
“Kalahkan aku, jangan libatkan anak buahku! Kalau kamu bisa mengalahkanku, maka aku sendiri yang akan membuat semua orang untuk tunduk dan setia padamu, kalau kamu kalah pergilah dari ini!” teriak Pang Rui.
“Kamu tidak dalam posisi bisa tawar menawar denganku, kalau kamu memang bisa terlepas dan ilusi yang aku buat ini, maka aku memang, kalau tidak maka kamu yang menang, bagaimana?” tanya Wang Chen.
Pang Rui sebenarnya memiliki kekuatan yang begitu kuat, bahkan sampai kerajaan sekitar tidak ada yang berani mengganggunya sama sekali.
Namun, siapa sangka Sang Raja Bandit Gunung itu bisa dikalahkan dengan mudah hanya menggunakan jurus mata seperti itu, benar-benar tak terduga.
Pang Rui dan seluruh bawahannya tidak memiliki energi qi yang tersisa lagi, karena semua energi qi mereka digunakan untuk melepaskan diri dari Ilusi Wang Chen, namun semuanya gagal.
“Ka– kami menyerah, tolong lepaskan semua Ilusi Kematian Abadi ini! Kami benar-benar tidak kuat lagi menerima kematian yang sudah berlangsung selama 100 tahun itu,” pinta Pang Rui.
“Karena kalian sudah menyerah maka … Mata Kaisar Dewa : Batalkan Ilusi Kematian Abadi!” Wang Chen dengan mudahnya menghilangkan salah satu skill yang sangat kuat itu.
__ADS_1
Wang Chen kemudian mendekati Pang Rui bersama dengan para petinggi bandit yang tengah lemas dan tersungkur di tanah itu, dia berhasil membuat para bandit perkasa itu lemas dan menyerah dengan cepat.
“Sudah waktunya bagi kalian semua untuk bersumpah setia padaku. Dengan hal ini juga, aku sudah tahu mengenai kelemahan kalian semua, aku akan memperbaikinya nanti,” ucap Wang Chen mengulurkan tangannya.
Pang Rui yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum ringan saja, dia tidak menyangka bahwa dia akan kalah dengan cara yang remeh begitu, tapi dia sedikit berpikir bahwa orang di depannya itu mungkin bisa memenuhi keinginannya.
“Kami semua akan menerimamu dengan satu syarat tambahan, kami ingin kamu juga mengelola dan menerima semua anggota keluarga kami serta para orang miskin yang menjadi tanggungan kami,” ucap Pang Rui.
“Sekali lagi kamu tidak dalam posisi tawar menawar, tapi demi menghargaimu, maka aku akan menerima syarat itu, kalau begitu bersumpahlah dengan dantianmu untuk tidak pernah mengkhianatiku!” tegas Wang Chen.
Setelah itu, Wang Chen dan Liu Yifei sudah resmi menjadi pimpinan tertinggi di tempat itu, mereka berdua kemudian membuat perubahan besar-besaran dalam sistem pengelolaan para bandit tersebut.
***
__ADS_1
Setelah beberapa bulan kemudian…
“Pasukan Dewa Surgawi!” panggil Wang Chen.
“Kami disini, Yang Mulia! Kami siap menerima semua perintah Anda!” Pang Rui dan 10 orang di belakangnya muncul begitu saja dan langsung berlutut di hadapan Wang Chen.
“Bagus, kecepatan kalian semua sudah meningkat drastis, sekarang sudah waktunya aku pergi, sampaikan salamku pada semua orang yang ada disini,” ucap Wang Chen tiba-tiba.
“Kenapa Anda tiba-tiba pergi? Bukankah seharusnya Anda memimpin kami seterusnya? Apalagi setelah memberikan kami banyak pelajaran bela diri bari dan jutaan sumber daya yang berlimpah, kenapa tiba-tiba Anda akan meninggalkan kami?”
Pang Rui dan 10 orang di belakangnya itu terlihat sangat keberatan kalau Wang Chen meninggalkan mereka, padahal mereka semua sudah mulai nyaman dengan Wang Chen.
Dalam beberapa bulan terakhir, mereka menyadari sebuah fakta, bahwa Wang Chen sebenarnya sangat baik dan bijaksana, dia juga memimpin semua orang dengan adil, malah banyak yang terlalu menganggap dia terlalu baik pada semua orang.
__ADS_1
“Jangan risau, aku hanya pergi sebentar saja. Khusus untuk kamu Pang Rui, kamu akan ikut denganku bersama dengan istriku menuju ke Kerajaan Matahari Terbit! Kita akan berangkat besok pagi!” tegas Wang Chen.
“Baik, Yang Mulia! Tapi…”