EMPIRE BUILDING SYSTEM

EMPIRE BUILDING SYSTEM
BAB 020 - Diawasi Kerajaan Matahari Terbit!


__ADS_3

“Ini hanya pertarungan persahabatan saja, Tuan! Bukankah tidak masalah untuk melakukannya? Lihatlah tidak ada korban maupun bangunan yang rusak?” ucap Paman Jiang Wen berbicara dengan orang dari kerajaan itu.


“Oh Tuan Jiang Wen! Kalau memang itu Anda tidak masalah, tapi lain kali jangan membuat hal menghebohkan seperti ini lagi dan ada satu lagi hal yang ingin saya sampaikan,” ucap Penjaga Kerajaan itu.


Paman Jiang Wen memberikan kode pada Paman Pang Rui dan Wang Chen untuk menyingkir terlebih dulu, entah apa yang disampaikan oleh Penjaga Kerajaan itu, tapi itu terlihat sangat serius.


Beberapa saat kemudian Penjaga Kerajaan itu meninggalkan arena lapangan sambil melihat Pang Rui dan Wang Chen dengan sinis, seakan-akan dia ingin mengatakan bahwa Ibukota ini memiliki aturan.


“Apa yang sudah dia katakan Jiang Wen?” tanya Pang Rui.


“Mari aku ceritakan, tapi tidak disini, terlalu banyak orang yang bisa mendengarnya,” jawab Jiang Wen.


Alhasil, mereka semua berjalan ke dalam Rumah Dagang dan sekarang sudah berada di Lantai 4. Ruangan Khusus yang diperuntukkan untuk para tamu VIP. Di sana Jiang Wen baru menjelaskan semuanya.


“Pada akhirnya Ibukota Kerajaan Matahari Terbit ini tidak mau kehilangan Pedagang Handal sepertimu, jadi mereka memberikan janji sekaligus ancaman untukmu ya?” tanya Wang Chen menyimpulkan.

__ADS_1


“Bukankah seharusnya seorang pedagang adalah orang yang bebas dan bisa berbaur ke semua kerajaan, kenapa Kerajaan Matahari Terbit ini seakan-akan hendak mengekangmu?” tanya Liu Yifei.


“Mau bagaimana lagi, karena aku menyumbang banyak pajak untuk ibukota, terutama untuk kerajaan ini, itulah yang pastinya membuat mereka ingin aku tetap disini,” jawab Jiang Wen.


“Inilah yang aku benci dengan pemerintahan dan perpolitikan sebuah kerajaan, andaikan sistem yang ada di Kerajaan Dewa Surgawi kami diterapkan semua orang, maka tidak akan ada hal seperti ini,” ucap Paman Pang Rui.


“Ya pada akhirnya setiap kerajaan dan kekaisaran memiliki ideologi yang berbeda untuk menjalankan pemerintahannya, kita tidak bisa memaksakan hal itu,” ucap Wang Chen.


“Tapi sebenarnya ini adalah hal mudah, kita akan memberikan hadiah sebagai gantinya aku mengambilmu pada istana kerajaan itu, kita akan melihat bagaimana mereka merespon hadiah yang akan kuberikan,” sambung Wang Chen.


“Ini sama seperti kita memberikan makanan untuk hewan buas yang kelaparan, kalau memang mereka menerima makanan yang lebih enak dan baik, kenapa mereka harus mempertahankan makanan biasa sebelumnya,” jawab Wang Chen.


“Kita akan memberikan mereka semua uang yang cukup banyak, jika mereka menerimanya, maka kita bisa memindahkan semua Pusat Dagang Berlian Emas ini ke Kota Awan dan membuat cabangnya disini, tapi…” Wang Chen menggantung kalimatnya.


“Kalau sampai mereka tidak puas dengan hadiah yang aku kirimkan dan menginginkan hal lebih, sampai tidak ada ruang negosiasi lagi, maka hanya ada satu pilihan,” tegas Wang Chen.

__ADS_1


“Menghancurkan mereka, saya sangat suka dengan pemikiran itu. Apakah saya perlu memanggil semua pasukan kita yang ada di Puncak Gunung Awan, Tuan Muda?” tanya Pang Rui bersemangat.


“Untuk sementara jangan dulu, kita akan menemui Raja Matahari terlebih dulu karena kita sedang diawasi oleh mereka, tolong aturkan jadwal itu untuk kita semua Paman Jiang Wen,” pinta Wang Chen.


Paman Jiang Wen mengangguk paham, dia sudah menyatakan kesetiaannya pada Wang Chen. Dimulai dari sumpahnya itu, Wang Chen adalah satu-satunya tuan yang bisa memerintahnya seperti ini.


[Selamat! Master mendapatkan 100 miliar emas. Hadiah sudah disimpan pada menu penyimpanan.]


***


Beberapa hari kemudian, Paman Jiang Wen sudah mendapatkan izin untuk bertemu dengan Raja Matahari Terbit di Istana Kerajaan. Dia berangkat dengan membawa Wang Chen, Liu Yifei dan Pang Rui.


Di Ruang Tahta Istana Kerajaan Matahari Terbit. Rombongan yang dibawa oleh Jiang Wen sudah diperbolehkan masuk, namun tepat setelah mereka semua masuk, sebuah teriakan keras menghancurkan ketenangan pagi itu.


“HEI RAKYAT JELATA! KENAPA KALIAN TIDAK BERLUTUT DI HADAPAN SANG RAJA? APAKAH KALIAN INGIN DIPENGGAL?!”

__ADS_1


__ADS_2