
...~Happy Reading~...
“Astagfirullah!” Umma Chila langsung menutup mulut nya dengan tangan saat mendengar penjelasan dari putra nya.
Begitupun dengan abi Mike yang langsung diam seribu bahasa saat mendengarkan cerita dari Yusuf. Apa yang ia takutkan, ternyata benar terjadi, dan tidak ada yang bisa di salahkan disini.
“J—jadi, Bagus adalah adik kandung Eleena?” tanya umma Chila memastikan dan langsung di balas anggukkan kepala oleh Yusuf.
“Pantas saja, saat dia datang Umma merasa tidak asing dengan wajah nya. Dia memang sangat mirip dengan Eleena, dan saat Eleena ada di Pondok dia sama sekali tidka pernah datang ke rumah,” imbuh umma Chila kembali mengingat Bagus.
Saat datang ke Pondok, usia Bagus masih terbilang sangat belia. Dia baru saja lulus sekolah SMP dan langsung kabur dari rumah. Awal nya, Bagus berniat melamar kerja sebagai apa saja asal dirinya tidak terlantar di jalanan.
Bagus adalah anak yang sangat rajin, namun pendiam. Dia sangat jarang bicara kalau tidak di perlukan. Setiap kali Yusuf pulang dari Kairo, laki laki itu akan selalu mencari Bagus.
Keinginan belajar Bagus sangat lah tinggi. Ia banyak belajar dengan Yusuf dan hanya bisa dekat dengan Yusuf. Maka dari itu, tak heran jika Yusuf begitu menyayangi nya dan menganggap nya sebagai adik.
Tak hanya Yusuf, kedua orang tuanya pun juga sudah menganggap Bagus sebagai putra nya. Selain rajin, dan pintar Bagus juga sangat ramah, walau jarang bicara tapi laki laki itu sangat murah senyum.
Dan betapa terkejutnya umma Chila saat baru tahu bahwa Bagus dan Eleena adalah kakak beradik. Selama ini, Bagus selalu bersembunyi setiap ada orang baru. Bahkan, saat acara pernikahan Yusuf dan Eleena, ia memilih berada di belakang untuk membantu mencuci piring.
__ADS_1
“Apakah Eleena sudah tahu?” tanya abi Mike yang langsung di balas anggukkan kepala oleh Yusuf.
“Yusuf tidak tahu, Bi,” jawab nya smabil menundukkan kepala.
“Yusuf, jawab Abi!” Laki laki itu langsung mendongakkan kepala nya untuk menatap sang ayah, “Apa kamu pernah berpacaran dengan Catherine?”
Deg!
Pertanyaan yang sama ia dengar hari ini. Dari Eleena, dan kini dari abi nya. Sejujurnya, Yusuf begitu heran, mengapa ia bisa mendapatkan pertanyaan begitu.
“Selain Abi melarang Yusuf untuk berpacaran. Agama juga melarang nya Abi, kenapa Abi justru memberikan pertanyaan seperti itu?” kata Yusuf menghela napas nya dengan berat.
“Kapan?”
“Untuk kepastian nya Abi tidak ingat. Tapi foto itu ia simpan di dalam brankas nya. Papa kamu pernah bilang sama Abi, ia sengaja tidak membuang atau membakar nya. Ia menyuruh kamu sendiri yang membuang foto itu setelah memberikan penjelasan dan kepastian pada Eleena.” Ucap abi Mike panjang lebar.
“Abi pernah menyangkal bahwa itu bukan kamu. Kamu tidak mungkin seperti itu, tapi kami tidak menemukan jalan dari perdebatan itu,” imbuh abi Mike kini menghela napas nya kasar.
Ya, memang keduanya pernah berdebat karena sebuah foto yang ia dapatkan dari orang. Sebenarnya, perjodohan antara Eleena dan Yusuf sudah terjalin sejak lama. Hanya saja mereka tidak mau memaksa dan memilih membiarkan waktu mengalir seperti air.
__ADS_1
Hingga pada akhirnya, penyakit pak Brata yang semakin kronis, membuat mereka tidak memiliki pilihan lain dan mengakibatkan perjodohan di percepat. Dan bukan maksud pak Brata memata matai Yusuf di luar sana.
Hanya saja, kala itu pak Brata mendapatkan foto itu juga dari salah satu rekan bisnis nya, karena pak Brata pernah membeberkan perjodohan dengan keluarga Pranata. Eleena tidak akan ia nikahkan dengan orang lain, kecuali Yusuf.
Namun, klien nya yang hendak menjodohkan anaknya dengan Eleena itu pun tidak terima dan terus mencari kesalahan Yusuf. Hingga tanpa sengaja memberikan foto kebersamaan Yusuf dengan Catherine di Bandara dengan harapan agar pak Brata membatalkan perjodohan itu.
Calon menantu yang selalu di sanjung, di banggakan dan di agungkan oleh pak Brata untuk menolak anak anak dari klien nya. Ternyata tak jauh beda dengan anak anak lain, dan tidak sebaik yang di bicarakan pak Brata.
Maka dari itu, perdebatan terjadi antara abi Mike dan pak Brata. Karena abi Mike sempat tidak percaya jika putra nya sampai berpacaran dengan orang lain.
“Foto?” gumam Yusuf semakin bingung dengan pertanyaan dari ayah nya.
“Sepertinya kalian pernah ke Dubai.”
“Astagfirullah!” Seolah ingat dan mengerti dengan apa yang di maksud ayah nya, Yusuf langsung mengusap wajah nya dengan cukup kasar.
Kini, sepertinya ia tahu dimana dan darimana akar permasalahan nya. Iya benar, ia berharap bahwa ini hanyalah kesalahpahaman semata.
...~To be continue .......
__ADS_1