
“Aku tidak marah, aku hanya teringat ibuku saja. Sekarang dia dimana? Apa yang tengah dia lakukan? Entah kenapa tiba-tiba saja memikirkannya … tidak usah terlalu dipikirkan lagi, kamu fokuslah pada peperangan besok.”
Liu Yifei mencium pipi kanan Wang Chen, dia tidak ingin membuat kekasihnya itu terlalu memikirkan dirinya sampai-sampai tidak fokus dalam peperangan besok.
“Apakah kamu mau melakukannya sekarang?” Wang Chen memberikan tawaran dengan lemah lembut. Salah satu cara agar hubungannya dengan istrinya kembali hangat adalah dengan hal ini.
“Hmm … bagaimana kalau kita tidak melakukannya sekarang? Aku sedang tidak dalam keadaan yang baik, maafkan aku ya…” Liu Yifei meminta maaf dengan sangat sopan.
“Tidak masalah, tapi kamu jangan duduk disini terlalu lama. Bagaimana kalau kita masuk ke dalam. Aku tidak mau kamu sakit, Istriku.” Wang Chen menarik tangan istrinya itu lembut.
Alhasil, mereka berdua sudah masuk ke dalam dan beristirahat, tanpa melakukan apapun. Begitulah malam yang tenang berakhir.
***
Keesokan harinya, lebih tepatnya di malam hari.
“Ingat kalian semua akan menyerang beberapa titik yang sudah kita tandai. Kita akan menyerang mereka secara serentak!” tegas Wang Chen sudah berpakaian serba hitam.
__ADS_1
“Kami sudah mengingatnya, Yang Mulia! Kami sudah siap menaklukkan Benua Timur ini dalam semalam!” jawab beberapa petinggi secara bersamaan, mereka semua tinggal menunggu perintah berangkat dari Wang Chen.
“Baiklah, karena kalian semua sudah siap! Maka mari kita mulai Malam Pembantain Purnama ini! Mari pergi sekarang juga!” Perintah sudah keluar dari mulut Wang Chen, kini semua orang sudah melesat dengan cepat ke Wilayah Benua Timur.
Setelah satu jam melakukan perjalanan, 100 Ribu Pasukan Dewa Surgawi sudah terpecah menjadi tiga rombongan utama, yang masing-masing memiliki tugas untuk penaklukkan Benua Timur.
Rombongan Pertama langsung dipimpin oleh Wang Chen, Paman Long Gui dan Paman Pang Rui. Mereka membawa sekitar 50 ribu pasukan terkuat untuk membombardir Ibukota Benua Timur secara langsung.
Mereka inilah yang akan berhadapan dengan seluruh orang yang menjaga Ibukota Musuh. Musuh utama mereka adalah Pasukan Kekaisaran Benua Timur itu sendiri dan Pasukan Dukung Kekaisaran Dunia yang menetap disana.
Yang terakhir adalah Rombongan Ketiga. Mereka dipimpin oleh 8 Tetua Long yang bertugas menyisir seluruh pantai, mereka akan melawan para perompak yang menguasai pantai-pantai itu.
Seluruh serangan ini dilakukan secara diam-diam dan sudah disamarkan dengan berbagai informasi palsu yang dilakukan oleh Paman Jiang Wen dengan bantuan Aliansi Perdagangan miliknya.
Alhasil, tidak ada yang menyadari serangan dadakan tepat di bulan purnama ini. Bahkan termasuk Pasukan Kekaisaran Dunia yang merupakan kekuatan paling terkenal di dunia ini.
[Selamat! Master mendapatkan 37 ribu PSD & 37 ribu PSD.]
__ADS_1
“Pemberitahuan sistem sudah muncul, itu berarti pasukan yang lain sudah menemukan musuh mereka. Sekarang aku juga sudah sampai di depan gerbang ibukota musuh, waktunya beraksi!”
Wang Chen membatin dalam hatinya. Dia dan seluruh pasukan yang dipimpinnya sudah berada di sekitar gerbang masuk Ibukota yang terlihat sangat dijaga ketat.
Wang Chen memberikan arahan dengan tangannya, dia menyuruh seluruh pasukannya untuk terpecah menjadi tiga bagian dan langsung menyerang seluruh barak pasukan musuh.
Kemudian mereka akan bertemu lagi di Istana Kekaisaran Benua Timur dan membunuh semua orang penting yang ada di sana. Tanpa banyak tanya lagi mereka semua langsung bergerak.
“Kami bergerak dulu, Yang Mulia! Harap berhati-hatilah ketika sampai di Istana Kekaisaran Benua Timur! Sampai jumpa lagi nanti!” ucap Paman Pang Rui yang langsung melesat cepat menghindari penjagaan musuh.
Paman Long Gui juga melakukan hal yang sama. Setiap penjaga dan prajurit musuh yang mereka temui. Sudah bisa dipastikan mereka semua akan mati atau setidaknya sekarat dengan mulut yang dibungkam oleh sesuatu.
Pembantaian terstruktur ini membuat malam yang tenang, berubah menjadi sangat mencekam dan terkesan sangat menakutkan.
*SLASH!
Wang Chen sendiri sudah berhasil masuk ke halaman istana, dia membawa 10 ribu pasukan dan berhasil meratakan seluruh penjaga yang ada disana. Namun ternyata sebagian kecil dari mereka ada yang selamat dan berteriak kencang.
__ADS_1