Eleena Sora

Eleena Sora
Memulai


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Sayang! Ele, kamu gapapa kan? Mana yang sakit? Mama khawatir banget sama kamu, maafin mama yang tidak sempat menjenguk kamu di rumah sakit. Maafin Mama Sayang.” Ujar bu Rasti yang langsung menghampiri putri nya kala melihat Eleena datang.


Baru saja Eleena turun dari mobil, dirinya sudah di sambut oleh ibu Rasti.


“Maaf Ma, Eleena masih butuh istirahat. Lebih baik kita bicara di dalam saja,” tutur Yusuf lalu segera mengajak istrinya masuk ke dalam rumah, di ikuti oleh bu Rasti dan juga kedua adik Yusuf.


“Mai, kamu langsung ke kamar aku aja. Biar kami bicara dulu disini, ajak Khalifa juga.” Maira langsung menganggukkan kepala nya saat mendapatkan perintah dari sang kakak ipar.


Karena ini juga bukan jalur Maira dan Khalifa untuk ikut bicara. Akhirnya ia segera mengajak adik nya untuk pergi ke kamar Eleena. Dulu, Maira cukup sering datang ke rumah pak Brata bahkan tak jarang ia juga sering menginap di sana.


Maka tak heran, jika Maira sudah hafal dan biasa masuk ke kamar Eleena. Karena setiap kali Maira ke Jakarta, bukan rumah nenek atau keluarga nya yang lain tujuan nya, melainkan langsung ke rumah sahabat nya, Eleena.


Kembali lagi, di ruang tamu. Yusuf, Eleena dan bu Rasti masih berbincang halus. Tentang keadaan Eleena dan juga sekalian memberikan kabar baik tentang kehamilan Eleena.

__ADS_1


Senang, bahagia tentu bu Rasti juga rasakan. Ia bersyukur jika ternyata Eleena bisa di berikan kepercayaan secepat itu oleh Allah.


“Lalu, bagaimana jika suami kamu bekerja? Kamu akan sendirian,” ujar ibu Rasti menatap putri nya dengan tatapan sayu dan kasihan.


Eleena terdiam, ia menatap sekilas kepada suami nya. Lalu menatap ibu nya lagi. Pilihan yang sulit untuk Eleena berikan, saat dimana ibu kandung nya meminta untuk ikut tinggal di rumah peninggalan ayah nya.


Berat, namun ia juga tidak sampai hati jika menolak niat baik bu Rasti.


“Atau kamu masih belum bisa memaafkan Mama?” tanya bu Rasti menatap putri nya.


“Ma, Ele—“


Seketika itu juga, Eleena langsung membalas tatapan mata Yusuf, melihat laki laki itu tersenyum sambil menganggukkan kepala, membuat Eleena langsung menarik napas nya dengan cukup panjang.


“Baiklah, jika memang Mama mau tinggal di sini. Tapi, tolong hargai privasi kami,” ujar Eleena pada akhirnya membuat senyuman bu Rasti mengembang dengan sempurna.

__ADS_1


“Terimakasih Nak,” ucap nya langsung menghampiri Eleena dan memeluk nya, “Akhirnya, kamu memberikan kesempatan untuk Mama bisa dekat lagi sama kamu.”


“Mama janji, akan melakukan yang terbaik untuk kamu dan calon cucu Mama. Meskipun dulu, Mama tidak bisa merawat kamu, tapi Mama berharap dan akan terus berdoa agar Mama di berikan umur panjang dan bisa mengasuh cucu mama,” imbuh bu Rasti sambil mengusap perut Eleena.


Yusuf dan Eleena tersenyum. Keduanya menganggukkan kepala nya dna bisa bernafas lega. Berharap, semua jalan yang sudah mereka ambil adalah langkah baik untuk menuju kebahagiaan.


Bukan kah dendam hanya akan menambah sebuah luka? Maka dari itu, Eleena memutuskan untuk berdamai dengan keadaan. Terlebih saat ia tahu bahwa kini ada nyawa yang harus ia jaga rawat dan pertaruhkan.


Eleena sudah banyak mendengar nasehat dari Doker, yang mengatakan dirinya tidak boleh stres atau banyak beban pikiran. Maka dari itu, Eleena bisa memaafkan bu Rasti dan menerima kehadiran wanita itu lagi.


Demi apa? Demi kelangsungan bahagia di depan nanti. Eleena hanya ingin memiliki keluarga harmonis, keluarga cemara. Dan ia tidak pernah bisa mendapatkan nya sejak kecil.


Dan mungkin, dengan di mulai nya dia yang harus berbesar hati menerima kehadiran bu Rasti serta memaafkan nya. Kelak, anak anak Eleena bisa merasakan indah nya keluarga cemara.


Dimana ia akan memiliki keluarga yang lengkap dan bahagia. Itulah harapan seorang Eleena Sora.

__ADS_1


Tapi, satu hal yang Eleena lupakan. Terkadang, apa yang kita inginkan dan harapkan tidak sesuai dengan Takdir yang sudah di tentukan oleh Sang Maha Kuasa.


...~To be continue .......


__ADS_2