EMPIRE BUILDING SYSTEM

EMPIRE BUILDING SYSTEM
BAB 018 - Pang Rui Melawan Jiang Wen!


__ADS_3

“Oh sudah lama sekali aku tidak melihatmu bajingan tengik. Aku tidak menyangka bahwa orang bodoh seperti dirimu yang memilih menjadi bandit juga ada disini! Kamu tidak takut tertangkap?” ejek Paman Jiang Wen.


“Hanya kerajaan seperti ini saja ingin menangkapku, memangnya kamu pikir mereka mampu melakukannya. Jangan kira aku tidak tahu dengan akting rendahanmu tadi!” ucap Paman Pang Rui.


“Memangnya kenapa dengan salah satu skill negosiasi dan caraku menghasilkan uang ini, daripada kamu yang sok menjadi pahlawan dengan membantu orang miskin itu?” sanggah Jiang Wen.


“Apalagi kalian membantu dengan uang yang didapatkan dari merampok, sangat tidak etis dilakukan oleh sesama manusia, karena pada dasarnya itu adalah sebuah kejahatan,” lanjut Jiang Wen.


Pang Rui terlihat sangat jengkel dengan mantan sahabatnya itu. Perseteruan dua orang ini membuat para pelanggan yang lain melihatnya dan membuat keributan yang cukup besar.


“Tuan Muda, izinkan saya untuk bertarung melawan pak tua bodoh yang seenaknya bicara ini, saya ingin memukul kepalanya sampai dia sadar bahwa seharusnya dia mengaca,” pinta Pang Rui.

__ADS_1


“Silakan saja, aku tidak akan melarangnya, tapi bagaimana kalau kita berpindah tempat, sebelum kalian menghancurkan tempat ini, tentunya kamu tidak menginginkannya bukan Paman Jiang Wen?” tanya Wang Chen.


Paman Jiang Wen mengangguk paham, lalu dia membawa ketiga tamunya itu menuju ke bagian belakang Rumah Dagang itu. Kini Pang Rui dan Jiang Wen sudah saling berhadapan.


Para pelanggan yang tertarik dengan pertarungan dua orang itu juga ikut melihat, bahkan pertarungan ini sempat menarik perhatian banyak orang yang berlalu lalang di sekitar Rumah Dagang itu.


Tiba-tiba saja pertarungan kedua orang itu ramai diperbincangkan dan banyak orang yang berdatangan, itulah yang menjadi daya tarik sendiri untuk semua orang di ibukota itu.


“Sudah tentu dia akan menang, tapi musuhnya kali ini juga tak kalah kuat, apalagi melihat dari pola pikir mereka yang berbeda, Paman Jiang Wen juga terlihat sangat cerdik,” ucap Wang Chen.


Pendapat dua orang itu juga disetujui oleh para penonton yang lain, tapi kebanyakan dari mereka tetap menjagokan Paman Jiang Wen, karena mereka tidak mengenai siapa itu Paman Pang Rui.

__ADS_1


“Woi bajingan! Sebelum kita bertarung, bagaimana kalau kita membuat sebuah pertaruhan, setidaknya itu akan membuat pertarungan kita tidak akan sia-sia,” tawar Paman Pang Rui sudah mengeluarkan Tombak Naga miliknya.


“Kenapa aku harus takut, memangnya apa yang ingin kamu pertaruhkan untuk pertarungan ini?” jawab Paman Jiang Wen juga sudah mengeluarkan Pedang Api Abadi miliknya yang memiliki tingkatan Bumi Puncak.


“Aku akan mempertaruhkan semua pasukanku yang ada di Puncak Gunung Awan! Aku juga akan menjadi budakmu selama 10 tahun tanpa bayaran sama sekali,” ucap Paman Pang Rui.


“Kalau memang begitu, aku juga akan mempertaruhkan hal yang sama, seluruh aset rumah dagang ini akan menjadi milikmu dan aku juga akan menjadi budakmu selama 10 tahun,” jawab Jiang Wen.


“Sepertinya kalian berdua sudah mencapai kesepakatan ya? Kalau begitu bagaimana kalau aku yang menjadi wasit untuk pertarungan kalian berdua?” ucap Wang Chen yang sudah masuk ke lapangan latihan itu.


“Untuk mempercepat waktu, maka silakan mulai pertarungan kalian dalam tiga… dua… satu!” teriak Wang Chen memulai pertarungan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2