
...~Happy Reading~...
Cklek!
Eleena memasuki kamar nya, dan melihat bahwa Yusuf sedang menatap ke arah luar balkon. Mungkin sedikit melamun, karena laki laki itu seolah tidak menyadari kehadiran Eleena yang kini sudah berdiri di belakang nya.
Hingga, saat Eleena memeluk tubuh kekar itu tiba tiba membuat sang empu nya sedikit terkejut dan segera membalik tubuh nya agar menghadap sang istri.
“Kamu melamun?” tanya Eleena pelan sambil memiringkan kepala nya menatap Yusuf.
“Sedikit,” jawab Yusuf.
“Apa yang kamu pikirkan?” Eleena mengajak Yusuf agar duduk di sisi tempat tidur.
“Sepertinya, aku melupakan sesuatu,” ujar Yusuf sedikit bimbang dengan pikiran nya sendiri.
Ya, dirinya sadar bahwa ia telah melupakan sesuatu. Sesuatu yang sangat berharga, karena itu adalah sebuah kepercayaan.
__ADS_1
“Apa?” Yusuf terdiam, ia bingung apakah harus bicara dengan Eleena atau tidak. Namun, ia sudah berjanji bahwa tidak akan ada rahasia antara dirinya dan juga Eleena. Akhirnya, ia pun memberitahu semua kepercayaan pak Brata yang sudah di amanah kan kepada nya.
Namun, kini ternyata ia ingkari. Yusuf benar benar melupakan hal itu, yang ia ingat hanya jika bu Rasti tidak boleh menempati atau memasuki kamar utama. Ia melupakan, bahwa bu Rasti juga tidak boleh tinggal di rumah itu.
Mungkin, pak Brata sudah memiliki sebuah firasat yang mungkin sudah menduga bahwa jika bu Rasti tinggal di rumah itu, sudah pasti tidak lah sendiri.
“Tapi kenapa Papa ngelarang Mama tinggal disini?” tanya Eleena mengerutkan dahi nya.
“Mungkin Papa sudah memiliki firasat, jika Mama pasti akan membawa anak nya yang lain. Mungkinkah?” ucap Yusuf yang mungkin memang ada benar nya.
Rindu, itulah yang ia rasakan. Apalagi membayangkan papa nya yang masih memikirkan dirinya saat sudah tiada. Pak Brata seolah sudah mempersiapkan semua kebutuhan hidup nya di masa depan.
“Bagaimana jika, kita belikan Mama rumah. Agar mereka—“
“Gak usah,” tolak Eleena langsung menggelengkan kepala nya, “Bukankah kamu sendiri yang bilang Mas, bahwa kita harus Ber huznudzon dan tidak boleh ber suudzon? Tapi kenapa sekarang kamu yang terlihat seperti ini?” ucap Eleena kini menggenggam tangan suami nya.
“Tapi sekarang aku khawatir sama kamu. Aku takut jika nanti—“
__ADS_1
“Mas ... “ Eleena menatap Yusuf dengan tatapan yang begitu lembut, “Kamu lupa, siapa istri kamu siapa?”
Yusuf langsung mengerutkan dahi nya, menatap Eleena seolah tidak mengerti dengan yang di ucapkan nya. Dirinya tidak akan lupa siapa istrinya, sudah pasti seorang wanita bernama Eleena Sora. Lantas, mengapa? Pikir Yusuf.
“Istri kamu itu Eleena Sora. Dia bukan wanita lemah yang bisa sembarang di jajah. Apalagi jika milik nya di usik, dia tidak akan tinggal diam. Jangan khawatir ya,” ujar Eleena seketika membuat Yusuf tersenyum lega.
“Aku tahu yang kamu khawatirkan. Catreine kan?” sambung Eleena yang langsung di balas anggukkan kepala oleh suami nya, namun justru membuat Eleena tersenyum.
“Tau gak, kayaknya dia tertarik sama kamu!” Eleena langsung memanyunkan bibir nya saat mengingat kembali bagaimana reaksi Catherine ketika melihat Yusuf.
Namun, tak bisa ia pungkiri juga, bahwa suaminya memiliki ketampanan di atas rata rata. Dirinya memang laki laki paling sempurna yang pernah ia kenal dan temui. Bisa di ibaratkan bahwa Yusuf adalah laki laki speak bidadara, benar sekali seperti yang di katakan Catreine.
Maka tak heran, jika wanita itu ikut terpana melihat Yusuf. Akan tetapi, Eleena tidak akan membiarkan hal itu, tentu saja. Siapa yang rela jika suaminya di taksir oleh kakak tiri nya, oh tidak bisa.
Dirinya sudah sulit mendapatkan Yusuf, dan tidak akan ia biarkan ada satupun serangga yang mendekati bahkan mengambil darinya.
...~To be continue ......
__ADS_1