari nya saat mendengar suara sang istri sudah memanggil.


“Ada apa? Sini,” ujar Yusuf melambaikan tangan nya menyuruh agar Eleena mendekat ke arah meja kerja nya.


Saat memasuki ruang kerja yang dulu adalah milik ayah nya dan kini sudah berpindah pemilik menjadi milik Yusuf. Eleena nampak melihat lihat perbedaan sebelum dan sesudah nya.


“Kapan ya terakhir aku masuk kesini?” gumam Eleena pelan sambil tangan nya berjalan jalan mengusap beberapa benda yang ada di dalam ruangan itu.


Dulu, waktu ia kecil dirinya cukup sering bermain dan menemani ayah nya saat bekerja. Karena pak Brata yang selalu sibuk di luar, jadilah Eleena memanfaatkan waktu jika sang ayah sedang bekerja di rumah. Ia akan bermain di dalam ruang kerja itu sambil memperhatikan ayah nya walau jarang mendapatkan respon karena kesibukan.


“Tidak banyak berubah, rasanya masih sama seperti dulu. Hangat .... “


Yusuf yang melihat istrinya masih bernostalgia dengan masa kecil nya tanpa berniat mendekat ke arah nya, pun akhirnya mengalah untuk dirinya yang beranjak dari tempat duduk.

__ADS_1


Laki laki itu segera merengkuh tubuh istrinya dari belakang dan menyandarkan kepala nya pada bahu Eleena.


“Kamu merindukan Papa?” tanya Yusuf sedikit berbisik tepat di telinga Eleena.


Wanita itu menganggukkan kepala nya dengan begitu pelan, memang ia sangat merindukan sang ayah. Terlebih saat kejutan yang di berikan ayah nya yang sangat luar biasa, membuat Eleena semakin merindukan nya.


Andai saja, sang ayah masih ada di dunia ini. Mungkin, Eleena sudah akan melontarkan ribuan pertanyaan untuk nya. Akan tetapi, kini dirinya seolah buntu tidak bisa mendapatkan jawaban dari mana pun kecuali praduga nya sendiri.


“Mau ke makam Papa?” tanya Yusuf memberikan penawaran.


“Ajak Bagus juga?” kata Eleena yang langsung di balas anggukan kepala oleh Yusuf.


“May, Bagus kemana?” tanya Eleena saat tidak menemukan keberadaan adik nya.


Kedua mertua nya pun juga sudah pergi, hanya tinggal Mayra saja yang sedang asik menikmati cemilan nya di depan televisi.


“Gak tahu, tadi kayaknya keluar. Mau izin sama kamu, sungkan katanya, gak enak gangguin bumil istirahat.” Jawab Mayra sambil terus fokus menatap ponsel nya.

__ADS_1


“Udah dari tadi?” tanya Eleena lagi kini wanita hamil itu menghampiri adik ipar nya, karena sejujur nya ia juga penasaran mengapa Mayra begitu fokus dengan ponsel nya.


Padahal, biasanya jika ia sudah berbicara dengan kakak nya, Mayra tidak akan berani fokus dengan layar ponsel nya. Atau mungkin gadis itu tidak menyadari keberadaan Yusuf di dekat nya.


Maka dari itu, masih terus fokus dengan layar ponsel nya.


“Udah!” jawab nya singkat.


“Kapan?”


“Astagfirullah, kakak!” pekik Mayra terkejut saat dengan tiba tiba Yusuf sudah duduk tepat di sebelah nya.


Dengan cepat kilat, Mayra langsung menyembunyikan ponsel nya di belakang dan menatap sang kakak dengan perasaan sedikit kesal.


“Kapan Bagus pergi?” tanya Yusuf kini menatap adik nya dengan sedikit mengerutkan dahi.


“Mungkin sepuluh menitan yang lalu,” jawab Mayra sedikit ragu, karena ia sendiri tidak mengingat nya.

__ADS_1


Benar kah Bagus baru pergi sekitar sepuluh menitan yang lalu. Tapi, sepuluh menit bukan waktu yang lama, lagi pula sepuluh menit itu Eleena sudah berada di ruang kerja Yusuf bukan istirahat.


...~To be continue......


__ADS_2