Eleena Sora

Eleena Sora
Sholat sunah


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Mas, tunggu dulu!” Panggilan dari Eleena seketika menghentikan langkah kaki Yusuf.


“Bukankah tadi, kita sudah sholat isya? Kok mau sholat lagi?” tanya Eleena dengan ekspresi wajah polos nya menatap sang suami.


“Sholat sunah dua rakaat,” jawab Yusuf, senyuman halus dan lembut nya yang selalu membuat Eleena jatuh cinta dan semakin tergoda, tanpa sadar membuat wajah Eleena merona, “Ayo kita ambil wudhu dulu.”


Eleena menganggukkan kepala nya, walau sebenarnya ia masih kurang mengerti dengan ajakan Yusuf. Ia hanya ingin menjadi istri yang penurut, maka dari itu ia mengikuti semua yang di katakan oleh suami nya.


Setelah keduanya mengambil wudhu, Yusuf mengajak Eleena untuk melaksanakan sholat dua rakaat di mushola kecil yang berada di lantai dua. Dulu, mushola itu sangat jarang di gunakan.


Sering nya, yang di gunakan adalah mushola yang di lantai satu. Itupun yang menggunakan nya hanya beberapa asisten rumah tangga.


Karena pak Brata atau Eleena yang sangat sibuk di dunia nya, hingga membuat mereka sangat jarang menunaikan kewajiban nya.

__ADS_1


Namun, berbeda dengan sekarang. Sejak kedatangan Yusuf di rumah itu, mushola itu terlihat sedikit ramai. Setiap subuh dan Maghrib juga isya, Yusuf akan mengajak para penghuni di rumah itu untuk sholat berjamaah.


“Assalamu’alaikum warahmatullah, ...” Eleena segera mencium punggung tangan Yusuf saat keduanya sudah menyelesaikan sholat sunnah nya.


“Perasaan kemarin kemarin, kamu gak pernah ngajak aku sholat gini deh Mas, kalau mau tidur? Kenapa sekarang dadakan begini? Padahal tadi kita udah sholat isya?” tanya Eleena yang masih sedikit bingung.


Yusuf hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Eleena, dengan gemas laki laki itu langsung mencubit hidung Eleena lalu mengecup kening nya dengan begitu lembut.


“Iihh sakittt!” rengek Eleena langsung memanyunkan bibir nya dengan kesal, yang justru membuat Yusuf semakin gemas melihat nya.


“Bismillah Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazataana.” Yusuf menarik kepala Eleena dan mencium nya dengan begitu lembut, membuat jantung Eleena semakin berdetak dengan begitu cepat dan kencang.


Lagi lagi, Yusuf di buat terkekeh mendengar pertanyaan dari istrinya. Bukan menjawab, laki laki itu justru tersenyum sambil terus menatap ke arah Eleena, hingga membuat gadis itu menjadi salah tingkah sendiri.


“Ihhh aku nanya artinya malah di lihatin. Ckckck, iya aku tahu kalau aku itu cantik. Tapi udah jangan di lihatin terus, gak lihat nih wajah aku udah merah kaya gini,” ucap Eleena sedikit berdecak karena menahan malu dan salting.

__ADS_1


“Artinya, Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan syaiton dan jauhkanlah syaiton dari rejeki yang Engkau anugerah kan kepada kami.” Jelas Yusuf membuat Eleena hanya mengangguk anggukkan kepala nya.


“Tapi tunggu, rejeki? Memang nya kita mau bekerja? Kok rejeki?” tanya Eleena lagi lagi mengerutkan dahi nya lantaran masih bingung.


“Bukankah kita memang akan bekerja?” ucap Yusuf, senyuman yang tadinya terlihat teduh dan hangat, kini seketika berubah menjadi sebuah senyuman jahil.


Dan saat itu juga, Eleena sadar dengan tujuan nya malam ini. Tujuan nya mengenakan pakaian kurang bahan karena ingin menunaikan kewajiban nya sebagai seorang istri.


“Rejeki itu bukan hanya bentuk uang. Kesehatan dan juga anak juga sebuah rejeki, dan siapa tahu setelah malam ini kamu hamil dan kita akan di anugerah kan seorang bayi,” imbuh Yusuf kini mengusap wajah Eleena dengan begitu lembut.


Glek!


Tubuh Eleena semakin merinding mendengar nya, ia menggigit bibir nya sambil tangan nya mengepal di balik mukena yang ia kenakan.


Jantung nya sudah berdetak semakin tak karuan. Tiba tiba ia menjadi sangat gugup dan takut saat sebentar lagi ia harus melepas masa perawan nya.

__ADS_1


'Kerja, iya kita memang akan bekerja. Tapi dalam artian yang berbeda,' gumam Eleena dalam hati sambil membayangkan hal yang seharusnya tidak perlu ia bayangkan.


...~To be continue ......


__ADS_2