
...~Happy Reading~...
Cklek!
Setelah mendengar penjelasan dari Yusuf, kini Eleena sudah merasa sedikit lebih tenang. Maka dari itu, Yusuf mempersilahkan Bagus agar masuk lebih dulu untuk menemui Eleena.
“Assalamualaikum,” ucap Bagus ketika memasuki ruang perawatan Eleena.
‘Walaikumsalam,’ jawab Yusuf dan Eleena bersamaan, namun suara Eleena lebih terdengar begitu lirih dan hampir tak terdengar.
Eleena menatap lekat pada wajah laki laki remaja tersebut. Wajah nya masih sama seperti sebelum nya, masih terlihat begitu teduh dan santai. Seolah tidak terjadi apapun sebelumnya.
“Bagaimana keadaan Kakak?”
Deg!
Kakak? Mendengar panggilan kakak dari Bagus, entah mengapa membuat jantung Eleena bekerja dengan sangat keras. Ada gelanyar aneh yang ia rasakan dalam hatinya, saat mendengar Bagus menyebut nya kakak.
“Maaf, jika kehadiran Bagus membuat kakak merasa tidak nyaman dan membuat kesalahpahaman antara kakak dan kak Yusuf, maaf.” Bagus menundukkan kepala nya saat melihat Eleena yang hanya diam dan terus menatap ke arah nya.
Seolah tersadar akan lamunan nya, Eleena segera menggelengkan kepala nya, “B—bukan. Bukan seperti itu, hanya saja,”
__ADS_1
Eleena merasa bingung sekaligus gugup, ia melirik ke arah suaminya seolah meminta bantuan hingga membuat Yusuf langsung tersenyum simpul.
“Bagus, apakah kamu tahu kalau kita—“
“Bersaudara?” Tebak Bagus yang langsung di balas anggukkan kepala oleh Eleena.
Persis seperti Yusuf, Bagus pun juga selalu tersenyum setiap mendapatkan pertanyaan. Sampai Eleena berfikir, bahwa Bagus dan Yusuf adalah kakak beradik karena memiliki sikap dan sifat yang hampir sama.
“Tentu saja kita bersaudara, karena ibu kita juga bersaudara,” jawab Bagus seketika membuat dahi Eleena mengerut bingung.
“Tunggu! Ibu kita? M—maksud kamu?”
“Ibu meninggal saat melahirkan Bagus, Kak. Dan sejak itu, Bagus di rawat sama Mama. Awal nya, Bagus tidak tahu semua itu. Bagus juga mengira bahwa Mama adalah orang yang melahirkan Bagus. Tapi, kak Catherine ngasih tahu kalau Bagus bukan anak Mama. Bagus anak Ibu,” jelas laki laki remaja itu dengan di sertai senyuman di wajah nya.
Senyuman, Eleena bisa ikut merasakan arti senyuman di wajah Bagus. Hatinya seolah merasa begitu sesak, saat melihat senyuman itu. Bukan senyuman yang meneduhkan, namun senyuman yang menyakitkan.
“Siapa ibu yang kamu maksud?” tanya Eleena semakin bingung dan penasaran.
“Adik nya Mama,” jawab Bagus dan kini, laki laki remaja itu menundukkan kepala nya, “Apakah kita masih bisa di anggap saudara? Jelas, kita berbeda,” imbuh nya dengan tersenyum getir.
Bagus Saputra adalah anak dari Ratih, adik kandung mama Rasti. Saat itu, Ratih datang dalam keadaan hamil besar dan bersiap akan melahirkan. Setau Rasti, adiknya belum menikah, jadi ia tidak tahu siapa ayah dar bayi yang di kandung oleh adik nya.
__ADS_1
Akibat pendarahan yang tak kunjung berhenti, membuat nyawa Ratih tidak dapat terselematkan.Hingga akhirnya ia meninggal dunia, dan akhirnya Rasti lah yang mengasuh Bagus.
Rasti sendiri tidak memiliki anak kecil karena Catherine yang tidak mau memiliki adik. Catherine yang amat sangat takut jika kasih sayang mama Rasti terbagi, akhirnya di pernikahan nya dengan ayah Catherine, mama Rasti tidak memiliki anak.
Sejak awal kehadiran Bagus, Catherine memang selalu cemburu dan tidak menyukai nya. Hingga saat Bagus lulus sekolah dasar, akhirnya Catherine mengatakan yang sebenarnya, bahwa Bagus bukan anak kandung mama Rasti.
Di sana, Bagus cukup shock dan terkejut. Itulah yang menjadi poin utama mengapa Bagus nekat kabur dari rumah dan berakhir di Pondok pesantren abi Mike.
Setelah beberapa tahun kepergian nya, barulah beberapa bulan ini Bagus bertemu lagi dengan mama Rasti dan Catherine.
Tidak ada dendam sama sekali, justru Bagus berterimakasih kepada Catherine. Karena sudah memberitahu kebenaran nya, hingga membuat nya bisa mandiri dan bertemu dengan keluarga Pranata.
“Jadi kamu tidak tahu siapa ayah kamu?” tanya Eleena dengan suara yang sudah serak setelah mendengar cerita dari Bagus.
Ya, wanita itu kembali menangis. Membayangkan Bagus yang masih sangat belia harus pergi dari rumah untuk mencari jati diri nya. Sehancur hancurnya hidup Eleena yang hanya di asuh oleh pak Brata.
Ternyata nasib, Bagus jauh lebih menyakitkan di banding dirinya. Eleena hanya tidak mendapatkan kasih sayang mama Rasti. Tapi Bagus, bahkan ia tidak mendapatkan kasih sayang siapapun.
Ibu kandung nya meninggal dunia, dan ayah kandung nya? Ia sama sekali tidak mengetahui nya, dimana dan siapa hingga saat ini.
...~To be continue .......
__ADS_1