Eleena Sora

Eleena Sora
Adik ipar


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“El ... “ panggil seorang gadis begitu lirih saat melihat Eleena mulai membuka mata..


“Alhamdulilah,” gumam nya lagi saat melihat Eleena benar benar sudah sadarkan diri, gadis itu segera menghubungi kakak nya untuk memberikan kabar.


“May ... “ Seolah tahu akan apa yang di lakukan adik ipar nya, Eleena langsung menahan tangan Mayra sambil menggelengkan kepala.


“Assalamualaikum,“ Terdengar suara laki laki dari ponsel yang di genggam oleh Mayra, “Halo, ada apa Mayra?”


Eleena kembali menggelengkan kepala nya menatap sahabat sekaligus adik ipar nya dengan tatapan memohon, hingga akhirnya Mayra menganggukkan kepala karena tidak tega.


“Walaikumsalam, iya kak ada apa?”


“Kamu yang menelfon Kakak kenapa kamu yang tanya ada apa?” terdengar suara helaan nafas dari laki laki di seberang sana hingga membuat Mayra langsung menyengir karena menyadari kesalahan nya.

__ADS_1


“Oh iya Mayra lupa,” jawab nya terkekeh, “Enggak papa kok Kak. Ini, Mayra Cuma mau kasih laporan, kalau Mayra udah sampai di Jakarta. Ini Mayra mau nemuin Eleena dulu.” Jawab nya sambil melirik ke arah Eleena.


“Baiklah kalau begitu, tolong jagain kakak ipar kamu. Nanti setelah acara selesai, kakak langsung pulang ke Jakarta,”


Eleena menggelengkan kepala nya, menyuruh agar Mayra melarang Yusuf untuk langsung pulang. Acara di pondok, di perkirakan akan selesai pukul satu atau dua dini hari. Dan Eleena tidak mau jika Yusuf harus menyetir mobil ke Jakarta seorang diri.


Khawatir, tentu saja. Maka dari itu Eleena meminta agar besok saja Yusuf pulang. Dan tadi laki laki itu sudah mengiyakan, akan menginap satu malam di Pondok, tapi sekarang berbeda lagi ketika bicara pada Mayra.


“Dih, jangan buru buru. Besok aja pulang nya. Mayra kan udah ada disini, nanti biar Mayra yang nemenin Ele. Udah kakak fokus di sana aja dulu, kakak ipar baik baik saja kalau sama Mayra, tenang saja.” Kata Mayra seketika membuat Eleena mengangguk lega.


“Ya sudah kalau gitu, kakak tutup dulu. Kalau udah ketemu sama kakak ipar kamu, tolong bilangin untuk membuka pesan kakak.”


“Assalamualaikum,”


“Walaikumsalam,” jawab Mayra terakhir kalinya sebelum akhirnya sambungan telfon terputus.

__ADS_1


Mayra segera mendudukkan dirinya di samping tempat tidur Eleena. Ia menatap sahabat sekaligus kaka ipar nya itu dengan tatapan yang cukup tajam seolah menuntut penjelasan mengapa Eleena bisa pingsan.


Untung saja tadi Mayra segera datang dan melihat Eleena pingsan. Jadilah ia bisa segera memanggil dokter untuk memeriksa Eleena. Dan beruntung, bahwa Eleena dan bayi nya tidak kenapa napa.


“Aku gapapa May, Cuma kecapean dikit aja,” kata Eleena tersenyum menyengir menatap adik ipar nya.


“Kecapean kenapa? Emang kamu ngerjain pekerjaan rumah sendiri? Plis deh El, kamu bukan Cinderella yang sedang di asuh sama ibu tiri. Yang mana harus mengerjakan semua pekerjaan rumah. Dan juga, kamu bukan menantu yang memiliki mertua kaya di sinetron ikan terbang, yang mana selalu di siksa ketika suami gak ada. Umma ku tidak seperti itu El, lagipula Umma juga tidak ada disini,” ucap Mayra begitu panjang lebar hingga membuat Eleena sedikit terkekeh.


Mertua seperti di ikan terbang. Eleena tidak menyangka bila Mayra sering menonton sinetron seperti itu. Dan bagaimana bisa, ia menyamakan umma Chila dengan mertua lain? Tentu saja sangat berbeda, Umma Chila bahkan tidak terlihat seperti mertua bagi Eleena.


Wanita itu sudah seperti ibu kandung Eleena, bahkan rasa sayang nya melebihi ibu kandung Eleena sendiri, mungkin.


Ibu kandung? Seketika itu, Eleena kembali teringat dengan mama Rasti. Kemana ibu nya itu, batin Eleena. Dan bagaimana dengan Catherine?


Eleena bisa melihat betapa mama Rasti sangat menyayangi Catherine, dan mungkin rasa sayang nya terhadap Catherine jauh lebih besar di banding rasa sayang nya kepada Eleena.

__ADS_1


Mengingat hal itu, sontak membuat Eleena kembai tersenyum getir. Rasanya sedikit sesak, saat harus di bandingkan dengan anak tiri. Bahkan, bila di rasakan oleh Eleena, memang Catherine lebih unggul darinya untuk mendapatkan kasih sayang mama Rasti.


...~To be continue ......


__ADS_2