
“Maafkan kami Yang Mulia! Kami saat itu gelap mata dan tanpa sadar membelanjakan banyak uang pada Benua Utara dan malah membantu para penduduk untuk masuk ke dalam wilayah musuh, kami benar-benar menyesal, kami–”
*SLASH!
“Tidak ada ampun bagi pengkhianat, berani sekali kalian mengkhianatiku dengan membantu musuh dan melemahkan kekaisaran kita, tidak akan ada maaf untuk kalian semua! Bunuh semua pengkhianat ini!” tegas Kaisar Selatan.
Dari 30 Petinggi Kekaisaran Benua Selatan, setengah dari mereka semua ternyata masuk dalam kategori berkhianat dan menerima suap dari Kekaisaran Dewa Surgawi, mereka semua langsung dieksekusi di tempat.
Mungkin semua orang akan berpikir bahwa semuanya akan kembali baik-baik saja untuk sementara. Namun, pada kenyataannya para pasukan bayangan yang sebelumnya memberikan laporan malah memberikan serangan pada kaisar.
“Maafkan kami, Yang Mulia! Tapi Anda juga harus mati, untuk membuat Benua Selatan segera kembali kondusif! Anda harus mati di tangan kami!” teriak Pemimpin Pasukan Bayangan sambil menyerang Kaisar Selatan dengan belati.
“Tombak Elang Hitam : Tusukan Kematian!” Sang Jenderal Besar dengan cepat mengayunkan tombaknya dan berhasil menghalau serangan dari Pemimpin Pasukan Bayangan itu.
“Dasar bajingan! Ternyata kalian semua juga sudah dicuci otak oleh musuh! Kalian benar-benar bajingan sialan! Matilah dengan tombakku ini!” Jenderal itu memberikan serangan hingga membuat Pemimpin Pasukan Bayangan itu mati seketika.
“Yang Mulia Kaisar, tetaplah berada di belakang kami!S Sepertinya para pasukan bayangan ini memang sudah ditugaskan untuk membunuh Anda. Harap berhati-hatilah!”
__ADS_1
Si Menteri Pertahanan langsung melindungi Sang Kaisar Selatan bersama para petinggi yang lain. Pertarungan antara Para Petinggi dan sekitar 50 Pasukan Bayangan sedang terjadi.
“Tapak Angin Abadi : Hantaman Tapak Tangan Qi!”
Semua orang memasuki jual beli serangan yang intens. Namun, pada akhirnya kubu Kaisar Selatan berhasil mengalahkan seluruh Pasukan Bayangan Khusus itu.
Mereka semua kali ini berhasil keluar dari kematian yang sudah pasti akan membuat Benua Selatan jatuh. Tapi ternyata semuanya belum berakhir.
*PROK!
*PROK!
“Aku tidak mengira bahwa kamu berhasil keluar dari posisi itu, kamu benar-benar membuatku kagum, Kaisar Benua Selatan!” Wang Chen berjalan mendekat ke arah Kaisar Selatan yang dilindungi para petingginya itu.
“Hentikan gerakanmu! Berani sekali kamu datang ke kandang musuhmu sendiri dan berjalan santai! Apakah kamu sangat yakin kami tidak bisa membunuhmu?!”
Jenderal Besar Selatan berteriak kencang, dia bisa merasakan kekuatan dari Wang Chen yang sangat tinggi. Dia barusan mengeluarkan ancaman hanya untuk efek kejut saja.
__ADS_1
“Tidak perlu panik seperti itu, kedatanganku kemari hanya ingin mengatakan, bahwa kami sudah cukup puas bermain dengan kalian semua! Mulai sekarang kami akan mengobarkan perang besar=besaran pada kalian semua! Jadi bersiaplah!”
Wang Chen memberikan ancaman bersamaan dengan tekanan kultivasi setingkat dengan Ranah Holy Monarch.
“Itu saja yang ingin aku sampaikan. Oh iya, aku juga ingin mengingatkan mengenai bantuan dari Benua Timur selamanya tidak akan pernah sampai, karena mereka sekarang berhadapan dengan kami di perbatasan utara.”
Wang Chen kembali melemahkan mental musuhnya dengan kata-katanya itu. Dia memang sengaja melakukannya.
“Sampai jumpa lagi semuanya! Jangan lupa kami akan datang ke Ibukota ini tepat setelah tigas hari! Jadi tolong persiapkan diri kalian dengan baik, untuk setidaknya memberikan perlawanan yang berarti bagi kami…”
Wang Chen tersenyum untuk terakhir kalinya sebelum kepergiannya bersama dengan Paman Pang Rui dan Paman Long Gui. Dia kali ini benar-benar berhasil membuat Kaisar Selatan tidak bisa membalas perkataannya sedikitpun.
“Kita akan berjuang sampai titik darah penghabisan, kita akan bertahan sepenuhnya di Ibukota! Cepat tarik semua pasukan menuju kemari dan kita akan melindungi Ibukota ini tidak peduli apapun!” tegas Kaisar Selatan pada seluruh petinggi.
“Baik, Yang Mulia Kaisar! Kami akan langsung menjalankan perintah Anda! Kami juga akan segera mengumumkan mengenai darurat militer! Agar semua penduduk segera mengungsi ke Ibukota ini!”
Para Petinggi itu langsung keluar dari ruang tahta, mereka semua langsung menjalankan perintah dari Kaisar Selatannya itu. Kali ini Peperangan Melawan Kekaisaran Dewa Surgawi (Benua Barat) sudah di depan mata. Mereka tidak bisa main-main.
__ADS_1