
“Tentu saja kita akan mendatanginya. Ini adalah hal yang paling aku tunggu selama ini, aku ingin melihat bagaimana reaksi Pak Tua itu setelah tahu anaknya masih hidup dan sekarang malah menjadi Kaisar Benua Utara.”
Wang Chen terlihat menyimpan dendam yang sangat besar pada Kekaisaran Dunia (Benua Tengah) itu. Sepertinya, hanya ada satu saja hal yang bisa menghentikan dendam itu, yakni kematian.
“Kita akan mendatangi Benua Barat terlebih dulu, kita akan berangkat bersama dengan Paman Long Gui. Mari kita berangkat sekarang juga!” Wang Chen turun dari singgasananya.
***
Kediaman Keluarga Long, Benua Barat.
“Apakah kita akan berangkat sekarang Keponakan Wang Chen? Tapi sebelum itu, apakah kamu yakin sudah siap bertemu dengan Ayahmu itu?” tanya Kaisar Long Gui dengan hati-hati, dia tidak ingin menyakiti hari Wang Chen, karena tahu masa lalunya.
“Tenang saja, Paman! Aku sudah siap bertemu dengan Pak Tua bodoh itu! Aku akan membuat mereka semua tahu bagaimana rasa sakit yang sudah kualami selama ini,” ucap Wang Chen tanpa sadar mengeluarkan aura yang menakutkan.
“Paman akan selalu mendukungmu! Tidak peduli lagi bagaimana kamu akan membalas mereka! Tapi aku akan selalu berada di samping dan mendukungmu apapun yang terjadi,” ucap Kaisar Long Gui.
__ADS_1
“Terima kasih, Paman! Aku juga sangat senang, bahwa Ayah Bodoh itu malah melakukan Perundingan Damai 5 Benua ini di Istana Kekaisaran Dunia sendiri!” jelas Wang Chen.
“Meskipun dia berniat untuk memberikan tekanan secara tidak langsung, bahwa mereka adalah penguasa dunia ini. Tapi hal itu sedikit menguntungkanku,” sambung Wang Chen.
“Aku bisa bertemu dengan Wanita Licik itu! Orang yang sudah memfitnahku dan membuatku mendapatkan hukuman mati kala itu! Aku sudah tidak sabar lagi!” ucap Wang Chen sambil tersenyum menakutkan.
“Mari kita berangkat!” ajak Wang Chen.
Wang Chen sendiri membawa Jenderal Pang Rui dan 10 Raja Agung. Sedangkan Kaisar Long Gui membawa 8 Saudara Naganya. Mereka berangkat menggunakan Array Teleportasi Besar, untuk mempersingkat waktu.
***
“Sudah lama sekali aku tidak datang kesini, sudah cukup banyak yang berubah dari yang terakhir kali aku ingat, tapi tempat ini masih menyisakan kepedihan tentang hari itu!” gumam Wang Chen cukup keras.
Tentu saja, Kaisar Long Gui paham betul mengenai perasaan Wang Chen sekarang. Mungkin kalau dirinya yang berada dalam posisi Wang Chen, dia akan langsung mengamuk tidak karuan.
__ADS_1
‘Tak lama lagi, Kekaisaran Dunia akan menghadapi masalah serius karena telah menciptakan sosok musuh yang menakutkan seperti Wang Chen,’ batin Kaisar Long Gui.
‘Dia lebih kejam dari yang terlihat, bahkan dia sudah merencanakan untuk membuat Kekaisaran Dunia ini hancur dengan perlahan, benar-benar penuh perhitungan,’ puji Kaisar Long Gui sambil melihat Wang Chen dari belakang.
Tak lama kemudian, sebuah rombongan yang cukup banyak masuk ke dalam ruangan perundingan itu. Mereka adalah Kaisar Timur yang membawa sekitar 15 penjaga setianya yang disebut sebagai 15 Penjaga Matahari.
“Jadi inikah Si Kaisar Utara itu? Ternyata kamu benar-benar masih sangat muda. Tidak seperti kami yang kebanyakan sudah lanjut usia,” ucap Kaisar Timur sambil mendekat ke arah Wang Chen.
“Benar sekali, karena dunia ini butuh pemimpin baru sepertiku! Bukan malah memberikan tampuk kekuasaan tertinggi pada orang-orang tua seperti kalian semua, termasuk orang dibalik pintu itu!”
Wang Chen memberikan sindiran keras baik pada Kaisar Timur, maupun orang-orang yang menguping pembicaraan mereka dari belakang pintu ruangan itu.
*BRAK!
“Sepertinya mulutmu sangat tajam Kaisar Utara! Apakah kamu sudah tidak memedulikan sopan santun yang merupakan ciri khas dan budaya dunia kultivator ini? Kamu ingin menyalahinya?”
__ADS_1
Kaisar Dunia (Kaisar Benua Tengah) dan Kaisar Barat masuk ke dalam ruangan, mereka berdua membawa setidaknya sekitar 100 orang penjaga, entah apa maksud mereka berdua melakukan ini, yang pasti ini bukanlah pertanda yang baik.