
Beberapa hari kemudian, Benua Utara digegerkan dengan semua gerakan agresif dari Kerajaan Dewa Surgawi yang secara tidak langsung menyandera para orang penting yang datang ke Pesta Rakyat sebelumnya.
“Kalian semua tidak diperbolehkan untuk meninggalkan Paviliun Khusus ini sampai raja kami mengizinkan kalian semua pergi, mohon kerjasamanya agar kami tidak perlu melakukan kekerasan pada kalian semua,” tegas Prajurit Kekaisaran Dewa Surgawi.
“Ini tidak benar, sekarang tolong sampaikan pada Raja Wang Chen. Kami Raja dari beberapa kerajaan sebelah ingin berbicara dengannya, kalau tidak mau, maka kami juga akan melakukan kekerasan!” tegas Raja Bulan Sabit.
Beberapa Prajurit yang sudah tahu akan menjadi seperti ini, dengan cepat mengeluarkan tekanan kultivasi mereka yang sudah berada di Ranah Saint Menengah sampai Puncak. Sebuah kekuatan yang bahkan setingkat dengan para raja itu.
“Dengan kekuatan kami ini, apakah kalian semua masih akan dengan bodoh menerobos penjagaan ini? Kalau kalian mau mati, maka silakan lewat dari gerbang paviliun yang kami jaga ini!” tegas Salah Satu Prajurit Kerajaan Dewa Surgawi.
Tentu saja Para Raja dan beberapa petinggi lainnya tidak ada yang mau melakukannya, bahkan hanya setingkat prajurit rendahan saja, tapi kekuatan mereka setara dengan seorang raja, benar-benar sangat kuat.
“Apa yang sebenarnya terjadi di Kerajaan Dewa Surgawi ini? Kenapa kami tiba-tiba tidak boleh keluar dari sini? Apakah akan ada sebuah perubahan besar di Benua Utara ini?” Beberapa orang mulai mempertanyakan keputusan Wang Chen.
__ADS_1
Tapi hanya sebatas itu saja, mereka semua tidak ada yang berani berbicara dengan para prajurit yang ada di sana. Karena tidak ada yang menjamin bahwa mereka tidak akan dibunuh, mengingat kekuatan dari para prajurit itu.
***
Kerajaan Dewa Surgawi juga mengirimkan ratusan ribu pasukannya menuju ke sebuah penjuru wilayah milik kekaisaran bulan dan bintang sebelumnya, yang mana dalam satu malam bisa dihancurkan oleh seseorang.
Perebutan kekuasaan dari berbagai keluarga bangsawan yang sangat berambisi menjadi penguasa baru di Istana Kekaisaran Bulan Bintang terjadi, mereka semua saling sikut demi menjadi kaisar baru.
Sayangnya semua itu gagal total karena kehadiran Jenderal Pang Rui bersama dengan 10 Pasukan Dewa Surgawi yang datang bersamanya.
“Barangsiapa yang tidak mau tunduk pada kami, maka bersiaplah menerima kehancuran nyata! Kalian sendiri sudah melihat bukan semua pasukan kerajaan kami sudah mengepung seluruh wilayah benua utara ini tanpa terkecuali!” ancamnya lagi.
“Ini adalah peringatan terakhir! Selama kalian menurut pada kami, maka di masa depan kalian semua akan menjadi orang-orang terdepan di dunia ini. Tapi, kalau kalian sampai tidak tunduk, maka kalian tidak akan bisa melihat hari esok!”
__ADS_1
Jenderal Pang Rui mengancam semua keluarga yang sedang berperang satu sama lain dari ketinggian. Tak lupa dia juga mengeluarkan kekuatan setara dengan Ranah Tyrant miliknya.
“Memangnya kami akan tunduk begitu saja hanya dengan perkataan ringan itu. Kami katakan sekali lagi! Bahwa kami sama sekali tidak takut dengan kerajaan baru seperti kalian! Kami–”
*BOOOM!
Sebuah ledakan besar terjadi setelah Jenderal Pang Rui mengeluarkan kekuatannya yang sangat besar pada orang yang berteriak padanya itu.
“Sepertinya kita tidak mencapai kesepakatan apapun, baiklah kalian semua cepat ratakan para keluarga bangsawan yang tidak mau dikasihani ini! Selesaikan dalam waktu kurang dari 100 tarikan nafas! Majuuuuuuu!” teriak Jenderal Pang Rui.
Terjadilah perang di bekas reruntuhan Istana Kekaisaran Bulan Bintang yang masih penuh dengan mayat dan banyak lendir beracun di sana. Semua keluarga dapat dibantai habis oleh Pasukan Kerajaan Dewa Surgawi.
Kali ini Kerajaan Dewa Surgawi keluar sebagai seseorang yang bertangan besi dan tidak mengenal ampun. Mereka semua menggunakan ideologi ini atas perintah dari Wang Chen yang ingin menyatukan seluruh benua utara dengan cepat.
__ADS_1
[Master mendapatkan 89 PPD & 89 PSD dari semua musuh yang dibunuh oleh Jenderal Pang Rui dan pasukannya.]
“Disini sudah selesai, sekarang mari kita pergi ke beberapa wilayah masih ada konflik besar! Kita akan menyelesaikannya sebelum petang! Mari berangkat!” teriak Jenderal Pang Rui memimpin pasukannya.