
Sampai di Ibukota Matahari, Kerajaan Matahari Terbit.
“Tidak heran ibukota ini sangat sibuk dan menjadi salah satu pusat perdagangan benua ini. Tapi melihat semua ini, aku semakin yakin bahwa ketimpangan sosial yang ada di benua ini sangat tinggi,” ucap Liu Yifei.
“Itulah kenapa kita datang kesini, karena orang yang akan kita temui sekarang adalah orang yang bisa menyelesaikan hal tersebut, dia adalah Saudagar Kaya yang terkenal di Ibukota Matahari ini,” jawab Wang Chen.
“Tunggu, dari sebelumnya saya sudah menebak mengenai siapa kiranya orang yang ingin Anda temui Tuan Muda. Setelah mendengar semua ciri-ciri itu, apakah dia adalah Jiang Wen?” tanya Paman Pang Rui.
“Wow, kamu mengenalnya ya? Apakah kalian pernah terlibat sebuah perseteruan? Sampai-sampai aku merasakan dendam yang begitu tinggi ketika kamu mengatakan namanya,” tanya Wang Chen.
“Maafkan saya Tuan Muda. Saya tidak pernah menyangka akan bekerja sama dengan bajingan mata duitan itu lagi, dia sangat egois dan hanya memikirkan tentang keuntungan, sangat berbeda dengan prinsip saya,” jawab Paman Pang Rui.
“Mari kita lihat apakah orang yang kamu kenal itu memang memiliki karakter seperti itu, kalau memang iya, maka kita akan mencari orang lain,” ucap Wang Chen berhenti di depan pintu sebuah Rumah Dagang besar yang ada di tengah kota.
__ADS_1
[Semua misi sistem tidak akan pernah salah Master. Apalagi kalau Anda bisa memenangkan hati Jiang Wen, hadiah yang akan diberikan oleh sistem sebanyak 100 miliar emas. Yang mana itu setara dengan sebuah Kekaisaran Tinggi.]
‘Aku tidak pernah mengatakan kamu salah, Sistem. Aku hanya sedang membela anak buahku saja, tidak lebih dan tidak kurang. Aku yakin semua misi yang kamu keluarkan adalah yang terbaik,’ batin Wang Chen.
[Baiklah kalau begitu, Master. Semoga Anda bisa menarik Jiang Wen ini menjadi bawahan Anda. Dengan begitu Kekaisaran Dewa Surgawi yang sekarang masih berbentuk kerajaan kecil akan bisa segera terwujud.]
Wang Chen mengangguk paham, kemudian dia masuk ke dalam Rumah Dagang itu.
***
[Pembelian Panah Serigala Angin tingkat Langit seharga 100 juta PS berhasil. Sisa PS sebanyak 8,2 miliar.]
“Da– dari mana Anda mendapatkan Panah Serigala Angin ini? Apalagi tingkatan senjata ini setara dengan Langit, yang mana itu akan memiliki harga yang sangat tinggi,” celetuk Pelayan itu.
__ADS_1
Lalu ada seorang laki-laki paruh baya, usianya kurang lebih mirip dengan Paman Pang Rui, langsung mendekati pelayan itu dan melihat barang yang ada di tangannya itu.
“Bukankah itu senjata tingkat langit, sepertinya Anda adalah pelanggan besar kami. Apakah Anda berkenan kalau saya sendiri yang melayani Anda, Tuan?” tanya Pria Paruh Baya itu mengambil alih transaksi.
“Siapa kamu? Kenapa kamu tiba-tiba mengambil alih transaksi ini? Apakah kamu ingin mengambil komisi yang akan didapatkan oleh pelayan ini dan membuatnya menjadi milikmu sendiri,” ucap Liu Yifei.
“Jangan salah paham nona, saya hanyalah pelayan dan pegawai biasa disini. Orang yang berbicara pada Anda ini adalah Tuan Jiang Wen, pemilik Rumah Dagang ini,” ucap Pelayan tadi.
“Jadi sangat masuk akal ketika transaksi barang-barang istimewa seperti ini akan langsung ditangani oleh beliau. Oleh karena itu, saya pamit terlebih dulu,” sambung Pelayan tadi sambil beranjak pergi.
Sedangkan pria paruh baya yang dipanggil Tuan Jiang Wen itu langsung melihat Panar Serigala Angin dengan detail, dari ujung hingga ke ujung lainnya.
“Sepertinya biasanya matamu sangat senang jika melihat ada barang bagus yang bisa kamu jual dengan harga tinggi!” ucap Paman Pang Rui ketus.
__ADS_1
“SIAPA KAMU? BERANINYA BERBICARA SEPERTI ITU!”