Eleena Sora

Eleena Sora
Semakin membaik


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Kesehatan Eleena semakin membaik. Terlebih dengan kehadiran Maira dan juga Khalifa yang selalu menemani nya selama di rumah sakit, membuat Eleena tidak kesepian lagi karena ada yang selalu menghibur nya.


Abi Mike dan Umma Chila tidak bisa berlama lama di Jakarta, karena harus kembali ke Pondok.


Sedangkan Yusuf juga harus mengurus perusahaan ayah mertua nya, maka dari itu, Maira dan Khalifa lah yang akan menjaga Eleena saat Yusuf sedang bekerja.


Dan sepulang dari kantor, Yusuf baru akan ke rumah sakit untuk menjaga Eleena pada malam hari. Dan saat pagi nya akan kembali bertukar shift dengan Maira dan Khalifa. Dan seperti itulah seterusnya hingga tiga hari ini.


“Assalamualaikum,” ucap Yusuf saat membuka pintu ruang perawatan istri nya.


“Walaikumsalam,” jawab ketiga nya bersamaan.


“Kok tumben, kak Yusuf udah datang?” tanya Maira saat melihat kakak nya sudah tiba, padahal jam masih menunjuk di angka dua siang.


“Iya, pekerjaan kakak sudah selesai,” jawab Yusuf sambil mendudukkan dirinya tepat di sebelah istri nya, “Bagaimana keadaan kamu hari ini, hem?” tanya Yusuf sambil mengusap rambut Eleena.


“Alhamdulilah, udah semakin baik. Tadi, dokter juga bilang kalau besok pagi aku sudah boleh pulang,” kata Eleena dengan begitu bersemangat.

__ADS_1


Yusuf begitu bersyukur, karena kini ia seolah menemukan istrinya kembali. Sifat dan sikap Eleena yang ceria seperti dulu, seolah telah kembali sejak berada di rumah sakit.


Entah karena keberadaan Mayra dan Khalifa, atau karena di rumah sakit, Eleena tidak teringat akan ayah nya. Yusuf tidak tau, ia hanya bisa berdoa semoga nanti saat mereka pulang, Eleena tidak akan terpuruk lagi.


Mengingat karena rumah yang mereka tempati memiliki jutaan kenangan antara Eleena dan pak Brata.


“Kak! Karena kakak udah disini, emmm itu Maira pulang dulu ya?” ucap Maira dengan tiba tiba.


“Kok buru buru? Baru jam segini loh,” kata Eleena langsung memasang wajah cemberut nya menatap Maira.


“G—gue mau cari sesuatu dulu, mau—“


“Mai!” tegur Yusuf sambil menggelengkan kepala nya.


“ihh kak Maira jahat banget sih,mau bunuh Khalifa!” seru gadis kecil itu yang langsung memanyunkan bibirnya dengan kesal.


“Makanya, jangan fitnah,” ucap Maira masih menatap tajam pada adik nya.


“Astagfirullah, Khalifa gak pernah fitnah ya. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, justru kak Maira yang fitnah Khalifa.” Balas gadis itu menggerutu, “Lagian, Khalifa lihat sendiri kok isi chatting an kak Maira sama kak Ar—emmmttt!”

__ADS_1


Lagi, Maira kembali membungkam mulut adik bungsu nya dengan begitu gemas, “Udah ah, daripada berisik. Mending kamu ikut kakak pulang!” bisik Maira sedikit kesal di telinga Khalifa, seketika itu juga Khalifa langsung tersenyum lebar.


“Nah, begitu kan dari tadi, gak akan terbuka ini bibir, hehehe.” Gadis itu menyengir lebar menampilkan deretan gigi nya namun justru malah membuat Maira kesal bukan main.


“Kamu mau ketemu siapa sih sebenarnya?” tanya Yusuf menghela napas nya sedikit berat saat setelah mendengar perdebatan antara kedua adik nya.


“Iks, di bilang mau pulang kok, kakak gak percayaan banget!” kata Maira berdecak dan menggelengkan kepala nya, “Ya udah kami pergi dulu ya Kak.”


Maira dan Khalifa segera mencium punggung tangan Yusuf dan Eleena untuk berpamitan, “El cepet sembuh ya. Ketemu lagi sama ipar bidadari mu esok pagi. Bye bye.”


“Assalamualaikum, Kak bukan bye bye,” tegur Khalifa meralat kata kata kakak nya.


“Iks kamu ini, ya udah assalamualaikum kak Yusuf dan kak Eleena,” ralat Miara hingga membuat Khalifa terkekeh, begitu pun dengan Eleena.


“Walaikumsalam ... “


Tiga hari bersama dengan Maira dan Khalifa, benar benar bisa memperbaiki mood Eleena. Terlebih setiap kali ia melihat perdebatan antara Maira dan juga Khalif seperti tadi, entah mengapa, ia merasa terhibur.


Khalifa yang sejak dulu terlihat kalem dan lemah lembut, selalu sabar menghadapi kecerewetan dan ke bar-baran kakak nya, kini akhirnya gadis itu sudah bisa mulai membalas dan melawan perkataan sang kakak.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2