
...~Happy Reading~...
“Assalamualaikum,”
“Mas!” Eleena tersenyum dan langsung berlari menghambur pada suami nya.
“Astagfirullah!” pekik Yusuf begitu terkejut, karena Eleena langsung memeluk nya dengan begitu erat hingga membuat nya hampir terjungkal ke belakang, “Hati hati,”
“Hemmm ... “ Eleena hanya menganggukkan kepala nya tanpa menarik kepala nya dari dekapan Yusuf.
Untuk beberapa saat, Yusuf membalas pelukan istrinya. Mungkin, Eleena begitu merindukan nya, meskipun hanya satu hari. Tapi, setelah beberapa detik, Yusuf mengerutkan dahi nya saat mendengar suara Eleena yang seperti orang terisak.
“Kamu menangis?” Yusuf segera menjauhkan tubuh nya dari Eleena, namun wanita itu menggelengkan kepala dan semakin mengeratkan pelukan nya sambil menyembunyikan wajah nya pada dekapan sang suami.
‘Kenapa?’ tanya Yusuf tanpa suara menatap pada Mayra, adik nya.
Sementara itu, Mayra yang mendapatkan pertanyaan dari kakak nya hanya bisa mengangkat kedua bahu sambil menggelengkan kepala nya.
Bukan Mayra tidak tahu, ia jelas tahu mengapa Eleena menangis. Hanya saja, dia tidak ingin ikut campur, karena sebelumnya Eleena sudah mengatakan padanya agar tidak bicara pada Yusuf.
__ADS_1
Yusuf menghela napas nya dengan berat, dan tanpa bicara banyak lagi, Yusuf langsung mengangkat tubuh istrinya. Menggendong nya dan membawa nya untuk asuk ke dalam kamar.
‘Dih, adiknya langsung di tinggal!’ gumam Mayra langsung memanyunkan bibir nya kesal saat melihat kakak nya malah membawa Eleena pergi.
***
Di dalam kamar, Yusuf mendudukkan Eleena di atas tempat tidur, lalu ia mendudukkan dirinya di lantai dengan kedua lutut nya sambil menggenggam tangan Eleena.
“Ada yang ingin kamu ceritakan?” tanya Yusuf dengan begitu lembut yang justru malah semakin membuat air mata Eleena semakin mengucur deras.
“Hiks hiks hiks, a—aku gak tahu!” Eleena langsung menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya dan kembali terisak.
Selain itu, sejak kedatangan nya memang Yusuf belum melihat keberadaan bu Rasti di rumah. Entah apa yang terjadi, namun bila memang benar tangisan Eleena ada kaitan dengan ibu Rasti, mungkin Yusuf tidak akan bisa diam lagi.
Kesalahan nya karena sudah mengizinkan bu rasti tinggal di rumah itu. Sampai dirinya harus mengingkari perjanjian nya dengan pak Brata, demi agar Eleeena bahagia bersama ibu nya.
“Mama pergi hiks hiks hiks,” jawab Eleena begitu lirih dengan berderai air mata.
Yusuf mengerutkan dahi nya, “Pergi? Kemana?”
__ADS_1
Eleena menggelengkan kepala nya, ia sendiri juga tidak tahu kemana mama nya pergi. Saat tadi dirinya bangun tidur, setelah sholat subuh ia sudah tidak menemukan keberadaan mama Rasti.
Eleena mencoba mencari keberadaan mama nya, namun tidak ada. Berulang kali juga, Eleena berusaha menghubungi nomor mama nya, namun tidak aktif.
Itulah yang membuat Eleena kembali merasakan sakit. Dulu, dirinya di tinggalkan, hingga membuat luka trauma yang cukup dalam. Perlahan, dirinya mulai membuka hati dan memberikan kesempatan lagi kepada mama Rasti.
Akan tetapi, saat hatinya sudah terbuka dan ia sudah bisa menerima serta memaafkan mama Rasti. Lagi lagi wanita itu meninggalkan nya. Eleena merasa di permainkan oleh ibu kandung nya sendiri.
Dan rasanya itu sangat menyakitkan. Memang benar, Eleena tidak tahu kemana dan dimana mama Rasti berada. Namun, satu hal yang Eleena yakini dan pastikan bahwa kini mama Rasti tengah bersama Catherine.
Yusuh hanya diam mendengarkan semua cerita penjelasan dari istrinya. Ia tidak bisa berkomentar apapun, karena sejujurnya ia sendiri juga kecewa dengan langkah yang di ambil oleh mama Rasti.
Jika memang dirinya akan pergi, mengapa tidak bicara baik baik kepada Eleena. Setidaknya, jika memang wanita itu pergi, jangan meninggalkan bekas luka lagi kepada putri nya.
“Mungkin, Mama hanya pergi sebentar.” Ucap Yusuf mencoba menenangkan istrinya dan mengajak nya untuk berfikir positif.
Walau sebenarnya sangat sulit untuk nya juga untuk berfikir positif. Pasal nya, dari cerita yang Eleena katakan, pakaian serta barang milik bu Rasti juga sudah tidak ada di kamar nya.
...~To be continue .......
__ADS_1