
“Aku mengerti mengenai kekhawatiranmu, tenang saja aku akan memasang sebuah array raksasa untuk melindungi Puncak Gunung Awan ini,” ucap Wang Chen seakan-akan sudah tahu mengenai apa yang hendak dikatakan oleh Pang Rui.
“Terima kasih, Yang Mulia! Saya sangat kagum dengan kepemimpinan Anda. Saya juga sangat senang dengan semua pencapaian Anda yang tidak bisa saya raih dulu,” senang Pang Rui.
“Kenapa kamu tiba-tiba menjadi dramatis begitu, sudahlah pada dasarnya kalian semua adalah orang-orangku, aku juga tidak ingin ada orang lain yang bisa melukai kalian,” jawab Wang Chen.
“Oh iya, kalian jangan lupa mengirimkan pesan pada Desa Berlian Hitam. Katakan pada ayah angkatku untuk segera pindah kemari, kawal mereka secara diam-diam, kalian paham?” tegas Wang Chen.
“Tentu saja kami akan melakukannya, Yang Mulia! Kami juga berharap perjalanan Anda besok menuju ke Kerajaan Matahari Terbit bisa berjalan dengan baik, sayangnya kami tidak bisa ikut.”
“Kalian bersepuluh akan aku beri gelar sebagai 10 Raja Agung! Meskipun aku tidak membawa kalian, tapi keberadaan kalian disini sudah menjadi salah satu alasanku untuk selalu percaya padamu,” ucap Wang Chen dengan wajah yang teduh.
Semua orang di Aula Utama itu terlihat sangat bahagia, setelah menjalani pelatihan neraka dan kultivasi terus menerus, mereka akhirnya sampai pada titik memiliki kekuatan yang setara dengan sebuah kerajaan menengah.
__ADS_1
Bahkan berita mengenai Kota Awan yang berada di Puncak Gunung Awan itu menyebar ke seluruh kerajaan sekitar, dimana mereka semua menganggap bahwa para bandit itu sudah berubah dan menjadi kerajaan sendiri.
Mereka dikenal sebagai Kerajaan Dewa Surgawi. Dimana sebuah nama yang sangat menentang surga dan begitu sombong. Tapi mengingat kekuatan mereka yang sangat tinggi, membuat banyak orang tidak berani berbuat macam-macam dengannya.
***
Keesokan harinya…
“Kami semua bertiga akan berangkat, aku serahkan Kerajaan Dewa Surgawi ini pada kalian bersepuluh. Jangan lupa untuk melakukan latihan rutin dan beberapa hal lainnya, sampai jumpa lagi!” ucap Wang Chen melambaikan tangannya.
Mereka bertiga berjalan kaki santai, entah kenapa hal ini sudah menjadi kebiasaan mereka selama perjalanan, karena menurut Wang Chen, menaiki kereta kuda akan semakin memperlama perjalanan mereka.
“Kamu memberikan 10 Kitab Bela Diri yang begitu kuat pada 10 Petinggi Bandit itu, apalagi kamu sampai memberikan gelar 10 Raja Agung pada mereka,” ucap Liu Yifei memecah keheningan.
__ADS_1
“Ya aku memilih mereka karena mereka yang akan menyebarkan semua hal yang ada dalam Kitab Bela Diri itu untuk kemakmuran kerajaan kita nanti, apalagi mereka adalah bawahan langsung Pang Rui, Si Jenderal Pembunuh yang menakutkan,” puji Wang Chen.
“Saya tidak menakutkan sama sekali Yang Mulia. Saya hanya menjalankan kewajiban saja memerangi orang-orang yang berniat buruk pada Puncak Gunung Awan,” jawab Pang Rui tersenyum.
“Bagaimana bisa kamu tidak dikatakan menakutkan setelah berhasil menguasai 10 Kitab Bela Diri Dewa itu, lalu kamu sudah membantai lebih dari 10 ribu orang sendirian bulan lalu,” ucap Liu Yifei.
“Hanya kebetulan saja, tapi tetap saja meskipun saya memiliki kekuatan seperti itu, saya tidak bisa mengalahkan Yang Mulia. Bahkan memberikan satu pukulan saja saya tidak bisa,” keluh Pang Rui.
“Kalau itu aku setuju, entah kenapa suamiku ini sangat kuat, padahal secara yang paling sering latih tanding adalah kita berdua Paman Pang Rui, sangat tidak adil,” ucap Liu Yifei bersungut manja.
“Paman Pang Rui panggil aku Tuan Muda saja mulai sekarang. Bagaimana kalau kita sudahi perbincangan ini dan terbang dengan cepat menuju kerajaan itu? Yang menang akan aku beri hadiah! Bagaimana?” tanya Wang Chen.
*WUSH!
__ADS_1
“SIAPA TAKUT! AKU BERANGKAT DULUAN!” teriak Liu Yifei yang sudah mencuri start duluan. Sedangkan Wang Chen dan Paman Pang Rui saling berpandangan, lalu mereka ikut melesat dengan cepat mengejar Liu Yifei.