EMPIRE BUILDING SYSTEM

EMPIRE BUILDING SYSTEM
BAB 032 - Kompetisi Bela Diri Kekaisaran 2.


__ADS_3

“Kalian ingin menyerangku secara langsung, sepertinya kalian salah mengenali lawan ya? Bagaimana kalau aku saja yang mengeluarkan kalian semua dari arena ini?”


Salah satu Raja Agung itu langsung mengeluarkan senjatanya yang berbentuk Kipas Raksasa, dia kemudian mengeluarkan elemen angin yang sangat besar dan  membuat sebuah angin ribut yang bisa menyapu banyak orang sekaligus.


“Elemen Angin Abadi : Tornado Raksasa!” Salah satu Raja Agung itu tersenyum karena telah berhasil mengeluarkan ratusan orang yang menyerangnya secara bersamaan.


Disaat itu tanpa sengaja dia juga menunjukkan kekuatannya yang sudah menginjak Ranah Nirwana Puncak, dimana seharusnya itu merupakan kekuatan seorang jenderal besar sebuah kerajaan.


Tapi dari pandangan semua orang, tidak mungkin seorang pemuda yang belum berusia 30 tahun itu sudah menjadi seorang jenderal besar. Alhasil setelah serangan itu, Raja Agung Pemilik Elemen Angin itu berhasil lolos dengan mudah.


***


“Ini adalah kompetisi Pertarungan Berbagai Sisi yang paling cepat selesai, hanya dengan dua serangan area dari orang itu, dia berhasil lolos dengan cepat, dia wakil dari kerajaan baru itu bukan?” tanya Kaisar Bulan Bintang.


“Benar, Yang Mulia. Tapi yang mengagumkan adalah kultivasinya yang sangat jauh di atas rata-rata. Sepertinya rencana kita untuk menjadikan mereka setia dengan pemberian gelar itu sudah sangat tepat,” jawab salah satu menteri.


“Sepertinya begitu, apalagi arena 2 dan 3 juga sudah menemukan pemenangnya, sepertinya kita masih terlalu meremehkan kekuatan para mantan bandit ini, kita harus sedikit mengubah sikap nanti sebelum terlambat,” tegas Kaisar Bulan Bintang.


“Baik, Yang Mulia!”

__ADS_1


***


Arena Kedua dan Ketiga sudah keluar pemenangnya. Kini 90 orang sudah lolos dari 3 Arena secara langsung dengan waktu yang sangat cepat. Lagi-lagi semua itu berkat dari 3 Raja Agung perwakilan Kerajaan Dewa Surgawi.


“Baru kali ini kami melihat kompetisi ini bisa berlangsung dengan cepat. Keputusan yang tepat karena beberapa dari kalian langsung mengeluarkan serangan area yang bisa mengeluarkan para peserta lain dengan sangat masif, aku menghargai itu!”


Kakek Tua Jubah Putih itu memuji beberapa orang, terutama 3 Raja Agung. Baru pertama kalinya ada yang langsung berinisiatif memberikan serangan area, tanpa harus memikirkan kelompok mereka sendiri. Benar-benar pertarungan yang singkat tapi keras.


“Sekarang mari kita lanjutkan dengan pertarungan berkelompok total. Silakan bagi semua peserta yang sudah lolos untuk bergabung dengan sesama kerajaan. Sekarang kalian semua akan bertarung menggunakan strategi perang!”


“Setiap dari kerajaan kalian akan diberikan sebuah bendera yang berbeda warna, dimana siapa saja pihak lawan yang berhasil mencuri bendera itu akan memenangkan tahap ini!”


“Jadi tidak peduli kalian menang atau kalah, selama kontribusi kalian banyak dalam pertarungan strategi perang ini, maka kalian akan bisa masuk dalam 8 besar secara langsung!”


“Kalau begitu aku akan menggabungkan 3 arena terlebih dulu, kalian bersiaplah di sisi kanan dan kirinya, setelah itu kita akan langsung memulai miniatur peperangan antar kerajaan ini!”


Kakek Tua Jubah Putih itu hendak mengangkat tangannya untuk mengeluarkan elemen tanah dan mencoba menggabungkan 3 arena secara langsung, namun tiba-tiba ada sebuah suara yang ingin membantunya.


“Izinkan saya membantu untuk menggabungkan 3 Arena Lingkaran ini, Pemandu Acara!” Salah satu Raja Agung yang memiliki elemen tanah berinisiatif untuk membantu, entah apa yang dipikirkannya, tapi hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.

__ADS_1


“Hoooo … sepertinya kamu ingin menunjukkan kebolehanmu yang lain ya? Kalau begitu, aku tidak akan menolak dibantu oleh jenius sepertimu, lakukanlah dan gabungkan 3 arena ini serta bentuklah menjadi sebuah arena besar persegi panjang!” pinta Kakek Tua.


“Baik!” Raja Agung Tanah itu langsung bergerak maju.


“Elemen Tanah Permata : Penyatuan dan Penguatan Permata!” Raja Agung Tanah itu menghentakkan tangannya ke tanah, kemudian 3 Arena Besar langsung bersatu dan menjadi sebuah persegi panjang besar.


Namun hal itu tak berhenti disitu, Arena baru yang terbentuk itu kemudian berubah menjadi sebuah batuan yang lebih solid dan kuat, kira-kira 10 kali lebih kuat dari arena sebelumnya, baik dari segi pondasi maupun ketinggiannya.


*BOOOOM!


Suara ledakan dari berbagai sisi itu menunjukkan bagaimana Raja Agung Tanah itu sedang mengetes kekuatan dan ketahanan dari arena yang dibuatnya itu.


“Sudah selesai Pemandu Kompetisi! Sekarang mari kita mulia!” Raja Agung Tanah itu berteriak memberikan laporan, kemudian dia bersama dengan dua raja agung lainnya sudah naik ke atas arena. Pembentukan arena itu adalah sebagian dari rencananya.


“Hahaha! Lagi-lagi, perwakilan dari Kerajaan Dewa Surgawi menunjukkan keterampilan yang sangat tinggi, meskipun jumlah mereka hanya sedikit disini, apalagi kualitas arena ini sangat hebat, bagus-bagus, kamu sangat menjanjikan anak muda!”


Kakek Tua Jubah Putih itu memuji Raja Agung Tanah setinggi langit, dia melupakan bahwa seharusnya disaat seperti ini dia seharusnya menjadi netral dan tidak terpengaruh oleh hal-hal seperti itu.


“Baiklah sekarang Kerajaan Batu Hitam yang berjumlah 20 orang akan melawan 3 orang dari Kerajaan Dewa Surgawi, mari kita semua hitung mundur miniatur kecil peperangan antar kerajaan ini!” seru Kakek Tua Jubah Putih.

__ADS_1


“TIGA! DUA! SATU! MULAAAAAAI!”


__ADS_2