Eleena Sora

Eleena Sora
Pesan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Pagi harinya, suara adzan sudah berkumandang. Yusuf segera bergegas bangun untuk melaksanakan kewajiban nya.


Sementara itu, Eleena yang masih tertidur lelap, nyatanya ikut terbangun saat merasakan pergerakan Yusuf yang dengan perlahan menarik tangan nya yang semula di jadikan bantal oleh Eleena.


“Mas ... “


“Mau ikut bangun?” tanya Yusuf mengusap rambut kepala Eleena dengan begitu lembut.


“Libur dulu boleh gak? Sakit banget,” gumam Eleena dengan memasang wajah semelas mungkin.


Sebenarnya, dirinya sudah suci kembali, karena setelah pergulatan panas nya dengan Yusuf beberapa saat yang lalu. Yusuf langsung mengajak nya untuk mandi dan membersihkan diri. Jadilah saat waktu sholat subuh, keduanya tidak perlu mandi lagi.


Bukan menjawab, Yusuf justru tersenyum sambil terus menatap lekat wajah istrinya yang terlihat masih meringis kesakitan juga kelelahan, “Baiklah, cup! Istirahat lah, nanti jam tuju kita harus mengantarkan Papa ke Bandara!”


Eleena hanya menganggukkan kepala nya sambil terus mengamati suami nya yang berjalan menuju pintu dan keluar untuk menunaikan sholat subuh bersama dengan para penghuni rumah lain nya.

__ADS_1


Setelah Yusuf pergi, Eleena memutuskan untuk kembali memejamkan matanya. Karena ia masih begitu sangat mengantuk, lantaran ia baru saja tertidur kurang dari jam.


Suaminya memang sangat lembut, namun hal yang terduga bagi Eleena. Bahwa selembut lembut nya seorang laki laki, jika sudah berada di atas ranjang, tetap saja dialah suhu yang sesungguh nya.


Sungguh Eleena tidak menyangka, bahwa ternyata sifat Yusuf bisa berubah se drastis itu. Sangat berbeda, dengan sikap harian nya yang begitu lembut dan penurut.


Eleena merasa badan nya hancur dan remuk karena ulah suami nya. Bahkan, hanya sekedar berjalan saja rasanya sangat sulit untuk ia lakukan. Jangankan berjalan, untuk berdiri atau mengubah posisi menjadi duduk saja, Eleena harus meringis karena menahan nyeri.


Sementara itu, usai sholat subuh. Yusuf tidak langsung kembali ke kamar nya, karena pak Brata mengajak nya untuk duduk di luar sambil mengobrol sambil menunggu fajar.


“Yusuf ... “


“Papa percayakan Ele kepada kamu. Papa yakin, kamu bisa menjaga nya dengan sangat baik, bimbing dia menuju jalan yang benar. Dan jadikan Ele sebagai istri sholehah, Papa yakin kamu bisa menggantikan peran ku untuk menjaga nya.” Ujar pak Brata tiba tiba membuat Yusuf terdiam.


“Pa—“


“Yusuf, Papa tahu, bahwa kematian itu rahasia Allah. Umur dan rejeki itu sudah di garis kan oleh Sang Maha Pencipta. Dan Papa juga tahu, kalau dokter itu hanyalah perantara, akan tetapi—“ Pak Brata menarik napas nya dengan cukup panjang sebelum akhirnya melanjutkan nya lagi.

__ADS_1


“Tapi, dengan adanya dokter, kita menjadi tahu apa yang akan terjadi nanti ke depan nya. Maka dari itu, sebelum malaikat datang untuk menjemput Papa. Papa hanya ingin melakukan yang terbaik. Termasuk, memastikan putri Papa berada di tangan yang tepat,” imbuh pak Brata yang tak kuasa menahan air mata nya.


“Papa serahkan ini kepada kamu. Jika nanti ke depan nya, ada sesuatu yang menimpa Papa, tolong jaga Ele. Jangan biarkan ibu kandung Ele mengambilnya, apalagi mengungkit satu pun soal harta.”


Yusuf mengerutkan dahi nya, menatap sebuah benda kecil yang kini berada di tangan nya lalu kembali menatap papa mertua nya, “Ini kunci apa Pa?” tanya nya.


“Kunci brankas yang ada di kamar Papa. Bukalah jika memang nanti di perlukan, dan jangan biarkan ibu kandung Ele memasuki kamar itu, Papa mohon. Jangan biarkan mereka tinggal disini, di rumah ini. Hanya itu permintaan Papa.”


“Insya’Allah, Yusuf akan menjaga amanah ini. Dan Yusuf berdoa, semoga Papa selalu berada dalam lindungan-Nya,” ucap Yusuf,


Pak Brata tersenyum lega mendengar nya. Bukan hanya Eleena yang menyukai suara dan kata kata Yusuf. Pak Brata pun selalu tenang jika sudah mendengar menantu nya itu berbicara. Tidak sia sia, pak Brata memohon kepada abi Mike agar mau menjodohkan putra nya dengan putri nya.


Dan kini, pak Brata benar benar bersyukur dan sudah siap jika kapan pun nyawa nya akan di jemput oleh Sang Pencipta nantinya.


...~To be continue ......


...🕊🕊🕊🕊...

__ADS_1


...Cieee kena prankkk wkwkwkkww...


...Maaf ya Sayang, entah mengapa, rasanya Mmmy gak tega mau buat part anu di kamar ini. Mommy tidak mau mencemari otak otak suci para readers nya Yusuf dan Sora. Wkwkwkwk sekali lagi maaf ya, luve yuuuuu .......


__ADS_2