EMPIRE BUILDING SYSTEM

EMPIRE BUILDING SYSTEM
BAB 031 - Kompetisi Bela Diri Kekaisaran 1.


__ADS_3

Keesokan harinya di Arena Kompetisi Bela Diri.


“Selamat datang semuanya di Arena Kompetisi! Kalian semua pastinya sudah membaca dan memahami mengenai beberapa tahapan yang ada di Kompetisi Bela Diri ini bukan?”


Seorang kakek tua berjubah putih membuka acara itu dengan sebuah pertanyaan, dia memperkenalkan diri sebagai pemandu acara umum untuk hari pertama kompetisi beladiri ini.


“Bagus, kalau begitu aku tidak perlu repot-repot untuk menjelaskan semuanya pada kalian, yang pasti sekarang bagi semua peserta segera masuk ke 3 Arena Besar yang ada di depan ini!” perintah Kakek Tua Jubah Putih itu.


Semua peserta mulai memasuki 3 Arena Besar sesuai dengan nomor urut yang mereka dapatkan, dimana Arena itu terbuat dari batuan keras dan memiliki bentuk seperti lingkaran dengan diameter besar dan memiliki tinggi sekitar 5 meter dari tanah.


“Kerajaan yang mengikuti Kompetisi Bela Diri ini sebanyak 10 kerajaan, dengan kuota yang disediakan 100 peserta setiap kerajaan, meskipun pada akhirnya ada beberapa orang yang hanya mengirimkan kurang dari itu,” jelas Kakek Tua itu.


“Tapi hal itu sudah menjadi keputusan kalian sendiri. Kami tidak akan memberikan keringanan dalam bentuk apapun. Sebelum kita memulai pertarungan berkelompok ini, silakan berikan hormat pada Kaisar Bulan Bintang yang ada disana!”


Kakek Tua itu menunjuk sebuah arah, kemudian semua peserta memberikan hormat bela diri dan memohon izin untuk memulai pertandingan yang dari ratusan peserta ini hanya akan diambil 90 besar saja.


“Baiklah, setelah aba-aba yang akan aku berikan setelah ini, kalian semua boleh langsung menyerang semua musuh yang ada di atas arena masing-masing!”


“Kalian boleh menyerang menggunakan cara apapun, asalkan jangan sampai membunuh lawan kalian! Buatlah lawan kalian keluar dari arena atau menyerah!”


“Mungkin sudah cukup jelas apa yang aku sampaikan ini, kalau begitu mari kita hitung mundur semuanya!” Kakek Tua itu berteriak ke arah penonton yang memadati kursi penonton arena itu.

__ADS_1


“Mari kita mulai!” Teriakan semua penonton yang berjumlah sekitar 100.000 orang itu memenuhi arena itu. Tidak heran mereka semua sangat antusias, karena kompetisi ini adalah pertandingan paling bergengsi yang diadakan oleh kekaisaran.


“Kalian bisa mulai dalam … SATU! DUA! … ” Kakek Tua yang melayang di atas arena itu sudah mulai menghitung.


“TIGAAAAAA!” Para Penonton langsung menyambut hitungan itu, kemudian pertarungan di 3 Arena secara otomatis sudah dimulai.


***


Di Kursi Kerajaan Dewa Surgawi.


“Apakah 3 Raja Agung bisa melakukan ini semua Yang Mulia?” tanya Paman Jiang Wen.


“Saya setuju, namun yang menjadi permasalahan adalah mereka bertiga di 3 arena yang berbeda, dengan begitu mereka tidak bisa berkelompok seperti yang lainnya,” simpul Paman Pang Rui.


“Jangan melupakan satu hal, Paman Pang Rui. Mereka bertiga sudah berada di Ranah Nirwana. Tentu saja, jika mereka mau menggunakan kekuatan aslinya, maka semuanya akan dilibas dengan mudah,” jawab Wang Chen.


“Ya, tapi bukankah Anda memerintahkan mereka bertiga untuk tidak mengeluarkan kekuatan sejatinya kecuali di hari terakhir nanti?” tanya Paman Pang Rui.


“Sebelumnya memang begitu, tapi tadi sebelum mereka bertiga masuk ke arena, aku sudah mengatakan pada mereka untuk langsung menggunakan kekuatan aslinya,” jawab Wang Chen.


“Apakah ada perubahan rencana disini, Yang Mulia?” tanya Paman Jiang Wen yang menyadari bahwa rencana mereka bisa-bisa gagal kalau 3 Raja Agung itu langsung mengeluarkan kekuatan terkuat mereka.

__ADS_1


“Tenang saja, semua akan tetap berjalan sesuai dengan rencana. Terkadang, rencana dadakan akan lebih menarik daripada sebuah rencana yang sudah kita rencanakan sangat panjang, jadi…”


Wang Chen menahan kalimat terakhirnya, dia kemudian bangkit dari kursinya dan berjalan sedikit menuju ke batas dinding pendek yang merupakan batas dari area penonton.


“Lebih baik kita nikmati ini semua dan jangan memikirkan mengenai rencana itu dulu, bagaimanapun rencana itu akan bisa kita lakukan selama 3 Raja Agung ini menang,” ucap Wang Chen yang sudah fokus dengan pertarungan di depannya itu.


Paman Pang Rui dan Paman Jiang Wen mengangguk paham, terkadang mereka lupa menikmati tontonan di depan mereka, karena terlalu banyak memikirkan hal lainnya.


Wang Chen mencoba menyadarkan mereka untuk tidak terlalu fokus pada rencana mereka sendiri, demi menghindari beberapa orang curiga pada mereka dan yang paling penting bisa mengapresiasi perjuangan dari 3 Raja Agung itu.


***


Arena Pertama.


“Tapak Dewa : Telapak Tangan Raksasa!” Salah satu Raja Agung memulai serangan dengan menggunakan kekuatan yang besar, bahkan serangannya itu mampu menutupi seluruh arena tempatnya berpijak.


“Sial! Lihatlah telapak tangan energi qi raksasa yang keluar dari langit dan bergerak dengan sangat cepat ke arah kita! Cepat gunakan jurus kalian untuk mempertahankan diri dari serangan itu!”


Beberapa pemimpin kelompok kerajaan sudah mulai memberikan instruksinya. Alhasil, mereka semua berhasil menahan serangan dari telapak tangan raksasa itu dengan tubuh mereka secara langsung.


“Kita berhasil menahan telapak tangan raksasa ini! Sekarang sebagian dari kalian cepat bergerak dan serang orang dari Kerajaan Dewa Surgawi yang sendirian itu! Kita akan mengeluarkannya dari Arena! Cepat lakukan!”

__ADS_1


__ADS_2