
...~Happy Reading~...
“Sayang! Mama mohon jangan begini, Catherine!”
Sayup sayup, Eleena dan Mayra mendengar suara keributan dari dalam kamar nya. Membuat keduanya mengerutkan dahi hingga pada akhirnya Mayra lah yang memutuskan untuk keluar dan melihat apa yang terjadi di luar.
“Kamu tenang aja El, duduk manis disini jagain keponakan unyu aku. Jangan bandel, awas loh!” ancam Mayra sebelum meninggalkan Eleena di dalam kamar.
Mayra langsung terdiam saat menonton drama di depan nya. Tepat nya masih di depan tangga, karena kamar utama berada tak jauh dari tangga, jadilah Mayra tak perlu repot repot mendekat dan cukup melihat dari ambang pintu saja.
Terlihat bahwa saat ini Catherine tengah membawa sebuah koper seperti ingin pergi, akan tetapi bu Rasti mencoba menahan dan melarang kepergian Catherine. Bahkan, terlihat sangat jelas bahwa bu Rasti sampai memohon dan menangis agar Catherine tidak pergi.
Untuk sesaat, Mayra berfikir mengapa Catherine ingin pergi. Di saat, Eleena jatuh pingsan? Entah mengapa, otak cerdas Mayra langsung menuduh bahwa ini semua ada sangkut paut nya.
Karena penasaran, akhirnya Mayra memutuskan untuk mendekat ke arah bu Rasti dan Catherine yang tengah berebutan koper.
“Kamu mau kemana?” tanya Mayra lembut dan sopan.
“Gak usah ikut campur!” ucap Catherine begitu ketus dan menatap tajam pada Mayra, “Ma lepasin!” pekik nya sambil terus berusaha merebut koper nya.
__ADS_1
“Enggak Nak, Mama salah. Maafin Mama, tapi tolong jangan tinggalin Mama!” tangis bu Rasti semakin pecah sambil terus menggelengkan kepala nya, “Mama khilaf, Mama tidak sengaja melakukan itu, Mama mohon, maafin Mama.”
“Khilaf? Enggak! Mama tidak khilaf saat menampar Catherine, itu semua sudah membuktikan, kalau Mama memang tidak pernah menyayangi Catherine. Mama tidak pernah tulus sama Catherine, dan Mama hanya menyayangi anak kandung Mama. Catherine benci sama Mama. Jadi sekarang biarin Catherine pergi, biar Mama bisa mengurus anak kesayangan Mama itu!” seru Catherine yang juga sambil menangis.
“Pilihan ada di tangan Mama, ikut Catherine, atau anak kesayangan Mama!”
Deg!
Bu Rasti terdiam, air matanya semakin deras mengalir. Tentu saja, ia tidak bisa memilih antara keduanya. Walaupun Catherine bukan anak kandung nya, tapi dia sangat menyayangi Catherine. Karena sejak kecil, gadis itu selalu bersama nya.
Catherine memang memiliki watak yang cukup keras. Bahkan egois dan selalu ingin menang sendiri. Tapi, bu Rasti bisa pastikan bahwa putrinya bukanlah orang jahat.
Saat Bu Rasti menikah dengan ayah Catherine, kala itu usia Catherine baru lima tahun. Dan butuh perjuangan yang cukup lama untuk bu Rasti bisa meluluhkan nya. Hingga saat usaha nya berhasil, Catherine sama sekali tidak mau berpisah dengan bu Rasti.
Namun, saat kedatangan pak Brata yang menemui bu Rasti. Sikap Catherine perlahan mulai berubah, terlebih saat ia tahu bahwa bu Rasti juga memiliki putri lain selain dirinya.
Katakan bahwa dia iri, memang benar. Ia hanyalah seorang anak yang haus akan kasih sayang. Berbeda dengan Eleena, yang meskipun ia tidak memiliki ibu, tapi ayah nya selalu mencukupi semua kebutuhan nya.
Sedangkan Catherine? Dia harus berjuang sendiri. Ia sudah mandiri sejak masih sekolah, dan semakin mandiri saat ayah nya sakit. Tapi, dia tetap akan menjadi anak manja dan lemah jika di depan bu Rasti.
__ADS_1
Catherine juga bukan wanita yang gila akan harta. Dia bisa menempatkan diri dimana pun, hanya saja keadaan yang memaksa nya untuk menjadi terlihat jahat. Karena ia merasa iri dengan Eleena.
Eleena sudah menikah, memiliki suami yang begitu sempurna. Bahkan sebentar lagi, Eleena akan mempunyai anak, dengan di dampingi ibu nya.
Sedangkan dia? Sungguh kenyataan nya tak bisa ia terima. Jika boleh memilih, Catherine akan memilih hidup nya yang dulu, asal bu Rasti tetap bersama nya. Karena kini, ia sudah tidak memiliki siapapun lagi kecuali bu Rasti. Sedangkan Eleena, wanita itu masih memiliki suami dan keluarga suami nya yang begitu menyayangi nya.
Lantas, apakah dirinya bisa di sebut serakah? Tentu saja tidak, karena baginya Eleena lah yang terlalu serakah.
...~To be continue .......
...🕊🕊🕊🕊...
Readers :Mom, kok Catreine gak jahat?
Mommy : Lah, emang siapa yang bilang dia jahat?
Readers : Gak seru dong mom, kalau gak jadi jahat
Mommy : Kalian mau ada orang jahat nya?
__ADS_1
Readers : Gak tau Mom
Mommy : Coba deh, bayangin si Catreine sama Ryana. Mereka memiliki nasib yang sama, hanya berbeda keberuntungan. Dan untuk urusan jahat, nanti biar Mommy aja yang jadi orang jahat. Oke Sayang .... Jangan su'udzon lagi ya, nanti di marahin mas Yusuf ...