Eleena Sora

Eleena Sora
Rumah mertua


__ADS_3

Spesial Malming nih... Mommy kasih bonus... So, jangan pelit2 ya. JANGAN JADI PEMBACA GHOIB...


Luve Luve semuanya 😘😘😘🤭


...~Happy Reading~...


Pondok pesantren, kini menjadi tujuan utama bagi Eleena. Ingin dirinya langsung pergi ke rumah sakit, tapi jarak yang terlalu jauh dan keadaan perut nya yang sudah semakin terasa sakit, membuat nya terpaksa harus menuju Pondok.


Doanya, ia hanya berharap kedua mertua nya ada di tempat dan tidak sedang bepergian. Wajah Eleena sudah semakin pucat, dengan kontraksi yang terus terusan ia rasakan.


Setelah tiba, Eleena segera turun dari mobil. Namun, ia tidak langsung masuk ke dalam rumah mertua nya. Ia masih berdiri dengan berpegangan mobil untuk menguatkan dirinya.


“Astagfirullah, Eleena kamu kenapa Nak?” Umma Chila yang memang hendak pergi, seketika langsung berlari menghampiri Eleena kala melihat menantu nya yang hampir terjatuh.


“U—Umma .... T—tolong....”


Brukkk!

__ADS_1


Eleena sudah tidak sekuat dulu lagi. Hanya masalah sekecil itu, mampu membuat tubuh nya tumbang dan tak sadarkan diri. Umma Chila segera menahan tubuh menantu nya, dan ia semakin menjerit kencang saat menyadari bahwa ada sesuatu yang kini sudah mengalir hingga membasahi kaos kaki Eleena.


“Ya Alllah. Abi! Cepat kemari, Abiii!”


Tak berapa lama, yang di panggil pun datang dan sama hal nya dengan umma Chila. Abi Mike yang juga hendak pergi bersama istri nya, kini harus urung lantaran melihat keadaan Eleena.


“Astagfirullah, kenapa?” tanya abi Mike setelah tiba di depan mobil Eleena.


“Umma gak tau, Bi. Umma takut, lihat ada darah nya, a—aku ... Astagfirullah!”


Laki laki paruh baya itu, segera mengangkat tubuh menantu nya dan kembali membawa nya masuk ke mobil dan hendak membawa nya ke rumah sakit.


Dan tepat saat abi Mike hendak masuk ke mobil, ia sudah melihat mobil anak nya yang juga tiba di halaman Pondok. Sempat mengerutkan dahi, namun tak lama karena abi Mike mengingat keadaan Eleena.


“Cepat masuk!” titah abi Mike segera membukakan pintu untuk istrinya, dan membiarkan Yusuf yang duduk di belakang, sedangkan ia menyetir.


Panik, dan terkejut tentu saja di rasakan oleh Yusuf. Ia terus menggenggam tangan istrinya sambil terus berdoa dan memohon kepada Allah untuk keselamatan anak dan istrinya.

__ADS_1


Berbagai penyesalan hinggap dan beradu dalam hati dan pikiran nya. Tidak ada yang berniat untuk membohongi Eleena. Memang Yusuf sudah akan memberitahu kepada Eleena, tentang siapa Bagus dan mama Rasti.


Akan tetapi, Yusuf masih menunggu waktu yang tepat. Karena dia tidak mau gegabah mengingat kandungan istrinya yang lemah.


Namun, kini hal itu justru menjadi boomerang dalam hidup nya. Bayangan demi bayangan dimana istrinya menangis, berteriak dan mengumpati dirinya terus terngiang dalam benak Yusuf.


Tak bisa ia pungkiri bahwa hatinya ikut sakit melihat kehancuran sang istri, hingga membuat air matanya terus mengalir deras.


Yusuf mengepalkan tangan nya kuat sambil memejamkan mata nya erat. Menarik napas panjang, berharap rasa sesak di dada nya bisa berkurang, meskipun sulit.


“Yusuf, sebenarnya apa yang terjadi? Sejak kapan kalian di Bandung? Dan kenapa Eleena membawa mobil sendiri ke Pondok, kenapa kamu tidak mengantar nya? Kamu tahu kandungan istri kamu sangat lemah, kenapa kamu tidak mengantarkan nya, atau kamu bisa menghubungi Abi mu agar menjemput ke rumah. Kenapa harus begini, seharusnya kalian memberikan kabar kepada kami kalau memang sedang di Bandung!” omel umma Chila panjang lebar.


Abi Mike dan Umma Chila memang tidak tahu, bahwa kedua anak nya berada di Bandung. Ia masih mengira bahwa mereka berada di Jakarta. Dan sebenarnya, tujuan abi Mike dan Umma Chila tadi memang akan pergi ke Jakarta.


Selain untuk menjenguk Eleena, Umma Chila juga mau menemui Mayra yang sedikit berbuat ulah. Entah sudah berapa kali, Mayra di Jakarta dan dirinya selalu mendapatkan laporan kurang enak dari para oma nya.


...~To be continue .......

__ADS_1


__ADS_2