
Sampai di Ibukota Kekaisaran Bulan Bintang.
“Selamat datang di ibukota ini, izinkan saya selaku utusan kekaisaran yang bertugas menyambut kedatangan rombongan Kerajaan Dewa Surgawi untuk menuju ke penginapan khusus.”
Seorang pria berpakaian layaknya petinggi kekaisaran langsung menyambut di gerbang ibukota, dia dengan sangat sopan mengarahkan Wang Chen dan lainnya menuju ke penginapan.
“Kalau begitu kami akan merepotkanmu, silakan tuntun kami menuju penginapan yang dimaksud.” Wang Chen dan lainnya rombongannya mengikuti utusan itu dari belakang.
Sampai akhirnya mereka semua sampai di sebuah penginapan yang terletak tepat di tengah ibukota. Penginapan yang dikhususkan hanya untuk para bangsawan.
“Kamar untuk Kerajaan Dewa Surgawi ada di lantai 3, Anda bisa menggunakan seluruh lantai untuk tempat istirahat, kebetulan di penginapan ini ada 2 rombongan kerajaan lain,” jelas Utusan itu.
“Siapa tahu Anda dan lainnya ingin berkenalan dengan para rombongan lainnya itu, anggap saja hal ini untuk mengakrabkan diri,” ucap Utusan itu, lalu pergi begitu saja setelah menjawab beberapa pertanyaan Wang Chen.
***
__ADS_1
Sore harinya…
“Mari kita melihat-lihat Ibukota ini, sekalian kita melihat Arena Kompetisi yang akan digunakan untuk pertandingan besok,” ajak Wang Chen pada semua bawahannya.
Semua bawahan itu mengangguk paham, mereka semua langsung meninggalkan penginapan itu. Namun ketika hendak keluar penginapan mereka dihalangi oleh Kerajaan Batu Hitam.
“Oh jadi ini, Kerajaan Dewa Surgawi yang didirikan oleh para penjahat dan bandit gunung itu. Apakah kalian hanya membawa 5 orang dari 100 kuota yang diberikan oleh kekaisaran?” tanya Jenderal Kerajaan Batu Hitam.
“Sedikit kami koreksi, kami hanya membawa 3 orang ini saja untuk mengalahkan kerajaan sombong seperti kalian. Di dunia ini yang terpenting adalah kualitas bukan kuantitas,” jawab Pang Rui mengambil alih percakapan.
“Dasar sombong! Kalian pikir hanya dengan 3 orang saja kalian bisa memenangkan kompetisi ini? Kalianlah yang terlalu meremehkan kompetisi tahunan ini!” jawab Jenderal Kerajaan Batu Hitam.
Pang Rui sudah mulai terpancing, namun Wang Chen di belakangnya memberikan kode untuk tidak menanggapi hal ini lebih jauh lagi.
“Maafkan kami karena telah menyita perhatian kalian semua, kami datang kesini hanya karena diundang saja. Kalau tidak, kenapa kami harus datang ke kompetisi tidak berguna ini!”
__ADS_1
Wang Chen mengeluarkan sedikit kekuatannya yang baru setelah berkultivasi beberapa bulan terakhir, dia sekarang sudah berada di Ranah Saint Puncak.
Dia mengeluarkan tekanannya sambil sedikit membocorkan hawa membunuhnya, namun dia hanya mengincar Jenderal Kerajaan Batu Hitam itu agar tidak banyak omong kosong.
Tentu saja hal itu membuat si jenderal langsung terdiam, ketika matanya bertemu dengan Wang Chen, ada sebuah ketakutan yang tidak bisa dijelaskan, dia benar-benar dibuat langsung terdiam.
“Sepertinya sudah tidak ada lagi yang bisa kami lakukan disini, kalau begitu kami pamit dulu untuk jalan-jalan sore di ibukota ini, sampai jumpa lagi…”
Wang Chen dan 5 bawahannya langsung pergi meninggalkan penginapan itu, mereka semua meninggalkan seluruh rombongan Kerajaan Batu Hitam yang sedang melihat jenderal mereka yang terdiam saja sejak tadi.
“Sepertinya kita akan mendapatkan musuh yang cukup kuat, pendamping mereka yang mengurusi kompetisi ini memiliki kekuatan yang sangat tinggi, siapa dia sebenarnya?”
Jenderal Kerajaan Batu Hitam itu memperhatikan Wang Chen dan rombongannya yang sudah pergi meninggalkan penginapan dengan tatapan tidak percaya.
Sebelumnya dia berniat untuk membuat Kerajaan Dewa Surgawi itu kehilangan kepercayaan dirinya sebelum kompetisi, tapi siapa yang menyangka bahwa malah dia yang dibuat kena mental.
__ADS_1
“Kalian semua harus berhati-hati kalau bertemu dengan orang-orang ini, gunakan kekuatan khusus kalian kalau perlu, karena kita harus tetap menjaga peringkat atas dalam kompetisi kali ini,” tegas Jenderal Kerajaan Hitam pada rombongannya.
“Baik, Jenderal!”