Eleena Sora

Eleena Sora
Nego


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Aku ingin ikut saja ke sana!”


Yusuf langsung menghentikan aktivitas nya. Ia menatap wajah istrinya yang seolah tidak mempercayai nya, dan Yusuf memang bisa melihat nya dengan jelas bahwa istrinya sedang tidak mempercayai nya.


Laki laki itu menghela napas nya dengan pelan lalu mengulum senyuman di bibir nya, sangat menggemaskan baginya saat melihat istrinya yang sedang kesal dengan memanyunkan bibir seperti itu.


“Apa kamu yakin? Bagaimana dengan dia?” tanya Yusuf sambil mengusap perut Eleena yang sudah terlihat begitu besar.


“Bagaimana dengan pekerjaan kamu disini, Mas?” kata Eleena yang malah justru balik bertanya.


“Disini tidak terlalu banyak pekerjaan. Dan masih bisa di handle sama Aris. Tapi untuk di Bandung, aku masih benar benar belum bisa melepasnya,” jawab Yusuf lagi lagi menghela napas nya berat.


“Ya sudah, kalau begitu kita ke Bandung. Kita tinggal di sana, aku gapapa melahirkan di Bandung. Toh, rumah kita juga sudah lama tidak kita tempati. Atau, aku bisa tinggal di Pondok sama Umma. Yang penting kamu gak kecapean harus bolak balik Jakarta Bandung,” ucap Eleena, seketika membuat Yusuf kembali terdiam.

__ADS_1


Bukan tidak mau, hanya saja Yusuf masih merasa khawatir jika harus membawa Eleena dalam perjalanan jauh. Mungkin, bagi Eleena Jakarta Bandung itu dekat. Akan tetapi, kini keadaan Eleena yang sedang mengandung, membuat Yusuf merasa khawatir.


Mungkin, Eleena terlihat sehat. Akan tetapi, kandungan Eleena sejak awal memang sudah lemah, dan selama ini Yusuf tidak mau salah melangkah sedikit pun karena ia takut jika terjadi sesuatu yang akan membuat nya menyesal seumur hidup.


“Hanya satu hari Sayang. Besok pagi, sebelum kamu bangun tidur, aku sudah di rumah. Insyaallah akan aku usahakan,” ucap Yusuf yang benar benar merasa berat jika harus mengajak Eleena.


"Tapi—" Eleena menggantung ucapan nya. Ia merasa begitu berat melepas Yusuf, tapi dirinya tidak mungkin memaksa.


Karena jika nanti terjadi sesuatu dengan dirinya apalagi anak dalam kandungan nya. Maka tak hanya Yusuf yang mungkin kecewa. Tapi seluruh keluarga juga yang pasti dirinya.


Mau tak mau, akhirnya Eleena menganggukkan kepala nya walau sebenarnya tidak rela. Namun bagaimana lagi jika mungkin itu sudah menjadi keputusan suami nya. Bukankah Eleena harus menurut, ia tidak akan keras kepala lagi, mungkin.


“Tapi janji ya,” gumam Eleena dengan raut wajah sedih nya.


“Insyaallah Sayang, nanti setelah anak kita lahir. Aku janji, akan mengajak dan membawa kamu kemana pun aku pergi. Bila perlu, ke kantor pun kamu bisa menjadi mandor ku saat bekerja,” ujar Yusuf seketika membuat Eleena mendengus namun juga tertawa.

__ADS_1


“Aku janji, setelah anak kita lahir nanti. Kita akan pergi jalan jalan bersama, melanjutkan honeymoon kita yang tertunda,” imbuh Yusuf yang membuat wajah Eleena semakin kian tersipu.


Hingga kini, urusan honeymoon antara Eleena dan Yusuf memang belum juga terlaksana. Beberapa waktu lalu, Eleena sempat berfikir akan mengajak suami nya untuk Baby Moon, akan tetapi karena kandungan Eleena yang masih belum begitu kuat, mengharuskan nya untuk menunda lagi.


Dan kini, Yusuf berjanji akan mengajak nya saat anak mereka lahir nanti. Bukankah itu terlalu lama? Batin Eleena sedikit kesal.


Namun ia mencoba memaklumi dan memahami kesibukan Yusuf juga kesehatan dirinya sendiri. Sekarang, yang harus Eleena pikirkan bukanlah tentang kemauan nya sendiri.


Ia juga harus memikirkan calon buah hati nya yang kini sangat bergantung padanya. Tertekan sedikit saja, nyawa bayinya yang akan menjadi taruhan. Maka dari itu, sebisa mungkin Eleena mencoba untuk tidak terlalu memikirkan hal yang tidak seharusnya.


Termasuk dengan keberadaan mama Rasti dan juga Catherine. Eleena sudah mempercayakan nya kepada Allah, dan Eleena yakin bahwa suatu saat entah itu kapan ia akan kembali di pertemukan dengan mereka lagi.


Dan selama Eleena tidak mendengar kabar buruk atau kematian dari ibu kandung nya, itu berarti mereka masih baik baik saja, maka dari itu Eleena tidak perlu mencemaskan nya, bukan?


...~To be continue .......

__ADS_1


__ADS_2