
...~Happy Reading~...
“Kamu cemburu?” tanya Yusuf dengan begitu lembut.
Kini, Eleena tahu mengapa Yusuf mengunci pintu ruangan nya. Karena laki laki ingin ingin ber-metamorfosis di depan istrinya. Dengan perlahan, Yusuf ikut menaiki brankar Eleena dan merebahkan tubuh nya di sana.
Beruntung, brankar itu cukup luas untuk di tempati berdua. Andai saja kamar Eleena seperti kamar biasa, sudah pasti mungkin dirinya akan terjungkal ke lantai jika Yusuf ikut naik seperti itu.
Eleena hanya diam saat mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Yusuf. Namun, kendati begitu Eleena terus melirik sinis pada suaminya. Seharusnya, tidak usah di tanya, sudah pasti dirinya cemburu.
Cemburu, marah dan kecewa. Dan Eleena yakin, semua istri pasti akan merasakan hal yang sama jika menemukan foto kebersamaan suami nya bersama wanita lain. Yang suaminya hanya laki laki biasa saja, pasti di cemburuin.
Apalagi speak seperti Yusuf, yang tidak mudah di dapatkan oleh Eleena. Laki laki yang menurut nya sempurna dan di pandang hormat oleh orang orang serta di kenal alim.
Sangat tidak mungkin berpacaran sebelum menikah. Mengingat hal itu, membuat darah Eleena kembali mendidih, ia sangat ingin mendorong laki laki di sebelah nya ini agar jatuh ke lantai.
__ADS_1
Namun, ia cukup sadar diri akan kekurangan nya. Tenaga Eleena tidak akan mampu mendorong tubuh kekar suami nya hingga jatuh. Justru yang ada, dirinyalah yang akan kalah dan jatuh ke lantai.
“Mau mendengarkan penjelasan ku?” tanya Yusuf lagi saat tidak mendapatkan jawaban dari Eleena.
Merasa masih di abaikan, Yusuf memilih mengusap perut Eleena yang begitu besar. Ia bahkan menurunkan kepala nya agar berada dekat di samping perut itu. Menurut nya, jika Eleena tidak mau mendengarkan penjelasan nya, maka ia akan menjelaskan kepada anak nya.
(Posisi Yusuf ada di sebelah kanan, sedangkan selang infus berada di sebelah kiri, jadi aman.)
“Assalamualaikum, anak Ayah.” Bisik Yusuf di perut Eleena, “Sayang, bantuin ayah untuk menjelaskan sama Bunda kamu ya. Ayah dan tante Catherine tidak ada hubungan apapun. Seumur hidup Ayah, hanya bunda kamu yang mengisi hati Ayah.”
“Dulu, waktu ayah berangkat ke Kairo. Pesawat yang Ayah tumpangi memiliki sedikit masalah, sehingga Ayah harus transit cukup lama di Dubai. Ayah bertemu dengan tante Catherine yang entah Ayah sendiri tidak tahu, sedang apa dia di sana. Ayah hanya membantu nya, karena saat itu tante kamu merasa kesakitan. Asam lambung nya naik, dan dia tidak begitu pandai dengan bahasa sana.”
“Sayang, Allah kita maha baik. Menganugerahkan hati, naluri, akal dan lainnya. Selain untuk kita bisa berfikir, bersyukur tapi juga kita gunakan untuk saling membantu. Kita hidup di dunia ini hanya sementara, sudah tugas dan kewajiban kita untuk saling membantu bagi yang membutuhkan. Dan saat itu, tante Catherine sedang butuh bantuan.”
Yusuf menghela napas nya berat, melirik sedikit ke arah Eleena yang masih mendengarkan penjelasan nya, sebelum pada akhirnya ia kembali melanjutkan penjelasan nya.
__ADS_1
“Seperti hal nya, saat kamu dan Bunda kesulitan. Ada om Jerry kan yang membantu kalian. Mengantarkan kalian sampai ke Bandung?” tanya Yusuf sekali lagi ia melirik ke arah Eleena.
Jerry, tak bisa ia pungkiri bahwa sebenarnya Yusuf pun sama merasa cemburu dengan kedekatan Eleena dan Jerry. Biar bagaimana pun, Yusuf tahu bahwa laki laki itu pernah menyimpan rasa terhadap istri nya.
Dan mengira bahwa keduanya hanya ke Bandung berdua saja, membuat akal sehat Yusuf hampir hilang tak terkendali. Namun, bersyukur karena ia masih bisa mengontrol dirinya jadi ia tidak gegabah.
“Sayang, bilangin sama bunda nya ya. Jangan marah lagi sama Ayah. Ayah memang bukan orang baik, tapi Ayah sudah berjanji akan melakukan yang terbaik untuk kamu dan Bunda. Jangan diamkan Ayah terus menerus, Ayah tidak bisa dan tidak akan sanggup,” gumam Yusuf dan kini lagi laki itu memeluk perut besar Eleena sambil meneteskan air mata nya.
‘Kenapa jadi seolah akulah penjahat nya disini?’ gumam Eleena dalam hati yang tampa sadar tangan nya terulur untuk mengusap lembut rambut Yusuf.
...~To be continue ......
...🕊🕊🕊🕊...
Mommy : Dah lah gak mau komen, daripadakena semprot lagi.
__ADS_1
Eleena : Kenapa Mom?
Mommy : Gapapa!