Eleena Sora

Eleena Sora
Memaafkan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Sayang, bagaimana keadaan kamu? Maafin Mama,” Rasti segera memeluk putri nya saat sudah di izinkan masuk oleh Yusuf.


Kini, ruang perawatan Eleena sudah terlihat begitu ramai dengan kehadiran keluarga Yusuf dan Eleena. Tidak ada lagi kesalahpahaman, Eleena merasa semua sudah jelas. Walau belum sejelas harapannya.


Tapi, setidaknya kini dirinya sudah mendapatkan jawaban yang cukup meyakinkan. Yusuf dan Catherine memang tidak memiliki hubungan apapun. Pertemuan mereka hanya salah paham dan tanpa di sengaja.


Bagus yang Eleena kira adalah anak dari mama Rasti, ternyata adalah anak dari papa Brata. Sangat mengejutkan dan di luar prediksi, tapi Eleena mencoba memahami dan akan Eleena pastikan saat nanti berada di Jakarta.


Untuk saat ini, Eleena dan Yusuf sudah sepakat akan diam. Karena mereka juga yakin, bahwa mama Rasti belum mengetahui tentang hubungan pak Brata dan ibu Ratih yang tak lain adalah adik kandung mama Rasti.


Yusuf juga berfikir, mungkin karena itu, pak Brata melarang mama Rasti agar tidak memasuki kamar pribadi nya. Yusuf teringat saat awal pertama ia memasuki kamar pak Brata untuk membereskan nya, ia pernah menemukan beberapa foto kebersamaan pak Brata dengan seorang wanita.


Wajah ibu Ratih dan mama Rasti cukup mirip, apalagi itu foto belasan tahun yang lalu. Jadilah Yusuf mengira bahwa itu adalah foto mama Rasti. Tapi, sekarang ia mendapatkan jawaban, dan ia yakin bahwa di dalam foto itu bukan mama Rasti melainkan ibu Ratih.

__ADS_1


Untuk foto itu, pak Brata memang meletakkan nya di atas meja tempat tidur. Bahkan ada juga di dalam ruang kerja nya. Yusuf bisa mengira bahwa hubungan pak Brata dan ibu Ratih cukup spesial, karena pak Brata masih menyimpan foto foto itu.


“Eleena baik baik saja,” jawab nya sambil menundukkan kepala nya, seolah menghindari mama Rasti.


Sangat berbeda ketika umma Chila yang memberikan pertanyaan dan mendekat ke arah Eleena. Justru wanita hamil itu langsung membalas pelukan umma Chila dan terlihat begitu manja pada nya.


“Mulai sekarang, jangan pernah kabur lagi ya Sayang. Umma tidak mau terjadi apa apa lagi sama kamu dan calon cucu Umma,” ucap umma Chila tersenyum sambil mengusap perut besar Eleena.


“Maaf Umma, kemarin Ele—“ wanita itu menggantung ucapannya dan langsung melirik tajam ke arah Yusuf.


Sementara itu, Yusuf yang mendapatkan tatapan maut dari istri nya, hanya bisa menghela napas nya berat. Ia tahu pasti dirinya yang akan selalu di salahkan, dan ia tidak bisa berbuat apapun selain mengiyakan.


Seketika itu juga, senyuman terbit menghiasi wajah cantik Eleena. Langit yang kemarin terlihat mendung, gelap karena adanya badai. Kini seolah berubah menjadi sangat cerah dengan di hiasi pelangi yang begitu indah.


“Alhamdulilah.... Umma senang jika akhirnya semua sudah selesai,” gumam umma Chila begitu lembut, “Setelah ini, kita akan ke Jakarta bersama.”

__ADS_1


“Umma mau ke Jakarta?” tanya Eleena dengan mata yang berbinar terang.


“Sebenarnya, kemarin Umma dan Abi akan ke Jakarta. Tapi karena kamu datang, kami belum jadi berangkat,” jelas umma Chila tersenyum seketika membuat Eleena langsung menyengir dan menggigit bibir bawah nya.


“Maafin Ele, Umma. Ele terlalu terbawa emosi, Ele kekanak-kanakan. Bahkan Ele tidak bisa—“


“Bukan salah kamu, Sayang.” Umma Chila mengusap kepala Eleena yang terbalut hijab berwarna baby pink dengan begitu lembut, “Seharusnya Yusuf jujur sama akmu sejak awal. Tidak seharusnya, dia menyimpan semua sendiri. Karena setelah menikah, hubungan antara suami dan istri harus ada saling keterbukaan.”


“Sebaik apapun kebohongan akan menjadi buruk jika terus di pendam. Begitupun sebaliknya, seburuk apapun kebenaran harus tetap di katakan agar kita bisa menjadi jalan keluar terbaik dan bersama.” Jelas umma Chila panjang lebar, sambil sesekali ia melirik ke arah anak dan suami nya.


Ya, suami. Karena bukan hanya abi Mike yang merasa dejavu atas permasalahan yang di buat oleh Yusuf kepada Eleena. Melainkan umma Chila juga merasakan hal yang sama.


Ingatan nya kembali pada saat dimana dirinya harus bersembunyi bersama Clayton, sahabat nya dulu saat ia sedang hamil Yusuf. Tapi itu hanyalah masa lalu, karena kini semua sudah indah pada waktunya.


Benar kata orang, bahwa sat kita memutuskan untuk memaafkan. Itu bukan persoalan salah atau benar. Apakah orang itu jahat atau tidak, bukan. Kita memaafkan seseorang karena kita berhak atas kedamaian dalam hati.

__ADS_1


Dan ketika kita sudah bisa memaafkan, maka hidup kita akan terasa lebih indah karena bisa berdamai dengan keadaan.


...~To be continue ........


__ADS_2